Stok Masker di BPBK Abdya Habis, Kabut Asap Semakin Pekat

SHARE


BLANGPIDIE - Kabut asap yang mengepung kawasan sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), memasuki hari ketiga, Selasa (24/9/2019), semakin pekat.
Mengantipasi penyakit akibat terpapar kabut asap, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Selasa pagi, membagikan 2.000 masker kepada pengendara kendaraan bermotor dan murid sekolah.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Abdya juga sudah membagikan 4.000 masker kepada pengguna jalan, Senin (23/9/2019) pagi.
Pembagian masker dilanjutkan petugas puskesmas di kecamatan- kecamatan, Selasa (24/9/2019).
Pihak BPBK Abdya hanya memiliki 2.000 masker dan sudah habis mereka bagikan kepada pengguna kendaraan bermotor, masyarakat, dan murid SD di kawasan Blangpidie.
“Stok masker sudah habis, kita sudah minta Dinas Provinsi, segera dikirim 10.000 masker, besok kita bagikan,” kata Kalak BPBK Abdya, Amiruddin kepada Serambinews.com, Selasa siang, tadi.
BPBK Abdya membagikan masker kepada murid SDN 3 Blangpidie dan pengguna jalan nasional, Selasa (24/9/2019). Kabut asap yang mengepung kawasan sembilan kecamatan sudah memasuki hari ketiga dan semakin pekat.
BPBK Abdya membagikan masker kepada murid SDN 3 Blangpidie dan pengguna jalan nasional, Selasa (24/9/2019). Kabut asap yang mengepung kawasan sembilan kecamatan sudah memasuki hari ketiga dan semakin pekat. (For serambinews.com)
BPBK Abdya melaporkan jarak pandang sekitar 2 km.
Masker yang dikirim dari provinsi itu akan dibagikan di sejumlah titik, antara lain di Babahrot, Manggeng, Susoh, dan sekitarnya.
Amatan Serambinews.com, pengendaraan sepeda motor sebagian sudah memakai masker, seperti masyarakat umum, PNS, siswa.
Masker yang dipakai sebagian berasal dari yang dibagikan Dinas Kesehatan dan BPBK, namun banyak memakai masker milik sendiri (swadaya) yang dibeli di toko-toko obat atau apotik.
Orang tua murid juga memakai masker saat menjemput anaknya di TPA/PAUD/TK Aneuk Sigupai Desa Keude Siblah, Blangpidie, Abdya, Selasa (24/9/2019) siang. SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Orang tua murid juga memakai masker saat menjemput anaknya di TPA/PAUD/TK Aneuk Sigupai Desa Keude Siblah, Blangpidie, Abdya, Selasa (24/9/2019) siang. SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF (Serambi)
Kabut asap yang diduga ekses dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau, mengepung kawasan Kabupaten Abdya sejak Minggu (22/9/2019) lalu, semakin parah sampai Selasa, tadi.
Kabut asap menyelimuti kawasan sembilan kecamatan daerah itu sejak dari Kecamatan Babahrot (perbatasan dengan Nagan Raya) sampai Lembah Sabil (perbatasan dengan Aceh Selatan).
Keindahan bentangan Gunung Bakit Barisan tidak bisa dinikmati lagi karena sudah tertutup pekatnya asap putih.
Pemandangan serupa juga terlihat di kawasan perairan laut Samudera Hindia.
Meskipun warga masih beraktivitas, namun ada yang mulai terganggu, seperti kegiatan nelayan menangkap ikan di laut.
Sebagian masyarakat mulai khawatir kondisi kesehatan anak-anak mereka.
Ada yang menjemput waktu pulang sekolah sekalian memakaikan masker. (*)
Sumber: Serambinews
SHARE