Selamatkan Remaja dari Maut di Pantai Lhoknga, Nyawa Pemuda Aceh Utara Melayang, Begini Kejadiannya

SHARE


BANDA ACEH - Innalilahi wainnailaihi rajiun. M Iksan (25) pemuda asal Gampong Sijuek Timu, Aceh Utara, meninggal dunia di Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (8/9/2019).
Pemuda ini dilaporkan meninggal dunia setelah berhasil menyelematkan beberapa remaja yang terseret arus di pantai Lhoknga di depan PT SBA (dulu PT SAI) Aceh Besar, sore kemarin.
Informasi diperoleh wartawan, awalnya M Ikhsan sedang bersama dengan tiga temannya di kawasan Pantai Lhoknga.
Ketiga temannya adalah Faisal (25) warga Matang Sijeuk Timu, Aceh Utara, Nanda (27) warga Ateuk Munjeng, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dan Asnawi (29) warga Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.
Saat itu, M Ikhsan bersama dengan tiga temannya sedang menikmati suasana Pantai Lhoknga yang sejuk, teduh, dan dikenal sangat indah tersebut.
Ketika sedang bersantai, tiba-tiba M Ikhsan dan tiga temannya mendengarkan teriakan minta tolong dari remaja yang sedang mandi di laut itu.
Mendengar teriakan minta tolong itu, tanpa menunggu waktu Ikhsan bersama tiga rekannya ini spontan menceburkan diri ke laut dengan niat membantu empat remaja yang terseret arus.
Keempat remaja yang terseret arus saat itu adalah Ida Yulandari (19), Siti Rahmah (15), Ferdinan (13), dan Jopi Andi (12).
Mereka semuanya tercatat berasal dari Jantho, Aceh Besar yang saat itu berlibur bersama keluarganya.
M Ikhsan dan tiga temannya langsung berupaya membantu remaja yang tersebut arus itu.
"Saudara Faisal dan Nanda berhasil menyelamatkan Jopi dan Ferdinan. Mereka langsung diangkat ke atas papan selancar ke pinggir pantai," kata Kapolsek Lhoknga, Iptu Muliadi kepada Serambinews.com, Senin (9/9/2019) pagi.
Sementara Asnawi dan M Ikhsan berupaya membantu dua korban lainnya yaitu Ida Yulandari dan Siti Rahmah, dengan memegang rambut keduanya dan berhasil diarahkan ke pinggir laut.
Tapi, nahas Ikhsan yang kelelahan akhirnya tak mampu lagi berenang ke tepian pantai, sehingga meminta bantuan.
Faisal yang melihat temannya kehabisan tenaga itu kembali menceburkan diri lagi ke laut dan menyelamatkan Ikhsan.
Ia berhasil menarik Ikhsan ke pinggir pantai.
Namun, saat tiba di pinggir pantai, Ikhsan sudah tidak sadarkan diri, setelah berupaya diberi bantuan penangganan pertama oleh rekan-rekannya.
"Anggota Polsek Lhoknga yang sudah berada di lokasi langsung melarikan Ikhsan ke Puskesmas Lhoknga. Namun, Allah berkehendak lain, nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke Puskesmas Lhoknga," papar Iptu Muliadi.
Almarhum Ikhsan meninggal saat ia ingin memberi pertolongan kepada pengunjung pantai Lhoknga yang terseret arus, akhirnya diserahkan kepada Mulyadi (37) yang berdomisili di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.
"Malam itu, jenazah Ikhsan langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Matang Sijuek Timu, Aceh Utara untuk dikebumikan di sana," ungkap Iptu Muliadi.
Kapolsek Lhoknga ini pun kembali mengingatkan seluruh pengunjung pantai Lhoknga untuk lebih berhati-hati dan diminta untuk tidak mandi-mandi terlalu jauh dari pinggir pantai, apalagi ada sampai euforia saat mandi.
Hal itu, ungkap Iptu Muliadi, mengingat di pantai Lhoknga dan Lampuuk sudah sering menelan korban meninggal dunia.
Seharusnya rentetan kejadian orang tenggelam yang terjadi hampir setiap tahun ada korban yang meninggal dunia harusnya menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati.
Kalau perlu jangan mandi, mengingat pantai Lhoknga serta pantai Lampuuk sangat rawan, apalagi dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda Aceh saat ini, sebut Kapolsek Lhoknga ini.
Para pedagang yang berjualan di dua lokasi pantai wisata Lhoknga dan Lampuuk juga diminta untuk mengingatkan para pengunjung pantai untuk tidak mandi terlalu jauh.
"Karena keselamatan pengunjung pantai menjadi kewajiban bersama", pungkas Kapolsek Lhoknga Iptu Muliadi.(*)
SHARE