TKI asal Aceh Utara Meninggal di Kedah Malaysia, Jenazahnya Dipulangkan Hari Ini

SHARE


MALAYSIA - Zulkarnaini (40) TKI asal Meunasah Geudong Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara, dilaporkan meninggal dunia di kedah Malaysia, Jumat (13/9/2019).
Jenazah almarhum akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Aceh Utara, Senin (16/9/2019) hari ini, melalui Bandara Internasional Kualanamu Sumatera Utara.
"Jenazah dijadwalkan dibawa pulang pagi ini pukul 08.30 Wib via Kualanamu Medan Sumatera Utara," kata Muhammad Daud, Staf Ahli Anggota DPD RI H. Sudirman (Haji Uma), kepada Serambinews.com, pagi ini.
Daud mengatakan, Zulkarnaini meninggal dunia pada hari Jumat 13 September 2019 di kawasan Kedah Malaysia.
Ia diduga mengalami serangan jantung yang dideritanya.
"Informasi kita peroleh, Zulkarnaini diketahui meninggal dunia pada Jumat pagi sekira pukul 09.00 waktu Malaysia.
Diduga mengalami serangan jantung, karena menurut keterangan Edi Saputra teman sekamar almarhum, pada malamnya Zulkarnaini masih sehat-sehat saja," ungkap Daud.
Edi Saputra kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian Kedah Malaysia.
Oleh pihak kepolisian membawa jenazah Zulkarnaini ke rumah sakit Kulim Kedah untuk dilakukan visum.
Hasil visum yang dikeluarkan oleh rumah sakit Kulim Kedah Malaysia di bawah tanggung jawab dr. M. Fadhil Bin Syamsudin bahwa Zurkarnaini meninggal akibat penyakit jantung iskemik (Ischaemic Heart Disease) yang dideritanya.  
Setelah memastikan Zulkarnaini telah meninggal dunia, Edi Saputra kemudian menghubungi H. Sudirman (Haji Uma) anggota DPD RI asal Aceh dan Abusaba ketua Group Kesatuan Aneuk Naggroe Aceh (KANA) Malaysia untuk meminta bantuan pemulangan jenazah ke Indonesia, termasuk menghubungi keluarga Almarhum di Aceh Utara.
Permohonan bantuan pemulangan jenazah Zulkarnaini ke Tanah Air turut disampaikan secara resmi oleh keuchik Gampong Meunasah Geudong Kecamatan Jambo Aye Aceh Utara kepada Haji Uma melalui surat nomor: 78/2005/MG/2019.
Kemudian Haji Uma melalui surat resminya menugaskan Abusaba ketua group KANA di Malaysia untuk membantu pengurusan pemulangan jenazah almarhum ke kampung halaman di Aceh Utara.
Awalnya proses pemulangan jenazah terkendala dengan dana sebesar 20 juta rupiah.
Namun melalui sumbangan sukarela masalah dana dapat teratasi.
Dana terkumpul masing-masing dari pihak keluarga sebesar 10 Juta rupiah, bupati Aceh Utara melalui camat Jambo Aye sebesar 5 juta rupiah, dan sumbangan sahabat almarhum serta warga Aceh di Malaysia sebesar 5 juta rupiah.
Untuk menjemput jenazah Zulkarnaini, Abusaba harus menempuh 8 jam perjalanan darat dari Kuala Lumpur ke hospital Kulim Kedah Malaysia.
Pengurusan administrasi pemulangan jenazah Zulkarnaini tidaklah mudah karena dihadapkan dengan hari libur selama 4 hari di Malaysia.
"Seharusnya jenazah baru dapat dipulangkan ke Aceh pada hari Kamis depan, namun atas kerja keras Abusaba dan dibantu oleh KBRI Kuala Lumpur jenazah Zulkarnaini akan tiba hari ini Senin 16 September 2019," kata Muhammad Daud
Selain itu, untuk membantu kemudahan pemulangan jenazah Zulkarnaini dari Kualanamu ke alamat tinggal Almarhum di Aceh Utara, Haji Uma ikut melayangkan surat kepada BP3TKI Aceh perihal meminta bantuan armada penjemputan jenazah almarhum dan mengantarnya ke kampung halaman almarhum.
"InsyaAllah jenazah Zulkarnaini akan tiba hari ini jam 08.30 Wib via Kualanamu. Kita juga telah meminta bantuan BP3TKI untuk mengantar jenazah almarhum sampai ke kampung halaman," ungkap Haji Uma.
Haji Uma juga ikut menugaskan stafnya di Medan untuk mendampingi keluarga almarhum sebagai penerima jenazah di bandara kualanamu
"Dalam hal ini kita mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pemulangan jenazah almarhum, terutama Masyarakat Aceh di Malaysia, Abusaba ketua Group KANA, bupati Aceh Utara, Camat Jambo Aye, warga Meunasah Geudong dan BP3TKI Aceh.
"Semoga Allah SWT akan membalas kebaikan kita Semua," tutup Haji Uma seperti dikutip Muhammad Daud.(*)
SHARE