Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Aceh Pidie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nanggroe-Aceh Pidie. Tampilkan semua postingan
84 KK Warga Blok Sawah, Pidie Korban Penggusuran Pertanyakan Pembangunan Rumah

84 KK Warga Blok Sawah, Pidie Korban Penggusuran Pertanyakan Pembangunan Rumah


Sigli - Sedikitnya 84 Kepala Keluarga (KK) dari total 124 KK korban penggusuran di bekas tanah Kereta Api Indonesia (KAI) di Gampong Blok Sawah, Kota Sigli, Pidie mempertanyakan realisasi pembangunan rumah mereka, Selasa (8/1/2019).

Penggusuran warga ini dilakukan Pemkab Pidie pada masa pemerintah sebelumnya (Bupati Sarjani-Iriawan) untuk memperluas areal membangun baru Masjid Agung Al Falah yang merupakan masjid kabupaten.

Tahap pertama, sudah dibangun 40 unit rumah tipe 36 di lokasi Jalan Baru Gampong Blok Sawah dan sudah ditempati.

Sehingga untuk tahap kedua sebanyak 84 KK korban penggusuran ini belum memiliki rumah.

Akibatnya mereka menyewa dan ada pula yang menumpang di rumah keluarga serta pulang kampung halaman karena ketiadaan biaya sewa rumah.

Ketua Komisi C DPRK Pidie, Isa Alima mengutip beberapa warga Blok Sawah kepada Serambi, Selasa (8/1/2019) menaruh prihatin melihat korban penggusuran ini belum ada rumah.

"Untuk bayar sewa rumah mereka ada berutang sampai Rp 10 juta per tahun bahkan lebih, ini sudah berjalan tahun ketiga," ujar Isa Alima

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie, Muhammad Adam mengatakan, pemerintah terkendala kekurangan dana timbunan.

"Kita sudah lakukan penimbunan dari dana tahun 2018 menghabiskan dana diplotkan sekira Rp 500 juta. Ternyata di lokasi masih kurang padat timbunannya," jelas Adam.

Sehingga, solusinya diminta aparatur gampong bisa membantu dari dana desa kekurangannya sehingga padat. 

Sebab dana timbunan 2018 sudah terpakai seluruhnya untuk menimbun area itu sekira 1 hektare lebih. Sedangkan dana untuk bangunan rumah sudah dipersiapkan dari DIKA 2019.
Digeledah dan Ditemukan Sabu, Dua Warga Diboyong ke Polres Pidie

Digeledah dan Ditemukan Sabu, Dua Warga Diboyong ke Polres Pidie


Sigli - Sat Narkoba Polres Pidie meringkus dua warga secara terpisah di Pidie, Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 20.00 WIB.

Polisi awalnya meringkus Anwar Abubakar (40) sebagai sopir warga Gampong Cut, Peudaya, Kecamatan Padang Tiji.

"Anwar kita tangkap dalam perjalan pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor. Kita mencegatnya, sekaligus memeriksanya yang ternyata satu paket sabu ukuran kecil telah dibuang," kata Kasat Narkoba Polres Pidie, Iptu Yusra Aprilla, Kamis (13/12/2018).

Ia menjelaskan, hasil pengembangan, polisi akhirnya memburu rekan pelaku yang diketahui bernama Harnudin M Ali (38).

Polisi akhirnya meringkus Harnudin di rumahnya di Gampong Sorong, Kecamatan Pidie.

"Kami menemukan barang-bukti (BB) di rumah Harnudin sebelas paket sabu yang dibungkus dengan plastik bening. Kini kedua warga bersama BB telah diboyong ke Sat Narkoba Polres Pidie," pungkasnya.
Dua Hari Setelah Suami Dibunuh, Istri Bripka Faisal Melahirkan Bayi Laki-Laki, Banjir Do'a Netizen

Dua Hari Setelah Suami Dibunuh, Istri Bripka Faisal Melahirkan Bayi Laki-Laki, Banjir Do'a Netizen


Lhoksukon - Bripka Anumerta Faisal telah pergi untuk selamanya meninggalkan Siti Nur Rahmi (27), sang istri tercinta.

Bripka Anumerta Faisal gugur ketika terlibat baku hantam dengan kelompok kriminal bersenjata di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (26/8) lalu sekitar pukul 01.00 WIB.

Faisal, meninggal dunia setelah ditikam kelompok yang diduga sindikat narkoba, di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Dia menemui ajal setelah mengalami sejumlah luka tusuk di wajah dan tubuhnya.

Brigadir Faisal gugur saat menjalankan tugas kesatuan, yakni menyergap komplotan yang diduga mendaratkan narkoba dengan perahu motor di lokasi tersebut.

Namun tak disangka, dua hari setelah Faisal meninggal, sang istri Rahmi yang sedang hamil besar melahirkan bayi yang ia kandung.

Bayi mungil itu dilahirkan di rumah orangtua Siti di Gampong Dayah Tuha, Mukim Beuracan, Pidie Jaya.

Bayi mungil tersebut lahir lebih cepat ketimbang prediksi dokter.

Sebelumnya, Rahmi yang tengah hamil delapan bulan diperkirakan akan melahirkan pada September 2018.

Menurut informasi yang beredar, satu di antaranya diunggah pengguna akun Facebook Dedi Suheri, buah cinta Rahmi dengan Faisal tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Informasi itu diposting Dedi Suheri di grup Komunitas Cinta Polri.

Siti Nur Rahmi melahirkan seorang bayi laki-laki, Selasa (28/8/2018) pukul 11.00 WIB.

"Alhamdulillah pada Tanggal 28_08_2018. Telah lahir anak Almarhum dari Bripka Faisal yang gugur dalam tugas.

Semoga anaknya menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan negara. Semoga dapat melanjutkan perjuangan sang ayah suatu hari nanti," tulisnya.

Postingan tersebut hingga pukul 18.30 WIB telah dibagikan ratusan kali.

Bahkan banyak komentar netizen yang mengucapkan selamat dan do'a kepada Siti Nur Rahmi dan bayinya yang baru dilahirkan dalam kondisi yatim karena ditinggal pergi sang ayah untuk selamanya.

Warganet juga mendoakan agar sang ibu tabah dan kuat menjalani semua cobaan ini.

Berikut sejumlah komentar netizen yang dikutip Serambinews:

Maya Sarie: Ya Allah... Sabar ya adek bayi n mmhnya

Ine Yanti: Wajahnya wajah almarhum ayahnyaa

Deena Lovelytwin: Aaaminn YRA mirip banget kya Ayahny

Lukman Arif: Lanjutkan perjuangan ayahmu nak.

Rizal Ratta: Aamiin yra semoga menjadi anak yg sholeh

Sebelumnya diberitakan, Siti Nur Rahmi (27) tak kuasa menahan tangis ketika jenazah suaminya, Bripka Anumerta Faisal tiba di rumah di Desa Rambong, Kemukiman Beuracan, Kecamatan Meurudue, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (27/8/2018) menjelang sore.

Dikutip Serambinews.com dari Kompas.com, Ambulans milik Polres Aceh Utara menghantarkan jenazah pria yang akrab disapa Birong itu diiringi sejumlah perwira polisi, termasuk Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian.

Mengenakan jilbab merah muda yang membalut sekujur tubuhnya dengan baju terusan panjang bermotif bunga, Siti tampak sangat sedih.

Pria yang dicintainya itu telah pergi untuk selama-lamanya saat Siti Nur Rahmi sedang mengandung buah cintanya dengan sang bhayangkara muda.

Usia kandungannya saat itu sudah delapan bulan.

“Yang sabar Nak, ayah sudah tiada,” ucap Rahmi sembari mengelus perutnya.

Jenazah Faisal dimakamkan tak jauh dari rumah, persis di sisi kiri.

Rekan-rekannya menghantarkan kepergiannya dengan penuh haru.

Ia dikenal pemberani.

Wajahnya gahar, namun dikenal rajin beribadah.

Sejumlah pengurus bhayangkari menemaninya.

Bahkan, Ketua Bhayangkari Aceh Utara Silvya Ian Rizkian memeluk Rahmi berkali-kali.

Silvya juga memegang payung agar Rahmi tak kepanasan saat menyaksikan prosesi pemakaman. Rahmi berusaha tegar.

Namun air matanya terus menetes.

Ia pun berkali-kali menyeka air matanya dengan tisu putih.

Sang suami tak meninggalkan pesan apa pun sebelum kepergiannya.

Hanya saja, setiap hari suami berpesan agar jaga kesehatan dan menjaga buah hati mereka.

“Beliau orang baik, sangat baik dan penyayang,” kata Rahmi.

Faisal dilahirkan di Desa Rambong, Pidie Jaya, pada 27 April 1986.

Dia dikenal berani dalam menjalankan berbagai misi penangkapan pelaku kriminal.

Tiga hari sebelum meninggal, Faisal sempat berpesan kepada atasannya Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholidiansyah bahwa hidup hanya sementara dan ibadah adalah keabadian.

“Tiga hari lalu, Iptu Reski ngobrol dengan Brigadir Faisal. Konteksnya soal tugas dan dedikasi untuk negara. Faisal bilang bahwa selalu meningkatkan ibadah pada Allah SWT dan membaca Al Quran untuk dijadikan pedoman hidup. Jika itu rujukannya, maka tugas berjalan lancar,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian.

Faisal meninggal saat menjalankan tugas menyelidiki informasi dari masyarakat terkait kapal yang diduga gembong narkoba dan bersenjata api.

 “Saya berduka, dia bhayangkara sejati, tepat waktu, tepat tugas, dan baik antar sesama bhayangkara. Saya bangga atas kinerjanya selama ini, saya berdoa Allah SWT menempatkannya di surga, amin,” kata Ian Rizkian.

Sebelumnya, diberitakan Faisal gugur saat menjalankan tugas.

Bripka Anumerta Faisal meninggal ditikam oleh pelaku yang diduga hendak menyelundupkan narkoba di kawasan Pantai Bantayan, Aceh Utara, Minggu (26/8/2018).


Sopir Dump Truk di Tiro Ditodong Pakai Senpi, Kernet Sempat Berduel dengan Pelaku

Sopir Dump Truk di Tiro Ditodong Pakai Senpi, Kernet Sempat Berduel dengan Pelaku

ilustrasi

WartaAcut.com - Seorang sopir mobil dump truk bernama Jamaluddin Abubakar (50) mengaku ditodong dua pria menggunakan senjata api (senpi) laras panjang saat mengambil pasir di sungai Desa Pulo Tambo, Kecamatan Tiro, Pidie, Rabu (27/9/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Jamaluddin tercatat warga Desa Trieng Judo Tunong, Kecamatan Tiro mengambil pasir bersama Ibnu Saddam sebagai kernet warga Desa Tambo kecamatan sama.

Saat mengambil tiba-tiba datang dua pelaku, satu pelaku menenteng senpi laras panjang. Pelaku minta diserahkan uang. Sehingga sempat terjadi duel Ibnu Saddam dengan salah satu pelaku.
"Korban (Ibnu Saddam ) lari karena takut salah seorang rekan pelaku mengarahkan senpi ke arah korban," kata Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, kepada serambinews.com, Kamis (28/9/2017).

Lanjutnya, Jamaludin tinggal sendiri dalam dump truck. Dua pelaku menggeledah dump truck dan menemukan uang Rp 1 juta milik Jamaluddin.

"Jamaludin mengaku sempat dipukul pelaku dengan popor senjata sehingga luka di bagian kening. Kasus itu, kini telah ditangani polisi," tuka Kapolres Andy. (Sumber)
Polisi Periksa Empat Sipir Rutan Sigli

Polisi Periksa Empat Sipir Rutan Sigli

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, meninjau Posko Pemenangan Rakyat Pidie cabup-cawabup nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud di pinggir jalan nasional, Gampong Ulei Cot Seumpeng, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Senin (6/3/2017). Posko tersebut diberondong orang tak dikenal menggunakan senpi laras panjang. SERAMBI/M NAZAR 

WartaAcut.com - Satuan Reskrim Polres Pidie menjadwalkan pemeriksaan empat sipir Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sigli terkait kaburnya seorang narapidana (napi) bernama Ismail Ramli (35) yang divonis dalam dua perkara yaitu penembakan posko cabup Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) dan sabu. Pemeriksaan keempat sipir dijadwalkan Senin (25/9).

Ismail Ramli terlibat penembakan posko Abusyik di Gampong Cot Ulee Seupeng, Kecamatan Peukan Baro, Maret 2017. Untuk perkara penembakan posko Abusyik, majelis hakim PN Sigli memvonis terdakwa dua tahun penjara sedangkan untuk perkara sabu divonis tujuh tahun.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Samsul, menjawab Serambi, Sabtu (23/9) mengatakan, polisi akan memeriksa empat sipir yang tugas piket pada saat Ismail Ramli kabur. Keempat sipir yang diperiksa yaitu Kamaruddin, Irwansyah, Syahbuddin, dan M Yunus.

Pemeriksaan sipir, katanya, masih sebagai saksi terkait kronologis kaburnya napi tersebut. Keempat sipir akan diperiksa secara meraton oleh personel Sat Reskrim Polres Pidie, Senin (25/9).
Menurutnya, pemeriksaan sipir itu masih dalam tahap lidik polisi dan belum penyelidikan. Sipir sedianya kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik sehingga polisi lebih mudah mengungkapkan kasus kaburnya sang napi.

Disinggung apakah Kepala Rutan Sigli akan ikut diperiksa, menurut AKP Samsul, pemeriksaan kepala rutan tergantung hasil pemeriksaan empat sipir tersebut. Jika memang hasil pemeriksaan sipir perlu diperiksa, maka kepala rutan akan tetap diperiksa.

„Sejauh ini kita hanya memeriksa empat sipir yang bertugas pada malam itu. Jika nantinya hasil pemeriksaan keempat sipir itu terlibat, maka tetap akan diproses secara hukum,“ tegasnya.
Dikatakan, pada hari yang sama polisi juga akan memeriksa tiga napi yang tidur satu kamar dengan Ismail. Mereka adalah Jamal, Fadhil, dan Hanifuddin. Pemeriksaan napi akan dilakukan setelah pemeriksaan sipir. Sementara untuk olah tempat kejadian perkara (TKP) yang merupakan lokasi sipir kabur, sudah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Hasil olah TKP menyebutkan Ismail Ramli kabur melalui jeruji besi kamar mandi yang kemudian menerobos ke atap. Ismail meloncat ke bawah saat sampai di pintu depan rutan. Lalu, yang bersangkutan melarikan diri menggunakan sepeda motor kawannya yang telah siaga di jalan.
Seperti diberitakan, Ismail Ramli (35) pelaku penembak posko calon bupati (cabup) Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik kabur dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Benteng Sigli, Jumat (22/9) sekira pukul 04.00 WIB dinihari.

Ismail sebagai napi Rutan Sigli tercatat warga Gampong Dayah Keurako, Kecamatan Indrajaya, Pidie telah divonis sembilan tahun penjara oleh PN Sigli. Ismail divonis dalam dua perkara, yaitu dua tahun penjara untuk perkara penembakan posko Abusyik dan tujuh tahun penjara dalam perkara narkoba jenis sabu.(Sumber)
Kronologis: Cara Napi Penembak Posko Abusyik Kabur dari Rutan Sigli

Kronologis: Cara Napi Penembak Posko Abusyik Kabur dari Rutan Sigli

Ilustrasi

WartaAcut.com - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sigli, Baharuddi SH mengatakan, napi bernama Ismail Ramli (35) kabur dari rutan itu pada Jumat (22/9/2017) sekitar pukul 04.00 WIB.
Ia kabur dengan cara merusak jeruji besi di kamar mandi.
Setelah merusak jerusi besi kamar mandi, Ismail Ramli menerobos ke atas atap Rutan lalu melompat ke bawah dan kabur.

Ismail Ramli tercatat sebagai warga Gampong Dayah Keurako, Kecamatan Indrajaya, Pidie.
Ia ditahan di kamar 16 rutan tersebut.
"Sipir rutan mengetahui napi kabur saat mendengar suara di atap. Sipir berusaha mengejar Ismail, tapi dia melompat ke bawah," kata Baharuddin menjawab Serambinews.com, Jumat (22/9/2017).

Ternyata sesampai di bawah, Ismail telah ditunggu temannya menggunakan sepeda motor yang langsung tancap gas ke arah Desa Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli.
Sipir tidak berani mengejar saat Ismail kabur bersama rekannya, karena khawatir memiliki senjata.

Seperti diketahui, Ismail adalah napi dalam kasus penembakan posko calon bupati (cabup) Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik di Desa Cot Ulei Seupeng, Kecamatan Peukan Baro pada Maret 2017.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sigli telah menjatuhi hukuman terhadap terdakwa bersama empat rekannya masing-masing dua tahun penjara.

Ismail Ramli juga telah divonis majelis hakim tujuh tahun penjara dalam perkara narkoba jenis sabu. Sehingga total hukuman yang harus dijalani Ismail sembilan tahun penjara.(Sumber)