Wanita 60 Tahun Rela Jadi Sopir Ojek Online, Suaminya Idap Kanker dan Anak Keterbelakangan Mental

SHARE


JAKARTA - Membina bahtera rumah tangga, artinya harus berani mengambil langkah untuk melengkapi satu sama lain.
Seperti yang dilakukan wanita paruh baya ini demi menghidupi seluruh keluarganya.
Kisah haru dan penuh perjuangan harus dialami wanita paruh baya ini.
Bagaimana tidak? Misnah, wanita berusia 60 tahun tersebut rela menjadi seorang sopir ojek online menggantikan sang suami yang sedang sakit Kanker.
Tak cukup itu saja, anak sulung Misnah pun mengidap Keterbelakangan Mental.
Melansir dari World of Buzz, berawal dari seorang publik figur Malaysia, Fedtri Yahya yang tak sengaja mendapat seorang sopir wanita kala hendak berangkat bekerja.
Ia tak menyangka jika Misnah memiliki kehidupan yang rumit.
Fedtri Yahya menjelaskan bahwa Misnah harus menghidupi suaminya yang mengidap Kanker usus dan gangguan mata glaukoma, serta anak sulung yang mengalami keterbatasan mental.
"Pemandu grab wanita usia 60an. Suami sakit kankerer usus dan glaukoma. Anak sulung OKU ( mental ). Subhanallah, dia antara wanita yang diuji. Tiap tutur bicaranya tenang dan tertib.
.
Kalau ada yang mungkin nanti naik keretanya, hulurkan seikhlas bantuan tanda ummah bersaudara ( walau dia tidak meminta)," tulis Fedtri Yahya.

Perlu diketahui, rupanya ada hubungan antara kanker dengan gangguan penglihatan seperti yang dialami suami Misnah tersebut.
Glaukoma adalah sekelompok penyakit mata yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan saraf optik.
Melansir WebMD, penyakit mata ini dapat menyebabkan kebutaan permanen, jika tidak diobati, dan dapat diperiksa oleh para profesional kesehatan mata.
Berdasdarkan laman American Academy of Opthalmology menyebutkan bahwa ada kemungkinan kanker menyebar ke mata dan menyebabkan peningkatan tekanan di dalamnya.
Sebagian besar tumor sistemik yang memengaruhi koroid dengan payudara, paru-paru, dan ginjal menjadi situs utama umum pembentukan tumor.
Prevalensi metastasis okular dari tumor sistemik diperkirakan sekitar 4%.
Glaukoma juga merupakan kemungkinan komplikasi dari perawatan kanker.
Ini paling umum di antara pasien yang telah menerima obat taxane, seperti paclitaxel atau docetaxel.
Jika tidak didiagnosis lebih awal, efek tumor pada tekanan mata atau penyebaran tumor itu sendiri bisa menjadi penglihatan atau mengancam jiwa.
Hal ini jika tidak diobati secara cepat dan tepat dapat meningkatkan risiko kebutaan. 
Akibat hal tersebut, wanita paruh baya ini harus merawat dan menjaga sang suami dan anaknya. (*)
SHARE