Wajah-wajah Sumringah Peserta Sidang Isbat Nikah di Aceh Singkil

SHARE


SINGKIL - Raut wajah Rahmadi, sumringah, berjalan beriringan bersama sang istri ke luar dari aula MPU Aceh Singkil, di Pulo Sarok, Singkil.
Setelah mempersunting wanita idamannya sebelas tahun silam, kini pernikahaan Rahmadi bersama istrinya sah diakui negara. 
Hari itu, Rabu (11/9/2019), ayah empat anak itu bersama istri, mengikuti sidang isbat nikah yang dipimpin hakim Mahkamah Syariyah Aceh Singkil.
Sidang isbat nikah merupakan permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan, untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum.
Sebelumnya, penduduk Gosong Telaga, Singkil Utara, itu tampak tegang, ketika mendapat pertanyaan hakim Mahkamah Syariah Kabupaten Aceh Singkil.
Ketegangan mendadak sirna, setelah pernikahannya sah berdasarkan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.
"Senang, sudah dapat akta nikah. Sebelumnya tidak ada," kata Rahmadi didampingi sang istri.
Keduanya tampak serasi dalam balutan busana warna merah. 
Rahmadi mengaku, ikut sidang isbat nikah, lantaran buku nikahnya hilang.
"Nikah tahun 2008, ikut sidang isbat karena hilang buku nikah," ujarnya.
Rona bahagia juga terlihat dariwajah-wajah peserta sidang isbat lainnya.
Sebelum sidang mereka mengaku tegang, sehingga harus bolak balik ke kamar mandi.
Sidang isbat nikah tersebut diikuti 94 pasangan dari seluruh Kabupaten itu.
Pesertanya berasal dari korban konflik dan keluarga tidak mampu.
Sidang yang berlangsung di aula MPU Aceh Singkil, itu dibagi tiga kelompok.
Salah satunya dipimpin Ketua Mahkamah Syariyah Aceh Singkil, Fauziah.
"Program isbat nikah terpadu ini dari Dinas Syariat Islam Aceh, bagi yang belum memiliki akta nikah," kata Aslinuddin, Plt Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Singkil.
Sementara itu, Abdul Razak, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Bidang Bina Hukum Dinas Syariat Islam Aceh, mengatakan, sidang isbat nikah merupakan program unggulan.
"Pak Plt Gubernur sangat mendukung," ujarnya.
Sebelumnya, pembukaan sidang isbat nikah dihadiri Ketua Mahkamah Syariyah Aceh Singkil, Fauziah, Ketua MPU Aceh Singkil, Adlimsyah, Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Muzni, perwakilan dari Dinas Syariat Islam Aceh, dan kepala satuan kerja perangkat kabupaten. 
Asisten II Setdakab Aceh Singkil, Muzni saat membaca sambutan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, mengatakan, sidang isbat nikah ini sangat penting.
Tujuannya, agar warga yang belum memiliki akta nikah dapat  memilikinya.
"Selamat bagi yang ikut sidang isbat. Bagi yang belum memiliki akta nikah. Kami imbau mengajukan permohonan ke Mahkamah Syariyah, mengingat pentingnya akta nikah," ujar Muzni.
 Kegiatan isbat nikah berlangsung selama dua hari, mulai 11 sampai 12 September.
Sidang ini lazim diadakan bagi pasangan yang pernikahannya belum dicatat negara dan kehilangan buku nikah.
Nah! bagi anda warga Singkil, yang pernikahannya belum tercatat oleh negara jangan sampai ketinggalan ya! (*)
SHARE