Siang Mengemis Malam Main Judi, Enam Pengemis Diringkus Polisi di Aceh Tengah

SHARE


TAKENGON – Enam orang yang berprofesi sebagai pengemis dan peminta sumbangan ditangkap Satreskrim Polres Aceh Tengah karena kedapatan sedang bermain judi.
Ironisnya, uang yang digunakan untuk modal bermain judi, merupakan hasil mengemis di sejumlah titik di Kota Takengon.
Keenam pengemis ini, terjerat tindak pidana perbuatan maisir (perjudian), sehingga dikenakan sanksi hukuman cambuk, sesuai dengan Pasal 18 Qanun Provinsi Aceh, Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.
Keenam pelaku maisir yang berasal dari beberapa daerah di pesisir Aceh ini, masih diamankan di Mapolres Aceh Tengah.
“Mereka kami tangkap, 15 September 2019 lalu di salah satu penginapan di kawasan Pasar Pagi, Kota Takengon,” kata Kapolres Aceh Tengah, AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim, Iptu Agus Riwayanto Diputra dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Rabu (18/9/2019).  
Keenam tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemis dan peminta sumbangan itu, diantaranya berinisial MI (46) warga Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
RN (36) warga Seunebok Pidie, Kecamatan Madat, Aceh Timur.
NN (57) warga Dusun Abah Krueng, Desa Meunasah Tunong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.
Selanjutnya, MS (45) warga Dusun Blang Lhok, Kampug Keude Tambue, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.
MT (24) warga Dusun Masjid Lama, Desa Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
Terakhir, Ridwan Pataruddin (26) warga Dusun Puuk, Desa Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.
Menurut Agus Riwayanto Diputra, ketika dilakukan pengrebekan jumlah komplotan pengemis yang bermain judi, berjumlah delapan orang.
Namun, dua diantaranya berhasil melarikan diri dari sergapan petugas.
“Ada beberapa barang bukti yang berhasil kita amankan. Selain kartu joker, ada juga uang senilai Rp 410.000, serta sejumlah sepeda motor,” jelasnya.
Disebutkan, para tersangka pelaku perjudian ini, merupakan pengemis yang aktifitasnya di siang hari  sebagai peminta minta sumbangan dari warga Kota Takengon.
Namun, hasil sumbangan itu, digunakan untuk bermain judi antarsesama pengemis.
“Pengakuan mereka, sudah dua kali datang ke Takengon untuk memintas sumbangan. Dan uangnya dipake untuk main judi,” jelasnya. (*)
SHARE