Surati Wali Kota, MPU Subulusalam Minta Peserta Karnaval Putra dan Putri Dipisah

SHARE


SUBULUSSALAM – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam, Rabu (11/9/2019) menyurati wali kota setempat, terkait kegiatan karnaval dalam rangka peringatan hari jadi ke-57 Subulussalam.
Dalam surat ini, MPU Subulussalam meminta agar peserta karnaval putra dipisahkan dengan peserta putri.
Surat MPU Subulussalam tentang permintaan pemisahan peserta karnaval putra dengan putri ini, bernomor 451.1/138/2019 tanggal 11 September 2019.
Surat tersebut ditandatangani Ketua MPU Subulussalam, Ustaz Drs H Azharuddin Kombih Paeteh dan fotokopinya turut dikirim ke Serambinews.com.
Selain kepada Wali Kota Subulussalam, surat terkait diteruskan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam.
Alasan pemisahan peserta karnaval putra dengan putri ini, demi menjaga syariat Islam di Bumi Syekh Hamzah Fansuri tersebut.
Kecuali pemisahan peserta putra dengan putri, MPU juga mengingatkan agar pakaian yang dikenakan sesuai syariah.
Wakil Ketua MPU Kota Subulussalam, Ustaz Maksum LS, S.Pdi yang ditanyai wartawan, membenarkan surat mereka terkait permintaan dipisahnya peserta karnaval putra dengan putri.
Ini, kata Ustaz Maksum, mereka lakukan dalam rangka menjaga Syariat Islam di Kota Sada Kata itu.
Menurut Maksum, apapun alasannya, tidak bisa menjadi pembenaran pelanggaran syariat Islam.
”Kita kan syariat Islam, jadi ini untuk menjaga. Maka peserta karnaval putra dan putri itu harus dipisah, jangan kayak orang pasangan padahal non muhrim,” ujar Maksum.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam melalui suratnya nomor 800/730/75.102/2019 tanggal 10 Sepetember 2019, mengundang seluruh SD/MI/SMP/MTs/SMA/SMK dan MA untuk mengikuti kegiatan karnaval hari jadi ke-57 Subulussalam.
Karnaval tersebut rencananya digelar Jumat (13/9/2019) petang atau sehari sebelum puncak hari jadi. (*)
SHARE