Serai Wangi Akan Gantikan Coklat di Lahan Eks GAM, Juga Alpukat, Durian dan Kopi Lampung

SHARE


MEUREUDU - Para eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) penerima hibah tanah pertanian di Gle Abah Lueng Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya (Pijay), memutuskan akan mengganti jenis tanaman di lahan mereka.
Sebelumnya, di tanah pertanian seluas 200 hektare itu telah pernah ditanami tanaman coklat (kakao), namun gagal tanam akibat serangkan ternak dan hama. Sebagai gantinya, para eks GAM sepakat menanam serai wangi dan beberapa jenis tanaman keras lain.
Ketua Koperasi Halimun Jaya, Abubakar Muhammad atau lebih dikenal dengan panggilan Abubaka Rayeuek mengatakan, rencana pergantian jenis tanaman itu merupakan hasil pertemuan para eks GAM penerima lahan beberapa pekan lalu.
“Sebagai pengganti kakao, di lahan tersebut akan ditanami serai wangi,” kata Abubaka yang juga penanggung jawab tanaman coklat di pegunungan transmigrasi lokal (translok) ini kepada Serambi, Sabtu (7/9).
Penanaman serai wangi itu dilakukan dengan menggunakan dana pribadi para pemilik lahan. Selain serai wangi, jenis tanaman lain yang juga akan ditanami adalah alpukat, durian, dan kopi lampung. Pihaknya saat ini mengaku sedang menyemai bibit alpukat dan durian, yang semuanya juga dibiayai sendiri alias swadaya.
"Untuk sementara ini kami menggunakan dana pribadi. Kami sengaja tidak ingin membebani pemerintah, karena sudah cukup banyak yang dibantu,” ungkap tokoh mantan GAM ini.
Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pidie Jaya, Maizatul Akmal SP, saat dikonfirmasi Serambi membenarkan bahwa di lahan 200 ha itu sebelumnya sudah pernah ditanami tanaman coklat.
Penanaman dilakukan setahun lalu, tetapi hasilnya tidak memuaskan karena sebagian besar tanaman habis dimakan kerbau. Upaya penghalauan sudah beberapa kali dilakukan, tetapi itu hanya bertahan sebentar. Pemagaran juga sudah dilakukan, tetapi hanya sebagain kecil sehingga kerbau-kerbau itu dengan gampang masuk kembali ke lahan pertanian.
“Hasil dari penanaman (coklat) itu tidak bisa diharap banyak, habis digerayangi kerbau dan kini hampir semuanya pora-poranda,” ungkap Akmal.
Karena itu, dia menyambut baik rencana para pemilik lahan yang ingin menggantikan jenis tanaman coklat dengan tanaman kopi. Akmal mengaku sudah mengetahui rencana pergantian jenis tanaman itu karena dalam rapat dua pekan lalu itu juga hadir petugas dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Pijay.
Untuk serai wangi, penaman akan diupayakan pada akhir September 2019 dengan mendatangkan bibit dari Bener Meriah. Menurut Akmal, serai wangi cocok ditanami di Gle Abah Lueng sehingga ia optimis program penanaman kali ini akan berhasil.
Terpisah, Kepala Disbunnak Pijay, Burhanuddin SP, mengaku sudah membicarakan persoalan pergantian jenis tanaman ini dengan Bupati. Inti dari pembicaraan tersebut, pemberian lahan kepada 100 eks GAM itu harus berhasil.
“Awalnya di lahan pertanian itu sudah pernah ditanami coklat, tetapi karena gangguan kerbau, tanaman itu hampir punah seluruhnya.
Ia juga mengapresiasi sikap para eks GAM yang tidak patah semangat karena gagalnya penanaman coklat. “Salut saya. Untuk menanam jenis tanaman lain, mereka mau menggunakan dana sendiri, bukan dari pemerintah,” puji Burhanuddin
SHARE