Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Bener Meriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Bener Meriah. Tampilkan semua postingan
Tujuh Rumah di Pintu Rime Gayo Dirusak Gajah Liar, Satu Keluarga Terpaksa Diungsikan

Tujuh Rumah di Pintu Rime Gayo Dirusak Gajah Liar, Satu Keluarga Terpaksa Diungsikan


Redelong - Kawanan gajah liar kembali merusak tujuh rumah warga yang tersebar di dua desa, di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah dalam tiga hari terakhir.

Rumah yang diamuk gajah liar tersebut, enam unit berada di Kampung Persiapan Sejahtera, dan satu unit rumah berada di Kampung Musara 58.

Tidak ada korbam jiwa dalam insiden tersebut. Namun satu keluarga harus direlokasi ke tempat aman yang jauh dari jangkauan gajah liar.

"Dalam tiga hari ini, sudah tujuh rumah yang dirusak oleh gajah. Yang terbaru, terjadi di Kampung Musara 58 sekitar pukul 22.00 WIB Sabtu (19/1/2019) malam. Dimana satu rumah warga rusak pada bagian dapurnya akibat diobrak-abrik gajah," kata Sanusi Purnawira Dade, Camat Pintu Rime Gayo, Minggu (20/1/2019).

Selain itu, sekitar 15 hektare lahan perkebunan warga yang berada di Kampung Menderek juga luluh lantak oleh hewan mamalia bertubuh besar tersebut.

Padahal upaya penggiringan gajah sudah dilakukan beberapa waktu lalu, dimana termonitor sedikitnya 43 ekor gajah berada di wilayah utara yang berbatasan dengan Kabupaten Bireuen itu.

"Sebelumnya, 36 ekor gajah sudah berhasil digiring ke hutan. Namun ada satu kawanan gajah yang berjumlah 7 ekor yang belum berhasil digiring karena satu indukan gajah sedang beranak, sehingga sulit digiring," ungkapnya.

Untuk antisipasi kedatangan kawanan gajah liar lain ke permukiman dan perkebunan warga, ia mengaku tengah menggiatkan pembangunan parit isolasi (barrier) yang berada di tiga jalur masuk gajah.

"Setidaknya ada tiga titik jalur masuk gajah yang lokasinya berada di Jalung, Dusun Sosial Kampung Singah Mulo, dan di Arul Cincin," tukasnya.
Jalan Eks KKA Tertimbun Longsor, Kendaraan Masih Bisa Melintas

Jalan Eks KKA Tertimbun Longsor, Kendaraan Masih Bisa Melintas


Redelong - Guyuran hujan yang terjadi dari pagi hingga sore Jumat (18/1/2019) mengakibatkan longsor di tebing jalan eks KKA Bener Meriah-Aceh Utara tepatnya di Km 89, Kampung Nosar, Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah.

Menurut Sekretaris BPBD Bener Meriah, Mustar, Sabtu (19/1/2019) longsor yang menutupi sebagian badan jalan provinsi tersebut terjadi sekira pukul 23.00 WIB Jumat malam.

Beruntung, tidak ada korban jiwa, karena longsor terjadi pada tengah malam dan tidak ada pengendara yang melintas.

"Material longsor berupa tanah bercampur batu, menutupi sepertiga badan jalan dengan ketinggian material dua meter. Namun kendaraan masih bisa melintas," ujarnya.

Ia mengaku pihaknya tidak bisa membersihkan badan jalan dari material longsor itu karena alat berat yang ada, rusak dan sedang diperbaiki.

“Namun kami sudah mengubungi PPK V Aceh yang mengurusi jalan tersebut, tapi belum ada tanggapan," pungkasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bila alat berat yang di miliki BPBD Bener Meriah sudah bagus, pihaknya akan melakukan pembersihan jalan yang tertimbun dalam, beberapa hari ke depan.

Sementara itu warga Kampung Nosar, Jupriandi, menyatakan saat ini akses jalan dari Bener Meriah-Aceh Utara atau sebaliknya, mengalami antrean kendaraan, karena penyempitan badan jalan akibat tertutup material longsor.
Ini Kasus yang Dominan di Bener Meriah Selama Tahun 2018

Ini Kasus yang Dominan di Bener Meriah Selama Tahun 2018


Redelong - Kepolisian Resor Bener Meriah, mencatat kekerasan terhadap perempuan dan anak mendominasi kasus di wilayah Bener Meriah pada tahun 2018.

Rinciannya sebanyak 58 kasus mengalahkan tindak pidana kasus narkoba yang tercatat hanya 47 kasus.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bener Meriah, AKBP Fahmi Irwan Ramli, saat menggelar konfrensi pers akhir tahun yang digelar di Mapolres setempat, Senin (31/12/2018).

Menurut ia, kasus hukum terkait dengan kekerasan terhadap anak dan perempuan tersebut, sangat tinggi di Kabupaten Bener Meriah, sehingga terus mendominasi mengalahkan kasus - kasus lainnya yang ditangani oleh pihak Kepolisian.

"Kami yakin ini fenomena seperti gunung es, yang muncul kepermukaan hanya sangat sedikit, bahkan sebaliknya didasarnya itu sangat banyak problem - problem yang berkaitan dengan perempuan atau anak di Bener Meriah," ujarnya.

Disebutkannya, di tahun 2018 tersebut kasus yang berkaitan dengan anak serta perempuan yang ditindak oleh pihaknya antara lain, pencabulan anak dibawah umur, KDRT, dan kekerasan anak dibawah umur.

Kemudian penelantaran, persetubuhan anak dibawah umur, perampasan, serta membawa lari anak, sebanyak 58 kasus dan 58 tersangka.

"Oleh karena itu saya sangat atensi dalam hal ini, saya juga memerintahkan kepada Kasatreskrim agar berkerjasama dengan stakeholder terkait untuk terus gencar melakulan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Dimana sosialisasi itu, ujar AKBP Fahmi, membawa dampak segnifikan terhadap trend penurunan kasus terhadap perempuan dan anak,  kendati tetap mendominasi kasus di Bener Meriah.

"Alhamdulillah sosialisasi yang terus kita galakkan memberi efek bagus, sehingga dari tahun ke tahun kecenderungan kasus ini mengalami penurunan walaupun tetap mendominasi disini," ungkapnya.