Status Siaga Buka Link ke BNPB, BPBD Waspadai Karhutla Susulan

SHARE


MEULABOH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat hingga kini masih mempertahankan status siaga darurat asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ditetapkan di daerah itu sejak 5 Agustus 2019 lalu. Pasalnya, status yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 550/2019 tertanggal 5 Agustus yang berlaku hingga 31 September mendatang ini telah membuka link atau jalur langsung daerah itu ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 “Status siaga darurat asap itu tidak dicabut. Sampai sekarang masih,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Darurat (BPBD) Aceh Barat, Mukharuddin kepada Serambi di sela-sela menghadiri dialog tanggap bencana di Meulaboh, Jumat (13/9).
Mukharuddin menjelaskan, keputusan untuk tetap mempertahankan status siaga darurat asap tersebut sudah dikoordinasikan pihaknya ke pusat alias ke BNPB. Bahkan, ungkapnya, keberadaan status itu telah menjadi ruang atau jalur langsung Aceh Barat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pusat. “Jadi, kalau ada sesuatu soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kita bisa langsung ke BNPB,” ulasnya.
Disinggung dengan kondisi saat ini yang masih kerap terjadi kebakaran lahan, Mukharuddin memaparkan, pihaknya tetap dalam kondisi waspada dengan terjadi lagi karhutla susulan. Di samping itu, tukas dia, BPBD juga akan terus melakukan terobosan dan langkah strategi sehingga penanggulangan kebakaran lahan dapat teratasi lebih cepat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Aceh Barat, Ramli MS menetapkan status kabupaten itu sebagai daerah siaga darurat bencana asap dampak karhutla. Penetapan status ini melalui Keputusan Bupati Nomor 550/2019 tertanggal 5 Agustus dan berlaku hingga 31 September 2019. Seiring dengan status siaga darurat asap ini, satu unit helikoper bom air (water booming) milik BNPB pun dikerahkan ke Aceh Barat untuk membantu pemadaman kebakaran lahan dari udara.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menghanguskan dua hektare lahan kosong dan kebun warga di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat sejak Jumat (6/9) malam, dilaporkan pada Jumat (13/9) kemarin, sudah padam total. Hal ini tak lepas dari berkah guyuran hujan yang terjadi di kawasan tersebut sehingga bara api yang sempat diprediksi masih ada di bawah lapisan lahan gambut, juga ikut padam.
Padamnya kebakaran lahan di Suak Raya itu tentu sangat melegakan warga setempat. Karena, sehari sebelumnya mereka masih was-was lantaran asap masih muncul dari lahan yang terbakar. Seperti diungkapkan Keuchik Suak Raya, Zainuddin, meski titik api tidak lagi tampak di permukaan, namun asap masih muncul di lokasi kebakaran hingga Kamis (12/9).
"Api memang sudah padam, cuma asap masih ada. Makanya butuh penyiraman total," tukas Zainuddin kepada Serambi, Kamis kemarin. Zainuddin mengungkapkan, warganya memang sudah berusaha melakukan pemadaman secara manual di lokasi. Tapi, karena lahan di kawasan itu gambut maka upaya tersebut kurang maksimal.
SHARE