Apaan itu coronavirus (COVID-19) dan bagaimana cara menghadapinya?

SHARE

Virus baru yang menyerang pernapasan bernama Novel Coronavirus 2019, atau COVID-19 menjadi berita utama seluruh dunia, virus ini menyebabkan wabah penyakit pernapasan di seluruh dunia. Wabah yang dimulai di Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Cina (Tiongkok) sejak oktober-2019 dan dengan cepat menyebar secara internasional - termasuk ke Indonesia. Ratusan orang menjadi sakit dan pejabat kesehatan masyarakat terus memantau bagaimana virus itu menyebar.

Apa itu coronavirus?

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang sebenarnya umum di seluruh dunia dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia dan hewan. Ada beberapa coronavirus yang diketahui menginfeksi orang dan biasanya hanya menyebabkan penyakit pernapasan ringan, seperti flu biasa. Namun, setidaknya dua koronavirus yang diidentifikasi sebelumnya telah menyebabkan penyakit parah - coronavirus Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dan coronavirus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Apa perbedaan coronavirus (COVID-19)?

Saat coronavirus adalah penyakit umum, coronavirus (COVID-19) adalah jenis baru coronavirus yang sebelumnya tidak diidentifikasi pada manusia. Fitur utama dari COVID-19 adalah gejala pernapasan dengan demam dan batuk. Seperti semua infeksi baru, memahami COVID-19 adalah penting dan berubah dengan cepat. Kemkes secara proaktif memantau virus dan mengambil langkah-langkah seperti memberikan panduan bagi petugas kesehatan dan mengeluarkan rekomendasi perjalanan.

Bagaimana coronavirus menyebar?

Penyelidikan COVID-19 masih berlangsung tetapi virus korona manusia lainnya disebarkan melalui kontak orang-ke-orang. Mirip dengan pilek dan flu, seseorang menjadi sakit karena kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Virus ini menyebar melalui tetesan pada pernapasan yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi melalui batuk dan bersin atau dengan menyentuh permukaan benda yang ada virus di atasnya.

Apa saja tanda dan gejala coronavirus?

Pada kasus infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi, gejalanya meliputi demam, batuk, dan sesak napas dan tingkat keparahannya bervariasi dari yang ringan hingga yang sakit parah. Saat ini, jika Anda 
  • belum bepergian ke daerah yang terinfeksi sebagaimana ditentukan oleh Pemerintah
  • berada dalam kontak dekat dengan seseorang yang diketahui memiliki virus
maka risiko Anda sangat rendah untuk terjangkit virus.

Pada coronavirus lain, tanda-tanda umum infeksi meliputi:
  • hidung meler
  • sakit kepala
  • batuk
  • sakit tenggorokan
  • demam
  • merasa tidak enak badan
  • sesak nafas

Bagaimana saya bisa melindungi diri dari virus korona?

Cara terbaik untuk melindungi diri dari tertular virus korona adalah dengan melakukan kebiasaan sehari-hari yang membantu mencegah penyebaran banyak virus lainya, termasuk flu biasa dan batuk. Cara untuk membantu mencegah penyebaran penyakit, dengan selalu:
  • Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.
  • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Cuci dengan sabun dan air hangat selama 15 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan antiseptik berbasis alkohol.
  • Jika anda keluar rumah, usahakan memakai masker
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci.
  • Tetap di rumah saat Anda sakit (dan jauhkan anak-anak yang sakit di rumah dari sekolah).
  • Tutupi batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah dan cuci tangan. Jika Anda tidak memiliki tisu, batuk atau bersin ke lengan atas atau siku, jangan ke jari tangan Anda.
  • Bersihkan dan lakukan disinfektan pada benda dan permukaan yang sering disentuh.

Apa yang harus saya lakukan jika saya sakit dan mengira saya terpapar coronavirus (COVID-19)?

Penting untuk diingat jika Anda belum melakukan perjalanan ke wilayah yang terinfeksi sebagaimana ditentukan Pemerintah atau berada dalam kontak dekat dengan seseorang yang diketahui memiliki virus, maka risiko tertular COVID-19 sangat rendah. Namun, jika anda curiga jikalau anda terkena COVID-19. Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Protokol Kesehatan terkait pandemi virus corona atau COVID-19. Protokol ini dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan dipandu secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan.

Protokol Kesehatan ini juga berdasarkan Surat Edaran Menteri Kesehatan nomor HK.02.01/MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Dikutip dari laman milik Kementerian Kesehatan, Sehat Negeriku pada Selasa (17/3/2020), berikut ini protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat apabila mengalami gejala COVID-19:

1. Jika Anda merasa tidak sehat dengan kriteria:
  • Demam lebih dari 38°C; dan
  • Batuk/ pilek/nyeri tenggorokan,
Istirahatlah yang cukup di rumah, hindari bepergian dan minum air yang cukup. Bila tetap merasa tidak nyaman, keluhan berlanjut, atau disertai dengan kesulitan bernapas (sesak atau napas cepat), segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Pada saat berobat ke fasilitas layanan kesehatan, Anda harus lakukan tindakan berikut:
  • Gunakan masker.
  • Apabila tidak memiliki masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar dengan cara menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan atas bagian dalam.
  • Usahakan tidak menggunakan transportasi massal ketika bepergian.
2. Tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) akan melakukan screening /skrining pasien dalam pengawasan COVID-19:
  • Jika memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu rumah sakit (RS) rujukan.
  • Jika tidak memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter fasyankes.
3. Jika akan diantar ke RS rujukan menggunakan ambulans fasyankes, Anda akan didampingi oleh nakes yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

4. Di RS rujukan, bagi yang memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19 akan dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium dan dirawat di ruang isolasi.

5. Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam waktu 1 x 24 jam setelah spesimen diterima.

Jika hasilnya positif :
  • Maka Anda akan dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19.
  • Sampel akan diambil setiap hari.
  • Anda akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 (dua) kali berturut-turut hasilnya negatif.
  • Jika hasilnya negatif, Anda akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.
Jika Anda sehat, namun:
  • Ada riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara dengan transmisi lokal COVID-19, lakukan self monitoring melalui pemeriksaan suhu tubuh 2 kali. Jika muncul demam lebih dari 38°C atau gejala pernapasan seperti batuk/pilek/nyeri tenggorokan/sesak napas, segeralah periksakan diri Anda ke fasyankes.
  • Merasa pernah kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19
segeralah melapor ke petugas kesehatan dan periksakan diri Anda ke fasyankes. Selanjutnya, Anda akan diperiksa spesimennya.

Sumber Informasi :
2. SehatNegriku (Kementrian Kesehatan RI)
SHARE