Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Bireun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Bireun. Tampilkan semua postingan
Bupati Saifannur Lantik Pengurus Karang Taruna Bireuen, Murdani Ketua Umum

Bupati Saifannur Lantik Pengurus Karang Taruna Bireuen, Murdani Ketua Umum


Bireun - Bupati Bireuen, H Saifannur SSos melantik pengurus Karang Taruna (KT) Kabupaten Bireuen periode 2019-2024, di halaman Meuligoe Bupati Bireuen, Senin (21/1/2019).

Pengurus Karang Taruna Bireuen yang dilantik yaitu Ketua Umum drh Murdani, Sekretaris Umum Suryadi SP, dan Bendahara Umum Juniadi, serta sejumlah pengurus lainnya. 

Turut hadir Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Amrul Huda, Wakil Bupati Dr H Muzakkar A Gani, Sekjen Karang Taruna Aceh, Khairul Laweung, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya usai melantik pengurus Karang Taruna Bireuen, H Saifannur SSos mengingatkan agar para pemuda harus mempunyai inovasi dan menghasilkan karya nyata, serta menjadi pioner di semua bidang.
Empat Pengungsi Rohingnya Kabur Lagi, Ini Jumlah yang Tinggal di Bireuen

Empat Pengungsi Rohingnya Kabur Lagi, Ini Jumlah yang Tinggal di Bireuen


Bireun - Empat pengungsi muslim etnis Rohignya yang sejak April lalu ditempatkan di komplek SKB Cot Gapu Bireuern, kabur lagi diperkirakan sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (08/01/2019).

Mereka yang kabur bernama Muhammad Samir (15), Muhammad Alam (14), Muhammad Sakir (13) dan Emon Shorif (17).

Koordinator Tagana, Ruslan Abdul Gani SE mengatakan, mereka diperkirakan kabur menjelang shalat maqrib.

“Saat shalat Maqrib jumlah sudah berkurang empat orang,” kata Ruslan.

Usai shalat langsung dikumpulkan semua pengungsi, dilakukan apel dan petugas melakukan pencarian ke kawasan komplek SKB, namun belum ditemukan.

 Dengan kaburnya empat orang, maka jumlah pengungsi Rohingnya tersisa 50 orang lagi.

“Sudah 29 kabur, tinggal 50 orang lagi,” kata Ruslan.

Kasus kaburnya mereka dari komplek SKB sudah dilaporkan ke Dinsos dan Polres Bireuen, tim Reskrim sedang melakukan pemantauan dan mencari keberadaan mereka apakah masih di kawasan SKB, kawasan Bireuen atau sudah menjauh.

Sebelumnya, sudah tiga kali pengungsi etnis Rohingnya kabur dari komplek SKB, pertama 7 orang, kedua 14 orang, ketiga empat orang dan kali keempat berjumlah empat orang.
Tabrakan Lagi di Bireuen, Satu Orang Meninggal Dunia

Tabrakan Lagi di Bireuen, Satu Orang Meninggal Dunia


Bireun - Setelah tiga orang meninggal dalam tabrakan di Samalanga, Bireuen sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (31/12/2018) ketiganya warga Jeunieb, Bireuen.

Satu orang lagi meninggal dunia dalam kasus tabrakan lain di kawasan Desa Pulo Lawang, Peudada Bireuen terjadi pukul 11.00 WIB, Senin (31/12/2018).

Tabrakan kedua Senin (31/12/2018) di Peudada antara minibus Avanza dengan dengan sepeda motor Vario.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK yang didampingi Kasat Lantas Polres Bireuen yang baru AKP Teuku Heri Hermawan SH SIK melalui Kanit Laka Aiptu Zulkarnain kepada Serambinews.com mengatakan, toyota Avanza warna putih BK 1880 AD dikendarai Zikri (58) warga Desa Alue Igeh, Kecamatan Pandrah Bireuen bersama istrinya Fauziah (53) melaju dari arah Banda Aceh tujuan arah Medan.

Sedangkan sepeda motor Vario BL 4057 ZQ dikendarai  M Yusuf (60) warga Desa Seuneubok Paya, Peudada melaju satu arah.

Setiba di kawasan Desa Pulo Lawang, sepeda motor berbelok ke kiri menuju utara langsung bertabrakan dengan Avanza yang sedang melaju di belakang mereka. 

Korban meninggal dunia atas nama M Yusuf  selaku pengendara sepeda motor, kendaraan terhempas di badan jalan, mobil kemudian bertabrakan lagi dengan tiang gapura desa itu.  

Sopir Avanza dan istrinya mengalami luka ringan. 
Kemensos RI Berikan Jadup untuk Pengungsi Rohingya di Bireuen

Kemensos RI Berikan Jadup untuk Pengungsi Rohingya di Bireuen


Bireun - Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan berupa jatah hidup (Jadup) untuk pengungsi Rohingya di Kamp pengungsian kompleks SKB Bireuen, Sabtu (29/12/2018).

Kabag Humas Dinsos Aceh, Irwan Saputra kepada Serambinews.com mengatakan, bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Bencana Sosial Kemensos RI, Lenita didampingi Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Rohaya Hanum mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM atas perintah dari Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT.

Bantuan yang diserahkan, kata Irwan, berupa uang tunai  diterima oleh Kepala Dinas Sosial Bireuen Drs Murdani dengan rincian  Rp 36 juta untuk kebutuhan hidup 45 hari ke depan.

Seusai menyerahkan bantuan, Rohaya Hanum mengatakan, bantuan tersebut merupakan realisasi dari permohonan Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh ke Kemensos RI beberapa waktu lalu.

Saat itu, katanya, Dinsos Aceh selain menyurati juga menemui langsung pihak Kemensos RI untuk membantu pengungsi Rohingya di Bireuen.
Desa di Bireun haramkan penggunaan wifi di warkop

Desa di Bireun haramkan penggunaan wifi di warkop


Bireun - Sebuah desa di kecamatan simpang mamplam menerbitkan keputusan mengharamkan pemakaian jaringan nirkabel (WiFi) karena dinilai banyak disalahgunakan para anak usia pelajar di desa itu.

Desa yang mengharamkan WiFi ini adalah Curee Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Imbauan tersebut dikeluarkan setelah melalui musyawarah bersama seluruh perangkat desa setempat yang digelar Selasa (13/11) lalu.

Dalam imbauan hasil rapat itu disebutkan, alasan pelarangan itu karena banyaknya jumlah warung kopi di desa setempat yang menyediakan fasilitas WiFi gratis. Hal itu berdampak para anak di bawah umur beramai-ramai nongkrong di warung kopi untuk berselancar di dunia maya.

Para anak juga diketahui mengakses berbagai konten terlarang dalam kegiatan itu.

"Mengingat akibat yang ditimbulkan oleh jaringan WiFi yang merusak generasi muda, terutama anak-anak di bawah umur, karena WiFi sekarang sudah sangat merajalela, maka dengan ini sesuai dengan hasil keputusan rapat semua pemilik jaringan WiFi yang ada di Desa Curee Baroh harus dinonaktifkan/dihentikan segera," demikian bunyi imbauan tersebut.

Geuchik (Kepala Desa) Curee Baroh, Helmiadi Mukhtaruddin menjelaskan larangan tersebut hanya berlaku untuk tempat umum seperti warung kopi. Namun, tidak berlaku bagi penggunaan WiFi di rumah pribadi.

"Karena mengingat WiFi memang sangat besar manfaatnya bagi orang yang paham tentang pemakaian WiFi. Tapi bagi anak yang masih SD, SMP, SMA tidak terkendali oleh mereka," ujar Helmiadi , Jumat (23/11).

Helmiadi menerangkan saat ini di wilayahnya ada enam warung kopi yang menyediakan fasilitas WiFi gratis.

Larangan ini Berawal dari Keluhan Pengurus Balai Pengajian

Sebelum mengeluarkan imbauan tersebut, Helmiadi mengatakan perangkat desa menerima sejumlah keluhan dari para pengurus balai pengajian yang mendapati anak-anak bolos pada jam mengaji untuk nongkrong di warung kopi.

Berdasarkan hasil penelusuran, pihaknya juga mendapati aktivitas para anak mengakses konten-konten pornografi.

"Dari rumah katanya pergi mengaji, tapi ternyata bolos," katanya.

Sebelum imbauan itu ditandatangani, pihak desa terlebih dahulu memperlihatkan butir-butir hasil rapat tersebut kepada Camat, Polsek, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), dan Koramil.

"Mereka mendukung kebijakan kami," ujar Helmiadi.

Menurut Helmiadi, apabila setelah imbauan dikeluarkan tidak juga diindahkan maka pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke pihak muspika.

"Terkait hukuman akan diputuskan oleh Muspika. Tapi jika muspika tidak sanggup memberi sanksi, maka kami akan memberi sanksi," ujar Helmiadi.
Tim Gabungan Polres Bireuen Tangkap Penadah Sepmor Curian Asal Nisam Antara

Tim Gabungan Polres Bireuen Tangkap Penadah Sepmor Curian Asal Nisam Antara


Bireun - Tertangkapnya seorang penadah sepeda motor curian yang ditangkap oleh Satreskrim Polres Bireuen sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa (21/08/2018). 

Tersangka yang tertangkap berinisial Muz bin Hasan (45), merupakan  warga Desa Ulee Gajah, Nisam Antara, Aceh Utara. ia ditangkap juga di desa tersebut. 

Dikutip dari Serambinews, Wakapolres Bireuen Kompol Carlie Syahputra Budiman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama SH, Rabu (22/08/2018) mengatakan, tersangka diduga melakukan tindak pidana pertolongan jahat (Penadahan) satu unit sepeda motor merk Honda Beat.

Sepmor berjenis hoda beeat tersebut merupakan hasil dari tindak pidana penggelapan, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/128/VIII/RES.1.11/2018/ SPKT, tanggal 02 Agustus 2018.

Pencurian sepeda motor itu terjadadi di Desa Paya Beunuot, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. 

Tersangka diamankan oleh tim gabungan Opsnal dan Unit Resum Sat Reskrim Polres Bireuen di rumahnya di Desa Ulee Gajah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Bireuen untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.