Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Langsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Langsa. Tampilkan semua postingan
Empat Tewas, Dua Kritis dalam Kecelakaan Truk Elpiji Kontra Mini Bus Isuzu Panther

Empat Tewas, Dua Kritis dalam Kecelakaan Truk Elpiji Kontra Mini Bus Isuzu Panther


Langsa - Sedikitnya empat orang tewas dan dua kritis dalam kecelakaan antara mobil mini bus Isuzu Panther dan truk pengangkut tabung gas elpigi, Sabtu (29/12/2018).

Kecelakaan ini terjadi di jalan lurus Jalan Medan - Banda Aceh, Desa Glumpang Payung, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur, sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi dihimpun Serambinews.com, menyebutkan, empat korban tewas semuanya merupakan penumpang mobil mini bus Isuzu Panther, asal Provinsi Sumut.

Saat itu, Colt Diesel nopol BL 8177 F bergerak dari arah Banda Aceh - Medan dengan tujuan Kota Langsa, membawa penuh muatan tabung gas elpigi ukuran 3 kg bersubsidi yang kosong.

Truk itu dikemudikan Fazli (35) asal Dusun Gelugur VII, Desa Paya Pelawi, Kecamatan Birem Bayeum, Aceh Timur, dan Alfian Rahadi (28) Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.

Sedangkan dari arah berlawanan, melaju satu unit mini bus Isuzu Panther nopol BK 1769 QQ, yang di dalamnya ada 7 orang termasuk sopir.

Mini bus Isuzu Panther ini dikemudikan korban Agus (47) warga Tandem Hilir, Sumut, diduga melaju dengan kecepatan tinggi, tidak bisa mengendalikan kendaraanya.

Mobil itu melaju melewati garis putih pembatas badan tengah jalan, sehingga dengan seketika bertabrakan dengan truk diesel pengangkut tabung gas elpigi.

Akibatnya empat penumpang mini bus termasuk sopirnya tewas di lokasi kejadian, dengan kondisi mengenaskan.

Bahkan mobil pribadi jenis mini bus ini ringsek total bagian depannya, termasuk truk pengangkut elpigi. 

Empat korban tewas semuanya berada di mini bus Isuzu Panther, yaitu Agus (47) pengemudi mini bus, Titin (42) Iyem (40), Wisnu (8).

Sedangkan dua korban kritis juga di mobil yang sama, Indah (23), Julianto (27), dan luka ringan, Muslim (18) langsung ditolong warga dibawa ke di RSUD Langsa.

Kabarnya semua korban meninggal maupun kritis ini merupakan satu kekuarga, yang hari itu hendak menuju Lhoksukon, Aceh utara, menghadiri pesta kerabatnya.

Sementara Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kasat Lantas, AKP Dede Kurniawan SIK, yang dihubungi Serambi via telepon, sore kemarin, membenarkan insiden lakalantas merenggut berapa orang tersebut.

Menurut Kasat Lantas, pihaknya belum bisa memberikan data lengkap nama korban dan kronologis kejadian lantas, karena anggota masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Anak Usia 5 Tahun Diduga Hanyut di Krueng Langsa

Anak Usia 5 Tahun Diduga Hanyut di Krueng Langsa


Langsa - Seorang anak laki-laki berumur 5 tahun, Muhammad Aqsa, alamat Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Selasa (27/11/2018) pukul 11.30 WIB diduga hanyut di DAS Krueng Langsa, gampong setempat.

Hingga malam ini, petugas BPBD, Polres Langsa, Kodim 0104/Atim, SAR, serta masyarakat yang melakukan pencarian di sepanjang DAS, belum berhasil menemukan korban.

Memasuki waktu pagi volume air di DAS Krueng Langsa ini meninggi, karena tingginya curah hujan selama berapa hari terakhir di kawasan pegunungan.

Air dari daerah pegunungan sebagian wilayah Aceh Timur itu, selama ini mengalir ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa.

Tingginya volume dan derasnya air mengalir di sungai tersebut, menyulitkan tim melakukan pencarian korban.

Keuchik Sidorejo, Tgk Salahuddin yang juga Pakcik korban, kepada wartawan mengatakan, siang itu Muhammad Aqsa bersama ibunya datang ke rumah kakeknya.

Rumah korban dan kakeknya itu tidak terpaut jauh, dan rumah kakek korban berada di dekat DAS Krueng Langsa tersebut.

Sebelum hilang, korban diketahui sempat menuju ke belakang rumah kakeknya.

Lalu ibunya, pergi sebentar ke rumah tetangga yang berada di sekitar rumah kakek korban.

Saat kembali, ibunya lantas memanggil korban, tetapi korban tidak menjawabnya.

Lantas ibunya langsung menuju ke belakang rumah, dan tidak melihat korban di sana.

Saat itu juga, ibu korban langsung menelepon suaminya, Ardiansyah merupakan anggota Polres Langsa.

"Mendengar ibu korban menjerit, saya langsung menuju ke sana, karena rumah saya dekat dengan rumah kakek korban," ujarnya.

Saat Pakcik korban itu baru mengetahui dari ibunya, bahwa korban M Aqsa, hilang, dan sebelumnya korban sempat ke belakang rumah kakeknya itu.
3 Kapla Asing illegaL Fishing ditengelam di Langsa

3 Kapla Asing illegaL Fishing ditengelam di Langsa


Langsa - Dit Polair Polda Aceh, Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) RI, Satgas 115 Illegal Fishing, dan Kejari Langsa, Senin (20/8/2018) menenggelamkan 3 unit Kapal Ikan Asing (KIA) yang melakukan pencurian ikan (illegal fishing) di laut Indonesia.

‎Pemusnahan kapal kali ini tidak dilakukan dengan ledakan seperti pemusnahan waktu lalu, namun dengan cara lambung kapal dibocorkan, sehingga kapal tenggelam ke dasar laut.

Penenggelaman berada di titik koordinat 04°31'279" LU-098°02'329" BT Kuala Langsa, yang dipimpin langsung oleh ‎Dirpolair Polda Aceh, Kombes. Jemmy Rosdiantoro S.S.T,M.K, SH.

‎Hadir juga menyaksikan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, perwakilan KKP RI, Dr Suseno Sukoyono, Kajari Langsa, R Ika Haikal MH, Ketua PN Langsa, Dr Murna Ningsih SH MH, Waka Polres Langsa, Kompol Budi Darma SH, Pasi Intel Kodim 0104/Atim, Lettu Chb Rofingi , dan lainnya.

Untuk menuju posisi penenggelaman kapal ilegal fishing itu, rombongan berangkat dari Pelabuhan Kuala Langsa dengan menggunakan dua Kapal Patroli Polair.

Dirpolair Polda Aceh, Kombes Jemmy Rosdiantoro, mengatakan, tiga unit kapal asing atau KIA tersebut dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di laut.

Tiga kapal itu masing-masing kapal motor bernomor lambung KHF 1742, KHF 1821 dan KHF 1338, tangkapan Baharkam Mabes Polri.

Perwakilan Kementerian Kelautan Perikanan RI, Dr Suseno Sukoyono, menjelaskan, penenggelaman kapal illegal fishing dilakukan secara serentak di 11 lokasi di Indonesia, dengan jumlah total 122 unit.‎

Kajari Langsa, R Ika Haikal MH, membacakan sambutan Direktur Yustisia Satgas 115, Goenaryo, A.Pi, melaporkan, status barang bukti KIA ini sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, dengan amar putusan barang bukti kapal ikan dirampas untuk dimusnahkan.
Dua Kakek Pencabul Anak di Bawah Umur Dicambuk 64 dan 53 Kali

Dua Kakek Pencabul Anak di Bawah Umur Dicambuk 64 dan 53 Kali

Salah satu pencabul anak di bawah umur menjalani eksekusi cambuk, di Lapangan Merdeka Langsa, Jumat (29/9/2017) sore. 

WartaAcut.com - Aparat Kejaksaan Negeri Langsa, Jumat (29/9/2017) sore, melaksanakan eksekusi cambuk terhadap dua pelaku pencabulan anak di bawah umur yang telah divonis bersalah oleh Mahkamah Syariah Langsa.

Eksekusi cambuk yang difasilitasi Dinas Syariat Islam Langsa ini berlangsung di Lapangan Merdeka Langsa, disaksikan seribuan masyarakat.

Seorang di antaranya, yakni Gumri Nasution (59), sudah bisa dibilang sebagai kakek.

Warga Dusun Ramai Indah, Gampong Alue Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Baro, ini dicambuk sebanyak 53 kali.

Sementara Lukman Budiman (48) warga Lorong Pusara, Dusun Sentral, Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama dicambuk 64 kali. (Sumber)
3 Tersangka Jaringan Narkoba Diboyong Ke Jakarta

3 Tersangka Jaringan Narkoba Diboyong Ke Jakarta

Tiga tersangka sabu dan pil ekstasi saat berada di Bandara Kualanamu, hendak diterbangkan ke Jakarta oleh petugas BNN, Kamis (21/9). 

WartaAcut.com - Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (21/9) memboyong tiga tersangka jaringan narkoba internasional Aceh-Malaysia bersama barang bukti (BB) sebanyak 137,75 kg sabu-sabu (sebelumnya tersebut 133 kg) dan 42.500 pil ekstasi diboyong ke Jakarta.
Sebelumnya tiga tersangka yang diciduk itu adalah Benu alias Awi (40), warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, M Saleh (37), warga Asahan, Sumatera Utara, dan M Husen (38), warga Jeunieb, Kabupaten Bireuen, pada 18 September 2017 sore di salah satu kafe di Peuntuet, Kota Lhokseumawe.

Kepala BNNK Langsa, AKBP Navry Yulenny MH, kepada Serambi kemarin mengatakan, tiga tersangka dan BB sabu-sabu serta pil ekstasi pagi sekitar pukul 08.00 WIB langsung dijemput tim khusus dari BNN Pusat untuk dibawa ke Gedung BNN Pusat di Jakarta.
Dari Kota Langsa pagi kemarin, anggota tim khusus BNN Pusat didampingi sejumlah petugas BNNK Langsa melalui perjalanan darat dan dengan mengendarai sejumlah mobil menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Selanjutnya tersangka dan BB diterbangkan ke Jakarta.
“Awalnya memang telah direncanakan akan dilakukan konferensi pers di Kantor BNNK Langsa. Namun, rencana itu dibatalkan, Kepala BNN Pusat, Komjen Budi Waseso, memerintahkan untuk membawa semua tersangka dan BB ke Gedung BNN Pusat ke Jakarta,” ujarnya.

AKBP Navry menambahkan, setelah dilakukan penghitungan oleh petugas BNN jumlah total BB sabu-sabu yang disita dari tiga tersangka ini seberat 137.750 kg. Sedangkan pil ekstasi 42.500 butir yang terdiri atas pil ekstasi warna biru merek YL 41.188 butir, dan pil ekstasi berwarna pink merek hello kitty 1.312 butir.
“Direncanakan jika tidak ada perubahan, BNN Pusat langsung dipimpin Komjen Budi Waseso akan melakukan konferensi pers pada Selasa (26/9) mendatang di Gedung BNN Pusat,” imbuh AKBP Navry Yulenny.

Selain itu, timpal Kepala BNNK Langsa bahwa tim BNN juga masih terus melakukan pengembangan terkait kasus penangkapan terbesar dalam kurun sewaktu tahun 2017 di Aceh ini, untuk memburu pelaku-pelaku jaringan narkoba Aceh-Malaysia yang masih bebas berkeliaran di luar.
Sebelumnya diberitakan, penangkapan 133 kg sabu dan 42.500 pil ekstasi dari jaringan pengedar internasional di wilayah Aceh Timur oleh Tim BNN Pusat, BNNK Langsa, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe digambarkan sangat dramatis dan penuh risiko.

Gambaran itu disampaikan sumber Serambi yang terlibat dalam operasi penuh tantangan tersebut. “Tim BNN sudah melakukan pengintaian di laut sejak sepekan terakhir ini, karena diperoleh informasi akan masuk sabu-sabu dan pil ekstasi dengan jumlah besar ke Aceh melalui laut Aceh Timur,” ungkap sumber itu.

Dikarenakan ini operasi laut sangat rahasia, pihak BNN hanya melibatkan Bea Cukai, tanpa personel Polres mana pun. Pada Senin (18/9) siang sekitar pukul 14.00 WIB, tim BNN melihat pergerakan satu unit boat kayu ukuran kecil bermesin dengan dua orang di dalamnya. Boat mencurigakan itu terlihat di perairan Kuala Geulumpang, sekitar Pelabuhan Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Saat dilakukan pengejaran, kedua orang di dalam boat meloncat ke laut yang telah mencapai bibir pantai sekitar Pelabuhan Kuala Idi. Boat ditinggalkan begitu saja.

Secepatnya petugas menggeledah boat tersebut dan menemukan sabu-sabu dan pil ekstasi dalam jumlah besar, yaitu 133 kg sabu dan 42.5000 pil ekstasi. Kedua tersangka diduga menggunakan boat kecil tersebut menjemput barang terlarang itu di tengah laut yang diantar oleh pelaku lain dari Malaysia. (Sumber)