Visa Progresif Dihentikann, Ini Ketentuan Baru Soal Visa Umrah yang Harus Diketahui

SHARE


ARAB SAUDI - Beredar kabar bahwa visa progresif yang diberlakukan bagi jemaah haji dan umrah tidak berlaku lagi.
Dikutip dari Kompas.com, saat ini dipastikan visa progresif tak berlaku dan ada ketentuan baru soal biaya visa umrah.
Pada Senin (9/9/2019), melalui situs Kementerian Agama, kemenag.go.id menuliskan bahwa Kementerian Haji Arab Saudi melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan visa progresif yang berbiaya SAR 2.000 atau sekitar Rp 7,6 juta.
Sebelumnya, visa progresif diberlakukan bagi mereka yang pernah beribadah haji atau umrah dan ingin kembali beribadah ke tanah suci.
Dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/9/2019), dengan penghapusan visa progresif, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan ketentuan baru soal visa.
()
Para jemaah melakukan thawaf. (KOMPAS.com/Mela Arnani)
Aturan barunya, pemberlakuan biaya pengajuan visa umrah dalam bentuk Government Fee sebesar SAR 300.
Biaya ini berlaku untuk pengajuan visa umrah, baik yang pertama kali umrah, kedua kali, dan seterusnya.
"Jadi, kebijakannya bukan mengurangi visa progresif dari SAR 2.000 menjadi SAR 300, tapi mencabut aturan visa progresif dan menerbitkan ketentuan baru biaya pengajuan visa umrah dengan Government Fee sebesar SAR 300," kata Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Endang Djumali, masih dikutip dari kemenag.go.id.
Mengutip dari situs Kemenag, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim mengatakan dengan ketentuan baru ini Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) diimbau melakukan penyesuaian harga paket umrah secara proposional.
Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap besaran harga referensi yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 20 juta.
Jika memang dinilai perlu, besaran harga tersebut akan disesuaikan.
Sebelumnya, visa progresif berlaku sejak 2016. Jemaah yang dikenakan visa progresif didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan oleh Arab Saudi.
Penghapusan visa progresif ini bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi mewujudkan visi 2030.
Salah satu target dalam visi 2030 adalah target jemaah umrah mencapai 30 juta orang.
Sebelumnya diberitakan, besaran biaya visa progresif bagi jemaah yang akan kembali beribadah umrah dan haji diturunkan.
Jemaah yang akan berumrah kedua kalinya atau lebih di tahun yang sama dikenai biaya visa progresif sebesar 300 riyal atau sekitar Rp 1,1 juta.
Sementara, visa progresif untuk jemaah yang pernah berhaji dan ingin menunaikannya kembali, dikenai besaran yang sama, yaitu 300 riyal.
 "(Biaya visa progresif) tidak dikenakan kepada yang baru (pertama kali) berangkat haji atau umrah. Yang dikenakan yang sudah (pernah) berhaji dan umrah," kata Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Pengelolaan Haji Terpadu Kementerian Agama Maman Saefulloh, dikutip dari Kompas.com.
"Jadi perhitungannya haji dengan haji, umrah dengan umrah," lanjut Maman.
Pengurangan biaya visa progresif ini berdasarkan kebijakan baru yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi.
Secara terpisah, Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah Endang Djumali mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, seperti sekretaris pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al Moumeni, penanggung jawab E-Hajj Mr. Farid Mandar, dan Humas Kementerian Haji dan Umrah Saudi.
()
Jamaah haji sedang berdoa ketika melaksanakan wukuf di padang Arafah. (bincangsyariah.com)
"Keputusan terbaru adalah pengurangan nominal visa progresif dari 2000 riyal (sekitar Rp 700 ribu) menjadi 300 riyal bagi mereka yang mengulangi atau berulangkali umrah," kata Endang Djumali dikutip dari situs resmi Kemenag.
"Begitu juga dengan visa haji, nominalnya menjadi 300 riyal," ujarnya.
Endang menjelaskan, jemaah yang dikenakan visa progresif didasarkan pada data E-Hajj yang dikeluarkan Arab Saudi.
Sebelumnya, Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jemaah umrah sejak 2016 lalu.
Sedangkan, visa progresif jemaah haji berlaku sejak 2018.
SHARE