Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Aset Triliunan dari Bisnis Haram Disita, Gembong Narkoba: Ujungnya Saya Memperkaya Negara Juga

Aset Triliunan dari Bisnis Haram Disita, Gembong Narkoba: Ujungnya Saya Memperkaya Negara Juga



BANTEN - Setelah mendekam dipenjara sejak tahun 2016 lalu, tidak membuat gembong narkoba kelas kakap M Adam (47) terdiam.
M Adam yang kini masih mendekam di Lapas Cilegon, Banten itu justru lebih ganas dari pada yang diduga.
Dikutip dari Kompas, dari balik jeruji besi, M Adam berhasil mengendalikan jaringan peredaran narkotika.
Hal itu terungkap saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri berhasil menangkap 3 pelaku yang merupakan anak buah dari M Adam.
Dari dalam lapas, pria kelahiran Tembilahan tahun 1972 itu dibantu Munira yang merupakan istrinya, serta temannya, Rike dan Denny.
Setelah penyidik BNN melakukan pengembangan kasus terhadap anak buah Adam, terbongkar aset kekayaan yang nilainya puluhan miliar milik Adam.
Kekayaan Adam yang didapat selama menekuni bisnis narkoba sejak tahun 2000 lalu akhirnya disita oleh BNN.
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depri mengatakan, sejumlah aset milik Adam sudah disita.
Salah satu aset berupa rumah mewah senilai Rp 2,5 Miliar yang terletak di kawasan Elit Bukit Indah Sukajadi Batam.
Petugas BNN juga mengamankan sejumlah barang berupa mobil mewah, emas batangan, batu mulia, rumah, uang tunai berupa pecahan dolar singapura, ringgit serta pecahan rupiah.
Selain itu juga ada jam mewah bernilai miliaran rupiah, sembilan unit kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang ke pulau-pulau yang ada di Indonesia.
"Ini semua barang hasil pencucian uang yang kita selidiki. Dan kita masih akan melakukan penyelidikan lagi," tegasnya Arman.
Banyaknya aset yang dimiliki Adam ternyata sebagai tipuan agar orang tidak mengetahui kalau dirinya merupakan seorang bandar narkoba.
Foto kekayaan Muhammad Adam, Bos Narkoba yang disita BNN TRIBUNBATAM/Beres Lumbantobing
"Dia mengakunya sama orang sebagai pengusaha. Semua harta dia ini untuk mengelabui saja supaya orang tidak curiga kalau dia pemaian Narkoba," ucap Arman.
BNN juga membawa 18 mobil berbagai merk dari Pekanbaru ke Batam.
Mobil itu diambil dari showroom miliknya yang ada di Pekabaru.
Sepak terjang Adam di dunia hitam sudah tidak perlu diragukan lagi.
Bermodalkan sambungan HP ia bisa mengatur peredaran narkoba di Indonesia.
Bahkan dari dalam penjara, Adam juga bisa menjalankan semua aset pribadi miliknya.
Dari jual beli mobil, ruko, moda transportasi laut hingga membeli rumah di kawasan Bukit Indah Sukajadi.
Adam yang dulunya seorang petani kini harus berpisah dengan ketiga anaknya yang masih duduk dibangku sekolah.
Ditanya keterlibatan istrinya dalam bisnis haram, Adam mengaku bahwa istrinya tidak pernah sama sakali mengetahui hal tersebut.
"Jangan bawa-bawa mereka yang tidak tau, istri saya yang pertama itu sama sekali tidak mengetahui. Kalau wanita yang tertangkap saat ini itu memang calon istri namun belum resmi menikah," cetusnya dengan gaya santai.
"Sebenarnya saya dengan istri yang pertama itu sudah cerai, namun kini dia minta balik kembali kepada saya," katanya.
Atas perbuatannya, Adam mengaku menyadari hal tersebut.
"Sebenarnya bisnis saya ini menghancurkan generasi bangsa, namun harus bagaiaman lagi lah. Sudah terlanjur terjadi," cetus Adam dengan raut memelas.
Kekayaan tersangka M Adam, Nara Pidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilegon yang sempat divonis mati namun dianulir MA menjadi 20 tahun mencapai Rp 12,5 triliun. (KOMPAS.COM/HADI MAULANA)
"Tapi semua yang saya lakukan ini pada akhirnya memperkaya negara juga kan. Toh ujungnya kan, hasil tangkapan saya buat memperkaya negara juga, semuanya harta saya disita."
"Jutaan anak bangsa memang rusak dibuat bisnis saya ini, iyaudah saya minta maaf deh."
"Saya pun akan bertobat lah, sebab semua hasil kerjaan saya disita negara. Harta saya sudah habis tersita semua, saya sudah iklas kok," ujarnya.
Lebih menariknya lagi, Adam yang merupakan seorang pengedar itu tidak pernah sama sekali mencicipi narkoba.
"Saya tidak pemakai narkoba, sifatnya saya hanya mengedarkan saja, melalui jasa transportasi dari malasysia dan singapore," tegas Adam.
Saat di tahanan, Adam mengaku untuk kebutuhannya selama satu bulan menghabiskan Rp 30 juta.
"30 juta itu untuk kebutuhan makan saya disana, beli rokok lah, makan. Untuk membelinya saya suruh sipir lalu saya kasih uang rokok," ujarnya.
Saat ditanya cara kerja saat menjalankan peredaran narkotika jaringan internasional, Adam menyebutkan semuanya dengan manfaatkan teknologi.
Adam menceritakan hal itu dilakukannya dengan satu unit handphone yang dibawa masuk ke dalam ruang tahanan.
"Mereka itu sistemnya antar bos, saya juga tidak kenal mereka. Itu semua bermula saat saya belum tertangkap, awalnya kan saya sudah kenal dan bangun relasi dengan tekan di Malaysia dan Singapore. Lalu atas dasar komunikasi itu lah yang berlanjut hari ini, kata Adam.
Deputi Pemberantasan Badan Narkotikan Nasional (BNN RI) Irjen Pol Arman Depari bahkan mengakui kehebatan terpidana M Adam.
"Bagaimana seorang narapidana bisa mengendalikan peredaran narkoba jaringan internasional kalau bukan ada apa apanya," ujar Arman Depari.
"Dia ini orang hebat, hal itu terbukti saat pengadilan memvonisnya dengan hukuman mati, namun berhasil membuat hukuman menjadi 20 tahun," tegas Arman.
Arman menyebutkan saat ini pihaknya terus melakukan upaya pendalaman kasus M Adam.
(*)
Huawei Akhirnya Diperbolehkan Kembali Berbisnis Dengan Perusahaan AS

Huawei Akhirnya Diperbolehkan Kembali Berbisnis Dengan Perusahaan AS



Setelah sejak pertengahan Mei masuk dalam daftar hitam perdagangan AS, akhirnya Huawei diperbolehkan kembali untuk berbisnis dengan perusahaan AS.

Hal ini disampaikan sendiri oleh Presiden Trump dalan sebuah konferensi pers yang dihelat di acara G20 Summit di Osaka.

Melansir Android Authority, Trump menyebut bahwa "Perusahaan AS boleh menjual perangkat mereka ke Huawei," tanpa menyebut lebih detil lagi.

"Kita berbicara tentang perangkat yang tidak ada permasalahan keamanan nasional yang besar di sana," tambahnya.

Masih benar-benar belum jelas apa maksud dari ucapan Trump untuk saat ini, namun Huawei kini telah bisa melakukan bisnis komponen dengan Qualcomm dengan deretan produk prosesornya, serta tentunya Android OS dari Google.

Perusahaan AS Hanya "Boleh Menjual"

Dilaporkan oleh Bloomberg, beberapa perusahaan chip asal AS melobi Trump untuk meringankan batasan Huawei untuk berbisnis dengan perusahaan AS. Trump sendiri dalam konferensi tersebut punya jawaban untuk ini.

"Saya berkata kalau itu boleh saja, bahwa kita tetap menjual produk tersebut, yang merupakan produk Amerika buatan perusahaan Amerika, dan itu sangat rumit, ngomong-ngomong," ungkap Trump.

"Saya telah menyetujui untuk menjual produk tersebut sehingga perusahaan Amerika akan berlanjut," tutupnya.

Perusahaan chip yang melobi Trump tersebut dilaporkan adalah Intel dan Xlink.

Huawei sendiri menghabiskan sekitar 11 milyar USD untuk membeli perangkat di Intel, Qualcomm, dan Micron saja.

Huawei Masih Dalam Daftar Hitam

Untuk saat ini, Huawei masih ada dalam daftar hitam perdagangan tersebut. Daftar yang bernama "Entity List" atau daftar entitas tersebut belum memiliki keputusan formal untuk mengeluarkan Huawei dari sana.

Diskusi antara Tiongkok dan AS masih berlangsung, dan Trump masih menyebut bahwa Huawei adalah risiko dan ancaman keamanan negara bagi Pemerintah AS.

AS dan Tiongkok sendiri sedikit banyak telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang keduanya. Putaran tarif terbaru yang akan berlaku di masa depan telah ditangguhkan, sementara Tiongkok setuju untuk membeli lebihbanyak produk pertanian dari petani AS.

Meski demikian, Huawei sendiri diharapkan sudah mulai 'kembali normal' dalam waktu dekat ini. Hal ini berarti dalam beberapa hari ke depan, diharapkan Huawei telah berbisnis kembali dengan Qualcomm, Intel, dan deretan perusahaan AS lainnya.

Meski demikian, Huawei tak bisa menjual balik perangkat besutannya, seperti smartphone dan instrumen jaringan telekomunikasi 5G, kepada AS.
Jangan Biarkan Remaja Aceh Larut Berbisnis Narkoba

Jangan Biarkan Remaja Aceh Larut Berbisnis Narkoba



Untuk kesekian kalinya Harian Serambi Indonesia kembali mengangkat kasus narkoba sebagai berita utama di halaman 1 koran ini, Minggu kemarin. Dua hari berturut-turut Serambi mewartakan bahwa delapan warga Aceh ditangkap di ruang pemeriksaan maupun di ruang tunggu Bandara Sultan Syarif Kasiem (SSK) ll saat hendak naik pesawat Lion Air 983 tujuan Surabaya, Jawa Timur.
Warga Aceh yang ditangkap itu terdiri atas tujuh remaja dan seorang dewasa yang berprofesi sebagai petani. Mereka ditangkap petugas Bandara Sultan Syarif Kasiem (SKK) II Pekanbaru, Riau, Minggu (28/6/2019) pukul 05.05 WIB karena ketahuan menyelundupkan sabu-sabu yang disembunyikan di sol sepatu masing-masing tersangka. Setelah dihitung jumlahnya 34 bungkus dengan total berat 4,1kg.
Para tersangka juga mengaku bahwa mereka hanyalahkurir dan dijanjikan akan mendapat imbalan Rp 7 juta per orang jika berhasil mengantarkan paket sabu-sabu tersebut ke pemesan di Surabaya. Modus memasukkan sabu-sabu ke sepatu sudah dua kali mereka lakukan, tapi baru pada kali ketiga ini tercium petugas dan mereka pun ditangkap.
Menilik anatomi kasus ini tampak jelas bahwa ketujuh remaja dan satu petani itu nekat melibatkan diri dalam bisnis narkoba gara-gara tergiur uang atau demi mendapatkan untung dengan cara mudah, bahkan tanpa perlu mengeluarka keringat. Karena ketagihan cari uang dengan cara seperti ini mereka bahkan mengulanginya sampai tiga kali. Untung saja aksi kali ketiga ini berhasil digagalkan petugas. Jika tidak, para remaja Aceh ini akan terus larut dan berasyik masyuk dengan bisnis barang haram.
Mereka tak lagi takut akan dosa dan hukum negara. Merekajuga tak peduli berapa banyak generasi muda sebaya atau di bawah usia mereka di Surabaya sana yang akan rusak sel-sel sarafnya oleh narkoba. Padahal, di Aceh saja yang penduduknya cuma 5,2 juta orang tercatat 63.000 orang lebih pengguna narkoba yang belum terobati karena Aceh belum punya panti rehab.
Semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Aceh Utara, tempat mayoritas para remaja kurir sabu itu berasal, termasuk Pemerintah Aceh, perlu mencermati dan ambil peduli terhadap kondisi ini. Terutama karena sebagian remaja Aceh ternyata dengan sadar menjadi kurir sabu, padahal ancaman hukumannya sangatlah berat. Kita pantas prihatin bahkan meratapi fakta bahwa semakin banyak saja remaja Aceh terlibat jadi konsumen, pengedar, bahkan kurir sabu.
Kita lebih prihatin lagi karena satu dari 100 pelajar di Acehpositif terlibat narkoba. Mereka inilah yang akan menjadi generasi penerus Aceh. Generasi yang sangat tidak pantas kita harap dan banggakan. Belum lagi 68% dari 6.400 napi di Aceh saat ini terlibat narkoba. Selain itu, hampir 75% bisnis narkoba di Aceh dikendalikan dari dalam penjara. Sebanyak 21 orang warga Aceh kini dituntut hukuman mati karena pemilikan narkoba.
Pada puasa Ramadhan lalu sejumlah pemuda Aceh ditangkap di Jawa saat menyelundupkan 35 kg sabu dari Langsa ke Jakarta via Medan. Semua ini makin membuktikan bahwa remaja dan pemuda Aceh kian banyak tergiur berbisnis narkoba. Untung yang besar tanpa harus menuggu lama menjadi daya tarik utama mereka menekuni bisnis haram ini.
Di balik semua itu sangat mungkin pula kawula mudaAceh terpengaruh berbisnis sabu karena pertimbangan daripada menganggur. Kita tahu angka pengangguran di Aceh masih terbilang tinggi, bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional. Sekitar 178.000 orang tenaga produktif di Aceh menganggur karena minimnya peluang kerja.
Nah, bila ternyata alasan utama mereka nekat berbisnis narkoba karena tidak tersedianya pekerjaan yang pantas dan halalanthayyiban, pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Aceh tak boleh lepas tangan atau bersikap apatis dan tawakal saja terhadap realitas ini. Menyadari Aceh sudah sejak 2015 darurat narkoba, maka pemerintah, BNNP, guru, dan orang tua harus bahumembahu mengatasi persoalan ini jika tak ingin generasi penerus Aceh kelak menjadi generasi narkobais dan paling buruk kualitasnya dibanding generasi dari provinsi lain.
Bitcoin Tembus Harga 10.000 Dollar Amerika Serikat, Terdorong The Fed dan Facebook

Bitcoin Tembus Harga 10.000 Dollar Amerika Serikat, Terdorong The Fed dan Facebook



Bagi investor bitcoin, nampaknya Anda harus berterima kasih kepada The Fed dan Facebook.
Sebab, dengan dorongannya, bitcoin tembus mendekati harga 10.000 dollar AS per 1 BTC untuk pertama kalinya sejak Maret 2018.
Meningkatnya kemungkinan pemangkasan suku bunga yang akan dilakukan The Fed pada bulan Juli mendatang telah mendorong nilai tukar dollar AS lebih rendah.
Rendahnya dollar AS merupakan hal positif untuk bitcoin dan emas, yang dipandang sebagai mata uang alternatif yang harus reli ketika bank sentral mengambil tindakan untuk memangkas suku bunga.
Pekan ini, baik Gubernur The Fed Jerome Powell dan Gubernur Bank of England Mark Carney pun mengindikasikan bank sentral akan melihat bitcoin dan cryptocurrency lainnya dengan pikiran terbuka.
Pernyataan tersebut bisa berarti regulasi lebih lanjut, yang kemungkinan akan menyebabkan berkurangnya volatilitas untuk bitcoin dan lebih banyak legitimasi di pasar keuangan global.
Selain The Fed, tembusnya bitcoin ke angka fantastis tersebut juga didorong oleh Facebook, sebuah situs jejaring sosial yang baru-baru ini meluncurkan mata uang kripto, Libra.
Pengenalan Facebook tentang Libra kepada masyarakat telah dipandang sebagai sesuatu yang dapat membawa mata uang kripto keluar dari bayang-bayang dan dikenal orang banyak.
Dari situ, mungkin akan banyak orang yang menggunakan mata uang kripto sebagai metode pembayaran yang sebenarnya, alih-alih menganggapnya sebagai peluang perdagangan jangka pendek yang membuat investor cepat kaya.
"Libra akan mengekspos 2 miliar pengguna Facebook ke mata uang kriptonya. Karena jaringannya yang besar dengan lebih dari 2 miliar pengguna, produk-produk yang diluncurkan Facebook mampu menjangkau jaringan yang luas," kata Jasper Lawler, kepala penelitian London Capital Group dikutip dari CNN, Minggu (23/6/2019).
"Libra akan membiakkan keakraban mata uang kripto ke khalayak yang lebih luas. Sebanyak 2 miliar pengguna Facebook sekarang akan jauh lebih terbuka untuk Bitcoin dan altcoin lainnya," tambah Lawler.
Tapi sebenarnya, kata Lawler, alih-alih membantu bitcoin, kemunculan Libra bisa menyakiti bitcoin.
Konsumen mungkin akan lebih suka koin stabil seperti Libra daripada bitcoin dan mata uang kripto lain yang harganya selalu berubah drastis.
"Sementara itu mata uang kripto lainnya, seperti bitcoin, dikenal dengan volatilitasnya, Libra akan distabilkan oleh operatornya yang akan mendukung setiap unit mata uang kripto dengan aset dunia nyata," kata analis kebijakan senior di Information Technology and Innovation Foundation, Alan McQuinn.
Bahkan, lonjakan drastis bitcoin yang telah melonjak hampir 170 persen dari 3.700 dollar AS pada akhir 2018 pada akhirnya disinyalir bakal menakuti investor jangka panjang.
"Daya tarik bitcoin masih terlalu terbatas untuk investor rata-rata. Sangat berisiko dan volatilitasnya ekstrem," kata manajer portofolio ekuitas global di Newton Investment Management, Paul Markham menambahkan.
3 Indikasi Keuangan Anda Tidak Sehat, Apa Saja?

3 Indikasi Keuangan Anda Tidak Sehat, Apa Saja?


Jakarta - Banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui sehat dan tidaknya keuangan Anda. Menurut CEO Zap Finance, Prita Ghozie, salah satu cara mudahnya adalah dengan menggunakan teknik financial check up. “Saya yakin banyak orang yang benci dengan kalkulasi dan hitung-hitungan, maka dari itu, Anda bisa memilih teknik financial check up sebagai acuan,” katanya dalam acara Financial Journey yang diselenggarakan pada 9 Maret 2019 di Jakarta.

Selain menganalisa tanpa angka, teknik ini akan mempermudah Anda karena hanya akan berpacu pada kondisi dan situasi. Lantas, kondisi dan situasi seperti apa yang dimaksud Prita? Prita menyebutkan ada tiga indikator untuk teknik ini. Yang pertama berhubungan dengan keterlibatan Anda dengan hutang. “Nah, coba ditanya kepada diri sendiri, apakah Anda memiliki hutang atau tidak,” katanya.

Menurut Prita, keuangan yang sehat adalah apabila Anda tidak merasa kesulitan dalam hal membayar hutang. Indikator menyebutkan, cicilan kartu kredit dan hutang lainnya tidak boleh melewati satu per tiga gaji. “Perbankan menetapkan hutang dan cicilan seharusnya paling maksimal sepertiga gaji. Jadi, kalau gaji Anda 10 juta tapi hutang Anda 4 juta ke atas, berarti keuangan Anda tidak sehat,” katanya.

Memiliki sisa uang dari hasil penghasilan adalah indikator financial check up lainnya. Menurutnya, orang yang memiliki gaji namun di akhir bulan harus habis dikarenakan kebutuhan, dapat dikategorikan dengan keuangan yang tidak sehat. “Ini berarti, Anda tidak memiliki dana darurat. Contohnya sakit atau liburan. Karena uang sudah terkuras habis untuk kehidupan sehari-hari,” katanya.

Untuk indikator yang terakhir, Anda dapat berkaca pada kepemilikan tabungan dan investasi. Prita mengatakan bahwa angka dari tabungan dan investasi tidaklah penting. Namun, khususnya bagi Anda yang sudah berkeluarga, ini akan sangat membantu dalam meringankan tanggungan. “Kalau Anda memiliki tabungan dan investasi, secara tidak langsung akan membantu untuk masa depan khususnya pembiayaan anak sekolah,” katanya.

“Kalau Anda berhasil melampaui ketiga indikator ini, dapat disimpulkan bahwa keuangan Anda sehat.”
Dikenal Sebagai Pengusaha Kaya, Berikut 6 Daftar Perusahaan Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur

Dikenal Sebagai Pengusaha Kaya, Berikut 6 Daftar Perusahaan Prabowo di Aceh dan Kalimantan Timur


Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto disebut memiliki lahan seluas ratusan ribu hektar di Aceh dan Kalimantan Timur.

Pernyataan itu disampaikan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dalam debat kedua capres, Minggu (17/2/2019) malam.

Menurut Jokowi, Prabowo punya lahan di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar dan di Aceh Tengah seluas 120.000 hektar.

Data tersebut diakui Prabowo.

Namun, ia mengaku hanya memiliki hak guna usaha (HGU).

Sementara tanah tersebut milik negara.

"Itu benar. tapi itu HGU (hak guna usaha), itu milik negara," ujar Prabowo.

"Setiap saat negara bisa ambil kembali. Kalau untuk negara, saya rela kembalikan itu semua," kata Prabowo.

Di samping politikus, Prabowo juga dikenal sebagai pengusaha.

Ia memiliki perusahaan bernama Nusantara Group yang membawahi 27 perusahaan di dalam dan luar negeri.

Perusahaan-perusahaan yang dimiliki Prabowo bergerak di bidang perkebunan, tambang, batu bara, dan kelapa sawit.

Sebagaimana dikutip dari situs prabowosubianto.info yang dikelola tim komunikasi Pratai Gerindra saat Pilpres 2014, Nusantara Energy didirikan Prabowo pada November 2001.

Perusahaan itu didirikan bersama Johan Teguh Sugianto dan Widjono Hardjanto, sebagai holding company untuk mengkonsolidasikan berbagai sumberdaya yang bergerak dalam bidang yang berbeda-beda.

Dari situs tersebut, terdapat 17 perusahaan yang dimiliki Prabowo.

Sementara itu, ada satu perusahaan yang didirikan di Aceh dan lima perusahaan di Kalimantan Timur.

Berikut daftar perusahaan Prabowo di Aceh dan Kaltim :

1. PT Tusam Hutani Lestari

Tusam Hutani Lestari berada di Aceh.

Areanya meliputi kawasan pegunungan di Aceh Tengah yang dikelilingi pohon Pinus Mercusii.

Pinus ini menjadi bahan baku utama kertas gelondongan.

Konsesi berlaku hingga tahun 2042 untuk area seluas 97.300 hektar.

2. PT Tanjung Redeb Hutani

Perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Adapun luas area perkebunan sebesar 180.330 hektar.

Perizinan dan hak pengelolaan perusahaan berlaku hingga 2035.

3. PT Kiani Lestari

Perusahaan pengolahan kertas dan bubur kertas ini berlokasi di Kalimantan Timur.

Luasan area industri ini sebesar 223.500 hektar.

Sementara hak pengelolaan berlaku hingga tahun 2010.

Sebelumnya Kiani merupakan milik pengusaha Bob Hasan.

Kemudian Prabowo membeli perusahaan itu dan mengubah namanya menjadi PT Kertas Nusantara.

4. PT Belantara Pusaka

Perusahaan ini berlokasi di Kalimantan Timur denfan luas area perkebunan sebesar 15.610 hektar.

Adapun hak pengelolaannya berlaku hingga tahun 2035.

5. PT Kiani Hutani Lestari

Selain Kiani Kertas, Prabowo juga punya perusahaan bernama Kiani Hutani Lestari.

Perusahaan ini bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan.

Lokasinya terletak di Kalimantan Timur dengan area perkebunan seluas 53.083 hektar.

6. Nusantara Kaltim Coal

Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Nusantara Energy yang didirikan pada 2005.

Nusantara Kaltim Coal telah memiliki hak konsesi meliputi area seluas 60.000 pertambangan batubara di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.
OJK Minta Masyarakat Tak Percaya Layanan Utang Online Abal-abal

OJK Minta Masyarakat Tak Percaya Layanan Utang Online Abal-abal


Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menegaskan kembali agar masyarakat tidak percaya pada layanan utang online abal-abal. OJK mengimbau agar masyarakat memilih layanan yang sudah terdaftar di OJK. 

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menegaskan, masyarakat jangan tergiur pada layanan utang online tidak terdaftar. Apalagi, belum lama ini ada kasus seseorang bunuh diri karena tak sanggup menghadapi pola penagihan utang online. 

"Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pinjaman terhadap fintech P2P lending tanpa terdaftar atau memiliki izin OJK," ucap Tongam," kata Tongam, Minggu (17/2/2019).

Masyarakat, kata Tongam, diminta selektif dan berhati--hati. Apalagi saat ini banyak layanan utang online yang sudah merambah ke media sosial.

"Nah, melihat berbagai kondisi ini, kami dari OJK dan asosiasi melakukan pendalaman, dalam hal ini melakukan proses pengumpulan informasi. 

Pada Februari 2019, OJK melalui Satgas Waspada Investasi, telah memberhentikan layanan 231 penyelenggara pinjaman online.

Dari jumlah tersebut, OJK memastikan seluruhnya adalah layanan yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari OJK. 

Informasi mengenai daftar entitas fintech peer to peer lending yang terdaftar atau memiliki izin dari OJK dapat diakses melalui www.ojk.go.id.

Jika masyarakat ingin memanfaatkan layanan fintech peer to peer lending sebaiknya bertanya atau berkonsultasi kepada OJK melalui Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Saat ini, sampai Februari sudah ada 99 perusahaan fintech peer to peer lending yang terdaftar dan berizin OJK. Khusus untuk perusahaan yang berizin dan terdaftar di OJK, berbagai ketentuan sudah dikeluarkan OJK dan AFPI untuk melindungi konsumen peminjam dan pemberi pinjaman.
Di Balik Kesuksesan CEO Bukalapak Achmad Zaky, Ada Kesederhanaan Istri, Intip Kisah Cinta Keduanya

Di Balik Kesuksesan CEO Bukalapak Achmad Zaky, Ada Kesederhanaan Istri, Intip Kisah Cinta Keduanya


Jakarta - Siapa tak kenal Achmad Zaky?. Bos Bukalapak yang namanya sudah menggaung dimana-mana. Bisnis yang dibangunnya berkembang sangat pesat hingga menjadikan Bukalapak sebagai salah satu E-commerce tersukses di Indonesia.

Kesuksesan Achmad Zaky mendirikan Bukalapak tentunya tak lepas dari campur tangan sang istri.

 Perlu diketahui, rupanya istri Achmad Zaky juga seorang Bos HijUp, salah satu platform bisnis fashion muslim di Indonesia.

Sehingga mereka berdua sama-sama saling membantu membesarkan nama bisnisnya.

Mengutip dari berbagai sumber, rupanya Achmad Zaky bertemu sang istri saat ia menghadiri sebuah Forum pemuda Indonesia pada tahun 2008.

Tatapan Achmad Zaky tak lepas dari seorang perempuan yang mondar-mandir sibuk mengurus acara tersebut.

Namun hingga acara selesai, Bos Bukalapak ini tak berani berkutik sehingga ia tak mendapatkan informasi apapun dari perempuan itu.

Hingga suatu saat perempuan inilah yang menghubungi Zaky terlebih dahulu dengan dalih ingin mengetahui tentang informasi kampus ITB untuk sang adik.

Dari situlah ia mengetahui bahwa perempuan yang mencuri perhatian di acara forum kala itu bernama Diajeng Lestari.

Entah memang berjodoh atau hanya kebetulan, Diajeng memang kala itu ingin mencari informasi kampus ITB untuk sang adik.

Hingga suatu saat, ia yang berada di Jakarta, dan sang adik yang berada di ITB jatuh sakit, sehingga ia harus meminta tolong Zaky untuk mengurus adiknya.

Dari situlah Zaky dan Diajeng mulai dekat dan berhubungan lebih lanjut.

Kedekatan mereka rupanya berlabuh pada ikatan janji suci pernikahan.

Setelah mereka menikah, rupanya bisnis yang dirintis Zaky tidak langsung terkenal seperti saat ini.

Diajeng yang dengan setia menemani Zaky merintis bisnis dari nol kini mulai merasakan buah kesabarannya. Walaupun saat ini bisnis yang dirintisnya dan bisnis sang suami sudah merajai tanah air, Diajeng Lestari terlihat selalu tampil sederhana lho Moms.

Sosoknya yang mungil dan cantik membuat kesan menawan terlihat dalam dirinya.

Berikut ini fakta dari sosok Diajeng Lestari, istri dari Achmad Zaky:

Kehadiran HijUp, bisnis milik Diajeng Lestari tak lepas dari dukungan sang suami Achmad Zaky.

Achmad Zaky membantu dukunga moril hingga teknis pengembangan awal HijUp seperti pembuatan situs hingga aspek pendukung digital lainnya.


Sosok Diajeng Lestari, Bos Hijup instagram 

Lewat HijUp.com, Ajeng tak hanya menwarkan produk fesyen muslimah.

Ia juga mengembangkan usaha masyarakat Indonesia yang berkaitan fashion wanita muslim.

Di antaranya juga mengangkat budaya Indonesia seperti memperbanyak pemilihan kain batik, tenun, dan corak khas daerah.


Diajeng Lestari sempat bekerja di bidang marketing research instagram 

Setelah lulus studi, Ajeng pernah bekerja di sejumlah tempat di bidang marketing research.

Dari sana Ajeng mulai banyak belajar dan kemudian memilih mengembangkan usahanya sendiri.

Awal berdiri hanya ada 14 talent, setelah enam tahun sudah mengandeng 200 brand untuk menjadi bagian dari HijUp.com.

Diketahui HijUp merupakan bagian dari ajang fashion Internasional seperti London Fashion Week.

Di Youtube, kanal HijUp sudah memiliki 230 ribu subscribers.

Bahkan total viewers sudah mencapai 32 juta views berasal dari berbagai negara.


Keluarga kecil Achmad Zacky dan Diajeng Lestari instagram 

Walaupun kesuksesan telah ia raih, rupanya Diajeng Lestari juga fokus dengan keluarga kecilnya.

Bersama dengan Zaky, ia dikaruniai dua buah hati yang sangat menggemaskan.

Wah, semoga selalu bahagia ya keluarga Achmad Zaky, harmonis selalu.
Awalnya Cari Duit Tambahan Selama Kuliah, Kini Pemuda Ini Miliki Usaha Beromzet Rp 300 Juta Sebulan

Awalnya Cari Duit Tambahan Selama Kuliah, Kini Pemuda Ini Miliki Usaha Beromzet Rp 300 Juta Sebulan


Jakarta - Uang bulanan dari orangtua yang pas-pasan memaksa Muhammad Habibullah mencari duit tambahan buat biaya hidup selama kuliah dan kos di Bandung.

Pilihan pria asal Bogor ini jatuh pada pembuatan kaus bertema gim dan gelang tali prusik.

Maklum, ketika itu dia maniak bermain gim daring. Karena itu, ia menawarkan produknya ke komunitas gim online bentukannya: P-Clothes. Kata P, Habibullah ambil dari nickname gim onlinenya, Purwa.

Lantaran sering order dalam jumlah banyak, bisa 100 potong per minggu, pemilik konveksi, tempatnya memproduksi kaus gim, menawarkan Habib, panggilan sehari-hari Muhammad Habibullah, untuk menjual kaus polos.

Enggak tanggung-tanggung, si pemilik konveksi menantangnya untuk menjual 1.000 potong seminggu.

Tanpa pikir panjang, dia pun menerima tantangan itu. Sebab, dia enggak perlu keluar modal. Lalu, ia melihat, jarang ada distro di Bandung yang menjual kaus polos.

Terlebih, “Dari awal sebetulnya saya sudah bertujuan, yang beli bukan teman komunitas gim saja. Kalau yang beli hanya teman satu komunitas, kan, enggak maju-maju usaha saya,” kata lelaki kelahiran 30 Juni 1994 ini.

Karena itu, Habib memasarkan produknya ke komunitas lain dengan cara bergabung ke grup-grup yang ada di aplikasi percakapan instan Line. Hasilnya, 1.000 potong kaus polos ludes dalam seminggu.

Dengan mengibarkan bendera P-Clothes, bisnisnya menanjak. Bahkan, sejak awal 2017 dia punya rumah produksi sendiri, dengan jumlah karyawan 25 orang.

Sekarang saban minggu, ia memproduksi 6.000 potong kaus polos. Omzetnya Rp 300-an juta per bulan.

Sejak jualan kaus gim dan gelang prusik awal 2014, Habib menawarkan produknya melalui kanal daring.

Begitu juga dengan kaus polos yang mulai bergulir Oktober 2014. Selain Line, dia membuka lapak di media sosial Facebook.

Pasca penjualan di pekan-pekan awal mendulang sukses, ia berani memasang iklan di akun Twitter infobandung yang punya banyak pengikut. Tarifnya saat itu sudah jutaan rupiah.

“Saya juga promosi di Line yang biayanya juga jutaan rupiah,” ungkap jebolan Manajemen Bisnis dan Teknologi Informasi Telkom University ini.

Tak heran, Habib berani jor-joran untuk pemasaran. Soalnya, keuntungan dari jualan kaus polos sangat lumayan.

Ia melepas tiga potong dengan harga Rp 100.000. Sedang harga dari konveksi Rp 25.000 per potong.

Itu berarti, dia mendekap untung Rp 25.000 untuk tiga potong kaus polos. Dengan penjualan 1.000 potong per minggu, setidaknya ia mengantongi laba Rp 8,325 juta.

Meski begitu, Habib tidak sia-sia mengeluarkan banyak uang untuk memasang iklan.

“Saya merasakan kenaikan penjualan dengan iklan online,” ujarnya yang sudah tidak menerima order kaus gim dan gelang prusik sejak jualan kaus polos.

Selain beriklan, dia juga menggunakan jasa endorse teman-teman di Bandung, yang akun media sosialnya punya banyak pengikut, untuk mempromosikan kaus polos endorse. Tapi sebagai imbalan, ia hanya memberi kaus gratis.

Selama tiga bulan awal, Habib menjalani bisnisnya seorang diri. Dia sendiri yang mengemas dan mengantarkan pesanan ke gerai jasa pengiriman.

Baru di awal 2015, ia mempekerjakan dua orang untuk mengurus order dan pengemasan. “Saya masih menjalankan usaha di kos, dengan menyewa tiga kamar. Satu buat kerja, satu buat gudang, dan satu lagi buat saya tidur,” bebernya.

Cuma, lantaran setahun pertama fokus membesarkan P-Clothes, kuliahnya pun telantar. Banyak nilai mata kuliah yang jeblok sehingga Habib harus mengulang. Ia pun telat lulus satu tahun dari kebanyakan teman-teman seangkatan.

Nyaris kolaps

Namun, badai sempat menghantam bisnisnya bahkan nyaris kolaps.

Pangkalnya: pertengahan 2016, pemilik konveksi yang memasok kaus polos membuka gerai sendiri setelah melihat usaha Habib sukses.

Dampaknya, pengiriman kaus polos pesanan Habib sering telat. Sudah begitu, kalau pun pesanan akhirnya datang, kerap salah warna.

“Konveksi yang support saya selama ini ternyata dia juga yang menghancurkan saya,” sebutnya.

Padahal di tahun itu, ia baru saja membuka lapak di marketplace Shopee, Tokopedia, Bukalapak.

Karena pesanan yang masuk terus mengalir, mau tidak mau, ia mencari konveksi pengganti. Tetapi, untuk bahan kaus, Habib yang menyediakan. Jadi, kongsi dengan konveksi hanya jasa alias makloon jahit.

Masalah muncul lagi di akhir 2016, konveksi tersebut gulung tikar sekalipun order dari Habib masih mengalir.

“Di sinilah saya merasa di persimpangan, mau lanjut atau tidak. Tapi, saya putuskan untuk bangkit lagi. Saya banyak ngobrol dengan teman sesama pengusaha, supaya mental saya kuat dan bisa berpikir jernih,” tutur dia.

Salah satu teman sesama pengusaha adalah pendiri Mybamus yang memproduksi busana muslimah.

“Saya bikin konveksi juga dapat semangat dari owner Mybamus. Dia bilang, ayo buka konveksi sendiri, pasti bisa, kok,” ujarnya.

Alhasil, Habib memutuskan membangun konveksi sendiri, meski itu tidak mudah.

“Saya belajar dari A sampai Z proses pembuatan kaus seperti apa. Awal bikin, tuh, saya pusing banget, stres. Kalau dulu terima beres saja,” katanya yang baru tahu proses pembuatan kaos ada lebih dari lima tahap.

Untuk merintis rumah produksi, ia merogoh kocek sekitar Rp 100 juta.

Hanya, beberapa bulan kemudian, dia merekrut seseorang yang paham banget soal dunia konveksi. “Dia menjadi semacam GM (general manager) begitu,” jelasnya.

Tambah produk

Bisnis P-Clothes pun kembali berkibar, malah semakin masyhur. Sebenarnya, potensi pesanan yang masuk bisa lebih dari 6.000 potong per minggu.

“Tapi, saya belum sanggup produksi lebih banyak dari itu,” tegas Habib yang melayani pembelian ritel maupun grosir.

Sukses ini tentu juga berkat kualitas kaus polos buatannya yang selevel dengan merek-merek besar tapi harga jual lebih murah. Tambah lagi, pilihan warnanya juga banyak.

Tahun lalu, Habib juga merambah ke pembuatan jaket dan baju muslim. Ini sejalan dengan Logo P-Clothes yang berasal dari enam elemen: tanah, air, api, matahari, bulan, dan udara. “Jadi, saya ingin P-Clothes memenuhi kebutuhan manusia,” jelasnya.

Tapi, lagi-lagi masalah datang. Tahun lalu, polisi menggerebek tempat pencelupan bahan yang merupakan mitra P-Clothes.

Akibatnya, bahan milik Habib senilai Rp 600 jutaan tidak bisa keluar. “Mereka langsung buang limbah ke kali. Ya, saya mau bagaimana lagi, pasrah saja,” imbuh dia.

Biar produksi tetap jalan, ia pun membeli bahan baru, tapi mencicil tidak langsung puluhan rol seperti sebelumnya. “Saya mulai dari nol lagi. Saya cari tukang bahan lagi, celup warna lagi,” bebernya.

Sebetulnya, selain konveksi, Habib punya bisnis lain, yakni sewa mobil (P-RenCar), sewa kamera (P-Cam), dan media iklan kampus.

“Saya sempat ketemu Pak Budi Satria Isman, mantan Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia dan Presiden Direktur Sarihusada, saya disuruh fokus,” katanya.

Akhirnya, dia melepas P-RenCar ke salah satu teman kampusnya. Sebagai imbalannya, sampai sekarang ia mendapat fee dari setiap mobil yang disewa. Begitu juga dengan P-Cam, ia serahkan ke teman lain yang masih satu kampus.

Sementara pengelolaan media iklan kampus, Habib percayakan kepada mahasiswa Telkom University. “Kan, lumayan mereka bisa mendapat sejuta dua juta,” tambah dia.

Saat ini, ia benar-benar fokus mengembangkan P-Clothes.

Rencana tahun ini ialah, mengontrak bangunan yang ada di depan rumah produksi untuk gudang. Terus, meningkatkan status usahanya dari comanditaire venootschap (CV) jadi perseroan terbatas (PT).

Toh, Habib tidak ingin mendongkrak kelas usahanya menjadi garmen.

“Saya kembangkan bisnis, kan, ingin santai sebetulnya, enggak terlalu rusuh dan terlalu santai juga. Tujuan bisnis saya, supaya banyak waktu luang. Tapi saya juga ingin tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Yang jelas, uang bulanan sudah tidak pas-pasan lagi.
Garam Aceh Utara Berkualitas Bagus, Petani di Dewantara Kembangkan Penggaraman Sistem Tunnel

Garam Aceh Utara Berkualitas Bagus, Petani di Dewantara Kembangkan Penggaraman Sistem Tunnel


Lhoksukon - Kelompok Usaha Garam Rakyat 'Ingin Maju' Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara kembali memanen garam dengan sistem tunnel (Garam Mikro) untuk yang ketiga kalinya.

Garam yang dihasilkan pada panen ketiga ini lebih banyak dibandingkan dengan panen perdana dan kedua.

Penggaraman sistem tunnel (Garam Mikro) dikembangkan petani mengikuti kegiatan Percontohan Program Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Medan bekerja sama dengan Penyuluh Perikanan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, Ir Jafar Ibrahim, Jumat (8/2/2019) mengaku optimis penggaraman sistem tunnel akan berkembang seperti halnya di kawasan Kecamatan Lapang Aceh Utara yang terlebih dahulu memulainya.

“Kandungan salinitas dan berat jenis air laut pantai selatan lebih tinggi dari pada pantai utara sehingga garam yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi. Karena itu potensi sumber daya laut Aceh Utara sangat besar,” kata Jafar.

Kepala DKP Aceh Utara meyakini penggaraman sistem tunnel mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Koordinator Penyuluh Perikanan Aceh Utara Agussalim  menyebutkan panen kali ini merupakan panen yang ketiga.

Panen pertama setelah pelatihan dan penyerahan bantuan secara simbolis, diakui hanya bisa mendapatkan 60 kilogram garam dengan lama proses 27 hari.

Lalu panen kedua, hanya diperoleh 15 kilogram karena hujan deras.

"Untuk panen ketiga ini, dengan waktu proses 21 hari bisa diperoleh 215 kilogram garam," ujar Agussalim.

Kini harga garam di kawasan itu mencapai Rp 3.000 perkilogram.
Ini Harga Bensin Non Subsidi Pakai Formula Baru

Ini Harga Bensin Non Subsidi Pakai Formula Baru


Lhoksukon - Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang formula harga jual eceran untuk jenis Bahan Bakar Minyak Umum jenis Bensin dan Minyak Solar. Dengan adanya formula ini, harga jual bensin umum dinilai akan lebih wajar.

Menyusul diberlakukannya Kepmen tersebut, sejumlah badan usaha BBM diketahui telah melayangkan surat berisi perubahan harga jual eceran untuk BBM mereka. Badan usaha tersebut yakni Shell dan Vivo.

Berikut daftar lengkap badan usaha yang tercatat harganya sudah sesuai Kepmen tersebut, dan badan usaha yang akan melakukan perubahan harga jual eceran BBM:

1. Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Badan Usaha yang sudah sesuai (tidak melakukan penyesuaian) dengan Kepmen ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019

a. PT AKR Corporindo, Tbk:
- Gasoline RON 92 Jawa Timur, harga dulu: Rp 9.900/liter; harga sekarang: Rp 9.900/liter
- Gasoline RON 92 Jawa Tengah, harga dulu: 9.700/liter; harga sekarang: Rp 9.700/liter
- Gasoline RON 92 DI Yogyakarta, harga dulu: 9.700/liter; harga sekarang: Rp 9.700/liter
- Gasoline RON 92 DKI Jakarta, harga dulu: 9.700/liter; harga sekarang: Rp 9.700/liter
- Gasoline RON 92 Lampung, harga dulu: 9.700/liter; harga sekarang: Rp 9.700/liter
- Gasoline RON 92 Kalimantan Barat, harga dulu: 9.700/liter; harga sekarang: Rp 9.700/liter

b. PT ExxonMobil Lubricants Indonesia
- Mogas 92 R Jawa Barat, harga dulu: Rp 9.800/liter, harga sekarang: Rp 9.800/liter
- Mogas 92 R Banten, harga dulu: Rp 9.900/liter, harga sekarang: Rp 9.900/liter

c. PT Garuda Mas Energi
- Bensin RON 90 Jabodetabek dan Jawa Barat, harga dulur Rp 8.900 - 9.100/liter, sekarang: Rp 8.900 - 9.100/liter

2. Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Badan Usaha yang telah melakukan penyesuaian dengan Kepmen ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019

a. PT Aneka Petroindo Raya per 6 Februari 2019
- BP 90 Jabodetabek, harga dulu Rp 9.950/liter, sekarang Rp 9.350/liter
- BP 92 Jabodetabek, harga dulu Rp 10.500/liter, sekaraang Rp 9.900/liter
- BP 95 Jabodetabek, harga dulu Rp 11.950/liter, sekarang Rp 10.950/liter
- BP Diesel (CN 48) Jabodetabek, harga dulu Rp 11.900/liter, sekarang Rp 11.100/liter

b. PT Vivo Energy Indonesia per 8 Februari 2019, wilayah DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan
- Mogas 89, harga dulu Rp 7.600/liter, sekarang Rp 7.600/liter
- Mogas 90, harga dulu Rp 9.900/liter, sekarang Rp 9.750/liter
- Mogas 92, harga dulu Rp 10.150/liter, sekarang Rp 9.800/liter
- Mogas 95, harga dulu Rp 11.900/liter, sekarang Rp 10.850/liter

c. PT Shell Indonesia per 9 Februari 2019
Super (RON 92)
- Jabodetabek, harga dulu Rp 10.450 - 10.550/liter, sekarang Rp 9.900/liter
- Bandung, harga dulu Rp 10.550/liter, sekarang Rp 9.900/liter
- Jawa Timur, harga dulu Rp 10.600/liter, sekarang Rp 9.900/liter
- Sumatera Utara, harga dulu Rp 10.400/liter, sekarang Rp 9.900/liter

V-Power (RON 95)
- Jabodetabek, turun dari Rp 11.900-12.050/liter, menjadi Rp 10.950/liter
- Bandung, turun dari Rp 12.050/liter, menjadi Rp 10.950/liter
- Jawa Timur, turun dari Rp 12.050/liter, menjadi Rp 10.950/liter

Diesel (CN 51)
- Jabodetabek, harga dulu Rp 11.850 - 12.000/liter, sekarang Rp 11.900/liter
- Bandung, harga dulu Rp 12.000/liter, sekarang Rp 11.900/liter

Diesel Extra (CN 48)
- Sumatra Utara, harga dulu Rp 11.900/liter, sekarang Rp 11.550/liter

Regular (RON 90)
- Jabodetabek, turun dari Rp 9.950/liter, menjadi Rp 9.300/liter
- Bandung, turun dari Rp 10.000/liter, menjadi Rp 9.300/liter
Stok Menipis, Harga Minyak Pala dan Nilam Naik

Stok Menipis, Harga Minyak Pala dan Nilam Naik


Blangpidie - Persediaan minyak pala dan nilam di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menurun secara drastis. Kondisi ini mendorong kenaikan harga walau pergerakannya masih sangat lamban.

Turunnya stok dikarenakan areal tanaman pala banyak yang mati akibat diserang hama penggerek batang, sehingga mengakibatkan produksi pala basah di tingkat petani berkurang. Eksesnya, pengusaha pun kesulitan memperoleh bahan baku untuk penyulingan.

Tercatat, harga minyak pala di Abdya pernah mencatat rekor tertinggi pada tahun 2013 dan 2014 yang menembus angka Rp 1.050.000 perkilogram. Demikian juga dengan harga minyak nilam juga pernah di atas Rp 1 juta perkilogram.

Namun, kemudian harga komoditas unggulan itu lambat laun mengalami penurunan. Meskipun sesekali sempat meningkat, tapi itu bersifat sementara cenderung fluktuatif atau naik turun. Malahan, ketika nilai tukar dolar AS menguat belakangan ini, ternyata tidak berdampak besar terhadap kenaikan harga minyak pada dan nilam tersebut.

Toke Asie, salah seorang pedagang hasil bumi di Blangpidie, Abdya yang dihubungi Wartawan, Kamis (31/1), mengakui, bahwa persediaan minyak pala dan nilam semakin menipis. Sekitar empat tahun lalu, sebut Toke Asie, pihaknya mampu mengumpulkan belasan drum minyak pala (satu drum isi 200 kg) per bulan.

“Tapi sekarang ini, tiga drum saja sulit. Demikian juga minyak nilam, dulu ketika harga melambung, bisa terkumpul minimal 3 drum per bulan, namun sekarang satu drum tidak bisa diperoleh,” ucapnya. “Petani terkesan malas menanam nilam, baik di Abdya maupun di Aceh Selatan. Makanya, di pasaran tampak sepi sekali,” imbuh Toke Asie yang sudah belasan tahun menekuni bisnis minyak pala dan nilam.

Harga minyak jenis astiri itu, diakui Toke Asie, juga mulai meningkat, meskipun pergerakannya sangat lamban. Harga minyak pala yang ditampungnya dari pedagang penyulingan, beber dia, pada bulan ini dibandrol sekitar Rp 650.000 perkilogram dan minyak nilam ditampung seharga Rp 600.000 per kg.

Harga tersebut mengalami peningkatan sedikit dibanding September 2018 lalu, di mana minyak pala ditampung Rp 600.000/kg dan minyak nilam seharga Rp 500.000/kg.

Toke Asie memaparkan, minyak pala dan nilam yang dikumpulkan pedagang di Abdya dan Aceh Selatan selanjutnya dijual kepada pengusaha eksportir di Medan, Sumatera Utara dan Padang, Sumatera Barat. Lalu, komoditas unggulan itu diekspor ke negara Uni Eropa.

Karenanya, menurut Toke Asie, harga minyak pala sangat ditentukan permintaan pasar luar negeri. “Tingkat harga rentan naik turun karena sangat tergantung permintaan pasar luar negeri, terutama Amerika Serikat, beberapa negara Uni Eropa, termasuk Singapura,” ulasnya.
BTN siapkan Rp 6,7 triliun untuk akuisisi tahun Ini

BTN siapkan Rp 6,7 triliun untuk akuisisi tahun Ini


Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang menganggarkan dana Rp 6,7 triliun untuk ekspansi secara anorganik tahun ini. Bank ini akan merealisasi rencana untuk mengakuisisi dua perusahaan keuangan yang sudah direncanakan sejak tahun lalu yakni manager investasi (MI) dan asuransi.

Kabarnya Bank BTN akan mengakuisisi anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yakni PT PNM Investmen Management (IM). Bank ini ingin mencaplok perusahaan manager investasi guna menggarap potensi pendanaan jangka panjang setelah Badan Pengeloaan Tabungan Perumahaan Rakyat (BP Tapera) beroperasi.

Maryono, Direktur Utama BTN mengatakan, akusisi perusahaan MI tersebut akan rampung dan diluncurkan di kuartal I 2019 ini. Dia mengakui, proses akuisisi belum rampung saat ini bukan lantaran mentok di harga antar kedua belah pihak.

"Bukan masalah harga karena kami sama-sama BUMN. Cuma kami perlu menyelaraskan antara persyaratan karena kami berpegangan pada goverment. Prosesnya harus betul-betul goverment. "kata Maryono di Jakarta, Jumat (25/1).

Maryono menambahkan, proses akuisisi perusahaan MI tersebut tidak hanya karena menunggu BP Tapera terbentuk tetapi BTN juga perlu mengikuti syarat yang diinginkan Badan baru tersebut.

Sementara terkait akuisisi asuransi, Maryono belum bisa menetapkan target karena masih dalam kajian. Rencananya jenis asuransi yang akan dibeli adalah asuransi jiwa. " Kami tinggal cari asuransi jiwa. Kalau asuransi kerugian kami sudah punya." ungkapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini tengah mendorong sejumlah perusahaan pelat merah untuk masuk menjadi investor Jiwasraya. Ada beberapa perusahaan disebut telah berminat mengakuisisi saham asuransi jiwa tersebut seperti BTN, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pegadaian, dan PT Telkom.

Guna memperkuat permodalan, BTN akan menjajaki beragam alternatif pendanaan non konvensional dengan target dana Rp 14 triliun tahun ini. Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Tresuri BTN Iman Nugroho Soeko mengungkapkan pendanaan yang sedang dijajaki diantaranya sekuritisasi sintetik skredit pemilikan rumah (KPR), penerbitan obligasi, negotiatible certificate of deposit (NCD), pinjaman bilateral, dan global bond.

Dari mekanisme pendanaan sekuritisasi sintentik ini, Bank BTN menargetkan dana sekitar Rp 2 triliun yang diharapkan terealisasi pada kuartal I 2019 ini. Altenatif ini berbeda dengan sekuritisasi KPR. "Jadi sekuritisasi sintetik ini bukan aset KPR-nya yang dijual tetapi future cash flow-nya yang dijual." kata Iman.

Sekuritisasi tersebut nantinya akan dilakukan dengan PT Sarana Multigriya Financial (SMF). Untuk rencana tersebut, BTN akan menggandeng Mandiri Manajer Investasi sebagai arranger.

Sementara pada Desember 2018 lalu, BTN telah mendapatkan kredit sindikasi senilai US$ 130 juta. Dalam pinjaman sindikasi tersebut, ANZ Bank bertindak sebagai lead arranger. Budi mengatakan, jumlah sindikasi tersebut masih berpeluang untuk tambah hingga US$ 35 juta lagi. Sementara US$ 100 juta sudah ditarik BTN pada Desember 2018 lalu.

Lalu BTN akan menerbitkan obligasi sekitar Rp 3 triliun yang direncanakan terealisasi di semester I 2019 ini. Tahun lalu, posisi kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) abank BTN ada di 17%. Tahun ini ditargetkan akan mencapai sekitar 19%-20%.
Teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas nelayan

Teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas nelayan


Jakarta - XL Axiata melanjutkan program sosialisasi aplikasi Laut Nusantara kepada nelayan Indonesia. Di awal tahun 2019 ini, sosialisasi dilaksanakan di Indramayu, Jawa Barat. Pada sosialisasi ini, masyarakat nelayan di masing-masing daerah mendapatkan pelatihan pemanfaatan aplikasi digital Laut Nusantara dari praktisi yang telah ditunjuk untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keamanan mereka dalam bekerja.

Group Head Central Region XL Axiata Rd. Sofia Purbayanti mengatakan, pada program sosialisasi ini tim XL Axiata mengajarkan langsung penggunaan aplikasi Laut Nusantara kepada para nelayan. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai manfaat dari pemanfaatan teknologi digital untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut, sekaligus memastikan keamanan mereka dalam bekerja. "Salah satu fitur yang mereka butuhkan adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada, yang selama ini tidak bisa mereka perkirakan. Teknologi digital yang didukung data satelit mampu memberikan data-data ini," kata Sofia, dalam rilis, Jumat (25/1).

Aplikasi Laut Nusantara yang dibangun sekitar lima bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan realtime. Sumber data sepenuhnya dari Balai Riset dan Observasi Laut. Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Riset dan Observasi Laut memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Aplikasi ini bisa digunakan oleh nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator. Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai. Jarak ini masih sangat relevan mengingat nelayan kecil, dengan perahu berjungkung dan bentuk perahu tradisional berukuran kecil lainnya memiliki daya jangkau rata-rata kurang dari 20 mil laut.
Aceh Siap Menjadi Daerah Industri Rotan Terbesar di Luar Jawa

Aceh Siap Menjadi Daerah Industri Rotan Terbesar di Luar Jawa


Jakarta - Aceh siap memasok rotan bagi kebutuhan industri meubel dan kerajinan di Pulau Jawa.

Aceh juga bertekad menjadi wilayah industri rotan terbesar di luar Jawa.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Himpunan Industri Meubel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Provinsi Aceh, Iskandar, di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP HIMKI di Surabaya 23-24 Januari 2019.

Rakernas dihadiri pengurus HIMKI seluruh daerah di Indonesia.

HIMKI Aceh secara khusus telah menjalin kerjasama dengan HIMKI Cirebon untuk pasokan bahan baku rotan dari Aceh.

"Diharapkan kerjasama ini akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi pengrajin rotan pegiat hasil hutan bukan kayu," ujar Iskandar.

Iskandar mengatakan, bahan baku rotan melimpah di Aceh. HIMKI Aceh bertekad menjadi Aceh sebagai daerah industri rotan terbesar di luar Jawa.

Untuk itu dalam waktu dekat akan diselenggarakan seminar pengembangan industri Aceh yang berintegeritas hulu hilir, memperkuat industri kerajinan dan meubel serta agroindustri.

"DPP HIMKI sudah menyatakan dukungan. Ini penting bagi tumbuhnya industri dari rotan di Aceh," tambah Iskandar.
Investor Prancis Survei Potensi Sumber Daya Alam Aceh Timur

Investor Prancis Survei Potensi Sumber Daya Alam Aceh Timur


Idi Rayeuk - Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib, dan jajaran kepala dinas, Jumat (25/1/2019) menjamu kedatangan investor asal Perancis dan Jakarta, di pendopo Idi Rayeuk.

Investor dari Perancis yakni, Dr El Hadj Hanefi, Investor dari Jakarta yakni Presiden PT AKA Sinergi Group, Abdul Kadir Alatas, dan Habib Hasan, serta investor asal Aceh, Waled Kamaruzzaman.

Kepala Bappeda Aceh Timur, Dr Darmawan M Ali, mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya menawarkan empat program pembangunan Aceh Timur.

Pembangunan kawasan pelabuhan barang, pembangunan kawasan industri, investasi di bidang sumber daya mineral dan energi baru, serta kawasan Metro Mina Park Kuala Idi.

Namun dari empat, program yang diusulkan ini, jelas Bappeda, tiga program direspon investor tersebut yaitu, pembangunan pelabuhan barang, pembangunan kawasan industri, dan pengembangan sumber daya mineral dan energi baru.

"Apa yang kita tawarkan sesuai dengan sektor bisnis mereka," jelas Dr Darmawan.

Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib SH mengatakan, selaku kepala daerah ia mendukung setiap investor yang ingin berinvestasi di Aceh Timur.

"Setiap investor yang berinvestasi di Aceh Timur akan kami kawal, dan lindungi, karena tujuan kita untuk mengembangkan potensi yang ada di Aceh Timur," ungkap Bupati.

"Yang paling penting kenyamanan, seperti PT Medco sudah mulai berproduksi. Termasuk blok Sematang Peureulak, dan Blok Pase, sudah mulai produksi gas, dan akan mulai kirim gas ke perusahaan industri lainnya di Sumatra Utara," ungkap Bupati.

Bupati mengatakan, seluruh potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh Timur masih perawan.

Sedangkan investor yang baru masuk selain Medco, juga investor di bidang perkebunan.

Bupati mengharapkan, investor yang melirik potensi Aceh Timur, harus serius berinvestasi di Aceh Timur.

"Setelah survei langsung buat tehnis perencanaan, dan langsung aksi agar terwujudnya pembangunan yang kita harapkan," jelas Bupati.

Setiap pengusaha yang masuk ke Aceh Timur, jelas Bupati, harus sukses, sehingga masyarakat sejahtera, dan daerah juga terdongkrak pendapatan asli daerah (PAD)-nya.

Presiden PT AKA Sinergi Group, Abdul Kadir Alatas, mengatakan sebelum turun ke Aceh Timur, sebelumnya pihaknya telah terlebih dahulu mempelajari dokumen potensi SDA Aceh Timur, yang dipromosikan oleh Bappeda Aceh Timur.

"Karena kami melihat potensinya besar dan sangat bagus, karena itu kami datang untuk meninjau langsung," ungkap Presiden PT AKA Sinergi Group, Abdul Kadir Alatas, didampingi investor dari Perancis yakni, Dr El Hadj Hanefi.

Setelah mensurvei potensi SDA Aceh Timur, jelas Abdul Kadir Alatas, pihaknya akan membuat tim inti, serta mendatangkan konsultan dari Perancis, untuk membuat perencanaan, dan MoU kerjasama dengan Pemda Aceh Timur.

"Kita berharap program pembangunan dapat terealisasi dalam tahun 2019 ini. Dengan harapan investasi ini dapat membuka lapangan pekerjaan, meningakatkan perekonomian masyarakat, dan membangun Aceh Timur," ungkap Abdul Kadir Alatas.
58 Fintech Ajukan Izin ke OJK Tahun Ini

58 Fintech Ajukan Izin ke OJK Tahun Ini


Jakarta - Layanan financial technology (fintech) peer to peer lending saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia. Asosiasi Fintech (AFTECH) memproyeksi pertumbuhan fintech tahun ini bisa lebih baik dibandingkan 2018 karena ada 58 fintech yang sedang memproses izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Harian AFTECH Kuseryansyah menjelaskan tahun 2019 pertumbuhan fintech p2p diharapkan bisa lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2018 yang mencapai 700%. 

Dia menjelaskan hal ini karena adanya platform baru yang terdaftar di OJK dan beberapa platform yang mulai beroperasional secara penuh setelah melewati masa-masa awal konsolidasi atau persiapan operasional.

Kuseryansyah menjelaskan ada 58 platform yang sedang dalam proses mendaftarkan diri. "Tentunya kemungkinan besar akan menjadi pendatang baru di industri peer to peer lending tahun 2019," kata dia, Rabu (23/1/2019).

Kemudian, dengan semakin banyaknya fintech ini maka akan mendorong inklusi keuangan. Selain itu kolaborasi antar lembaga keuangan dengan p2p lending akan semakin giat diharapkan turut meningkatkan pertumbuhan sekaligus menjaga kesehatan industri. 

"Kolaborasi antara p2p lending dengan e-commerce yang sudah dimulai di tahun sebelumnya akan semakin aktif tahun ini," imbuh dia. 

Menurut dia, kolaborasi bisa semakin maksimal jika digital id atau yang menggunakan akses data dari dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) oleh p2p lending bisa dilakukan tahun ini. Hal ini membuat lebih efektif dan efisien karena menjangkau segmen unbank dan underserve society.

Selanjutnya, prospek penyaluran kredit fintech ini masih sangat besar karena kredit gap UMKM masih sangat tinggi, sehingga peluang ekspansi dari sisi demand masih terbuka lebar. Kemudian dengan dibuatnya pusat data p2p lending akan meningkatkan cofidence penyelangara p2p dalam melakukan seleksi peminjam di blacklist dan fraud akan terdeteksi sejak awal.