Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Aceh Tamiang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Aceh Tamiang. Tampilkan semua postingan
Sergap Transaksi Narkoba, Aparat Polsek Kualasimpang Ciduk Pemuda Berstatus Mahasiswa

Sergap Transaksi Narkoba, Aparat Polsek Kualasimpang Ciduk Pemuda Berstatus Mahasiswa


Kwala Simpang - Aparat Polsek Kualasimpang menciduk seorang mahasiswa yang terindikasi kuat terlibat penyalahgunaan narkoba.

Tersangka berinisial YS (26) alias Tarjo, warga Landuh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang dibekuk dalam sebuah penyergapan transaksi narkoba di Jalan Rantau, Desa Benuaraja, Aceh Tamiang, Minggu (13/1/2019) kemarin.

"Kami menyita barang bukti berupa sabu-sabu 2,6 gram dan satu unit ponsel," kata Kapolsek Kualasimpang Iptu Tavip Priawen, Senin (14/1/2019).

Dari pemeriksaan, terungkap tersangka masih berstatus mahasiswa.

"Tersangka berstatus mahasiswa," ujar Tavip tanpa menyebut identitas perguruan tinggi tempat mahasiswa itu menimba ilmu.

Dalam penyergapan itu, seorang teman tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Dijelaskannya, penangkapan ini bermula dari laporan warga mengenai dugaan penyalahgunaan narkoba di Desa Sriwijaya, Kualasimpang.

Polisi kemudian mencurigai dua pemuda yang baru saja meninggalkan lokasi tersebut menggunakan sepeda motor.

Saat disergap, tersangka yang duduk di boncengan memilih turun, sedangkan temannya langsung tancap gas melarikan diri.

"Satu pelaku yang kabur masih terus kami kejar," ungkap Tavip.
Kronologi Gadis Muda Dibunuh Pacar di Aceh Tamiang, Sempat Diajak Jalan Sebelum Dicekik di Sawah

Kronologi Gadis Muda Dibunuh Pacar di Aceh Tamiang, Sempat Diajak Jalan Sebelum Dicekik di Sawah


Kuala Simpang - Gadis Muda bernama Mini Suryani (21), ex pelajar warga Dusun Petua Saleh, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di areal sawah di Kampong Matang Tepah, Kecamatan Bendahara Aceh Tamiang pada Rabu (19/9/2018).

Datok Matang tepah, Suherman kepada Serambinews.com, Rabu (19/9/2018) mengakui  warganya Sulaiman (28)  saat menuju  sawah miliknya menemukan sosok mayat perempuan muda.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan Sulaiman kepada Datok Matang tepah, selanjutnya Datok melaporkan ke Polsek Bendahara.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian SIK melalui,  Kasat reskrim Polres Aceh Tamiang Iptu Dimmas Adhit SIK  membenarkan penemuan mayat perempuan dan telah diketahui identitas mayat tersebut setelah pihaknya melakukan penyelidikan.

Identitas mayat ini bernama Mini Suryani (21), ex pelajar warga Dusun Petua Saleh, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara.

Personil Reskrim Polres Aceh Tamiang hanya butuh waktu 15 jam untuk mengungkap misteri pelaku pembunuhan terhadap wanita muda, Mini Suryani (21), ex pelajar warga Dusun Petua Saleh, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara.

Korban ternyata dihabisi oleh pria yang tak lain pacar dari wanita itu.

Tersangka eksekutor itu adalah Muhammad Iksan yang akrab disapa Bawel (25), waraga Kampong Matang Tepah Kecamatan Bendahara.

Ia ditangkap di rumah keluarga abang iparnya di Kampong Muko Dayah, Kecamatan Bandar Dua Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (20/9) pukul 02.00 WIB dinihari.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasat Reskrim, Iptu Dimmas Adhit memberikan keterangan pers terkait penangkapan tersangka pembunuh wanita muda di Matang Tepah, Kecamatan Kejuruan Muda. Tersangka tak lain pacarnya sendiri. 

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Dimmas Adhit SIK dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Tamiang, Kamis (20/9) mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan yang dilakukan terhadap wanita muda yang ditemukan warga dalam kondisi tewas di sawah itu, setelah dilakukan olah lokasi kejadian dan hasil visum.

Polisi menyimpulkan, korban meninggal dunia akibat jeratan di leher dan hasil identifikasi identitas korban bernama Mini Suryani.

Dari identifikasi korban, selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan didapat infomasi, korban pada malam hari sebelum tewas, sempat jalan-jalan dengan Bawel.

Malam itu korban tidak pulang ke rumah hingga menjelang siang hari ditemukan sudah jadi mayat.

Mendapat petunjuk tersebut, aparat Reskrim Polres Aceh Tamiang langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka dan berhasil ditangkap di Kabupaten Pidie Jaya.

Keterangan sementara tersangka kepada penyidik, motif pembunuhannya, berawal saat keduanya terjadi cek-cok berupa pertengkaran mulut karena tersangka mau pergi ke Banda Aceh namun keinginan kekasihnya ini membuat korban merasa keberatan tersangka pindah ke Banda Aceh.

Dan korban minta ikut juga ke Banda Aceh tapi ditolak oleh tersangka, sehingga puncaknya tersangka mencekik korban di dalam sebuah gubuk sekitar sawah tempat korban ditemukan meninggal.

Diakui, saat cekikan pertama, korban pingsan, lalu korban diseret ke sawah dan dicekik lagi lehernya hingga keluar busa dalam mulut korban, kemudian tersangka mengambil batang padi dan menjerat leher korban hingga dipastikan korban meninggal.

Baru pada paginya ditemukan oleh Sulaiman (28)  warga setempat.

Selanjutnya, untuk menghilangkan jejak pembunuhan, tersangka mengambil HP, sandal, jam tangan serta perhiasan  korban  dan membuanganya ke suatu tempat.

Usai membunuh korban, pelaku menemui kakak iparnya.

Dari situ, dengan  menggunakan sepeda motor miliknya korban melarikan diri  ke Pidie Jaya tempat keluarga kakak iparnya.

 "Kita tangkap tersangka di Pidie Jaya dalam kondisi sedang tidur, dan korban terancam pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara," ujarnya.
Inilah Pelaku Pembunuh Wanita yang ditemukan tewas di Tamiang

Inilah Pelaku Pembunuh Wanita yang ditemukan tewas di Tamiang


Kuala Simpang - Mimi Suryani (22), warga Dusun Petua Saleh, Kampung Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara, yang ditemukan tewas di tengah sawah di Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, Rabu (19/9) kemarin, ternyata gadis tersebut merupakan korban pembunuhan oleh pacarnya sendiri.

"Korban dibunuh pacarnya karena kesal dilarang pergi ke Banda Aceh untuk bekerja," kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian SIK saat konferensi pers di halaman Mapolres setempat, Kamis (20/9).

Sebelum dibunuh, kata Kapolres, antara korban dengan tersangka sempat cek cok mulut. Karena korban bersikeras tidak mau ditinggal pergi oleh pacarnya yang ingin pindah ke Banda Aceh dengan alasan cowoknya untuk bekerja.

Tak terima dilarang ke Banda Aceh, pacarnya bernama Ikhsan alias Bawel (25), warga Kampung Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, merasal kesal, sehingga pelaku tega menganiaya korban dengan cara mencekek lehernya hingga pingsan.

"Korban pertama sekali dicekek di dalam sebuah gubuk di sekitar lokasi korban ditemukan tewas," kata Kapolres.

Setelah korban pingsan, tambah Kapolres, lalu tersangka membopong tubuh korban ke tengah sawah. Dan parahnya, setelah sampai di tengah sawah, pelaku kembali menjerat leher korban menggunakan batang padi hingga tewas.

Usai memastikan korban sudah tewas, kemudian tersangka mengambil telepon genggam, perhiasan dan sandal milik korban guna menghilangkan jejak lalu pelaku pergi meninggalkan korban di tengah sawah.

Setelah meninggalkan korban, sambung Kapolres, pelaku kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada kakak iparnya sambil meminta bantu yang selanjutnya tersangka disuruh ke rumah saudara mereka di Kabupaten Pidie Jaya.

Tersangka berhasil ditangkap Tim Opsnal Satreskrim pada Kamis (20/9) sekitar pukul 02.45 WIB di rumah saudaranya di Dusun Bate Keramat, Desa Muko Dayah, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya. Tersangka ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa, satu ikat batang padi, satu pasang pakaian, satu buah kalung warna kuning, satu pasang anting warna kuning dan satu unit sepeda motor honda beat yang digunakan melarikan diri ke Pidie Jaya.

"Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ungkap Kapolres.
Mayat Perempuan Ditemukan Dalam Sawah di Aceh Tamiang

Mayat Perempuan Ditemukan Dalam Sawah di Aceh Tamiang


Kuala Simpang - Seorang mayat perempuan ditemukan dalam sawah di Kampong Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Sampai saat ini belum diketahui identitas mayat tersebut hingga Rabu (19/9/2018) pukul 11.30 WIB  

Dilansir dari Serambinews, Datok Matang tepah, Suherman, Rabu (19/9/2018) mengakui  warganya menemukan mayat seorang  perempuan saat sedang menuju sawah.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada dirinya selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bendahara.

Sampai saat ini belum diketahui perempuan berusia sekitar 24-26 tahun itu dengan ciri-ciri  wajah bulan bundar, kulit putih, dan rambut ikal lurus.

Ketika ditemukan menggunakan baju kemeja garis garis hitam bunga putih dan menggunakan celana panjang warna hitam.

“Diperkirakan mayat tersebut semalam berada disawah,” ujarnya.

Memang jalan menuju areal persawahan ini, tambah datok, merupakan jalan buntu dan gelap berjarak sekitar 200-300 meter dari rumah penduduk.
Produksi Pertamina EP Rantau Field melampaui target

Produksi Pertamina EP Rantau Field melampaui target


Kuala Simpang - Produksi minyak mentah PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field, Aceh Tamiang mencatatkan hasil positif. Produksi hingga September 2018 telah melampaui target.

Field Manager PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field Hari Widodo menyebut, hingga 10 September 2018, produksi minyak Pertamina EP Rantau mencapai 3.215 barel oil per day (bopd) dari target 2.730 bopd. Sementara realisasi produksi gas mencapai 3,9 juta kaki kubik (mmscfd) dari target 3,4 mmscfd.

"Kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi di Aceh Tamiang mencatat kinerja cukup baik. Dari PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Field sudah melewati target yang ditetapkan," ujar Hari melalui siaran pers.

Hari bilang, produksi tersebut, berasal dari pengelolaan atas 144 sumur aktif. Rinciannya, terdiri atas 105 sumur produksi ditambah 38 sumur injeksi.

Untuk menahan laju penurunan alamiah (natural decline), lanjut Hari, manajemen telah melakukan kegiatan reparasi, reopening, reaktivasi sumur suspended, melakukan cased hole logging dan implementasi waterflood.

Hasil menunjukkan, walau sudah diproduksi dari tahun 1928, namun potensi reservoir di Field Rantau masih menjanjikan untuk di exploitasi, yang artinya masih bisa memproduksi minyak dengan laju produksi yang cukup besar.

"Melihat pencapaian produksi yang cukup menggembirakan seperti saat ini, diharapkan produksi di Rantau Field bisa semakin baik," imbuh Hari.
Sampah Kayu Menumpuk di Bawah Jembatan Titi Kuning Rantau Aceh Tamiang

Sampah Kayu Menumpuk di Bawah Jembatan Titi Kuning Rantau Aceh Tamiang


KUALASIMPANG – Tingginya curah hujan di hutan hulu Aceh Tamiang, membuat air sungai Tamiang membawa sampah kayu dan menumpuk di bawah Jembatan Titi Kuning Rantau, Kampong Alur Manis, Kecamatan Rantau.

Tim BPBD Aceh Tamiang bersama petugas PT Pertamina Rantau menggunakan alat berat membersihkan tumpukan sampah yang dikhawatirkan akan menghantam tiang jembatan.

Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Tamiang, Muhammad Husni kepada Serambinews, Minggu (16/8/2018) mengatakan, curah hujan dalam seminggu terakhir ini tinggi di Aceh Tamiang, terutama di hutan hulu Aceh Tamiang.

Diperkirakan, sampah ranting kayu ini dibawa turun dari pinggir hutan yang ada di Tamiang dan Gayo Lues.

”Kita segera antisipasi tumpukan sampah ini dengan cara mengangkatnya," kata Husni.

Dibantu pihak PT Pertamina Rantau, batang kayu dan ranting kayu ini diangkat ke darat menggunakan alat berat. Kkarena jika dibiarkan berada di bawah jembatan, dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kondisi tiang jembatan.