Rumah Bapak dan Anak Terbakar di Simpang Mamplam, Dua Keluarga Mengungsi

SHARE


BIREUEN -  Kebakaran menghanguskan rumah Rusli  (60) berkontruksi permanen di Dusun Tgk Dikiju, Gampong Cureh Tunong, Simpang Mamplam, Bireuen ludes terbakar, Jumat (20/9/2019) sekira pukul 20.30 WIB. 
Sumber api diduga akibat arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
Kondisi rumah terbakar itu merupakan satu rumah rumah permanen yang diskat
menjadi dua rumah ditempati dua keluarga. Rusli, istri dan anaknya. 

Kemudian satu keluarga lagi, Nazaruddin merupakan juga anak dari Rusli bersama istri dan dua anaknya.
Lokasi rumah terbakar itu jaraknya sekira 30 Km arah barat Kota Bireuen.
Ekses peristiwa itu ada tujuh jiwa dari dua keluarga kehilangan tempat tinggalnya kini mengungsi ke rumah tetangga.
Ketujuh jiwa itu terdiri dari Kakek, anak , menantu dan cucunya. 
Kadis Sosial Bireuen, Drs Murdani kepada Serambinews.com, Sabtu (21/09/2019) mengatakan, dua rumah yang
terbakar yaitu milik Rusli (60) dengan dua tanggungan yaitu  istrinya bernama Juliana (45) dan seorang anak bernama Nandi (24).

Itu laporan anggota Tagana bagian data dan informasi, Ruslan Abdul Gani dan rekannya.
Selanjutnya, satu rumah lagi yang diskat  di samping rumah itu ikut terbakar juga ditempati Nazaruddin Rusli  (39) anak dari Rusli. Ia tinggal bersama istrinya, Safrina serta dua anaknya yaitu Zaidul (13) dan Haikal (7) yang merupakan cucu dari Rusli.

Saat kejadian kebakaran terjadi, Rusli selaku pemilik rumah sudah pergi melaut, sedangkan istrinya dan anaknya berada di rumah.

Sedangkan, Nazaruddin pemilik rumah satu lagi waktu itu sedang duduk bersama istrinya di luar rumah, sedangkan dua anaknya sudah pergi mengaji.
Tiba-tiba terlihat api mulai membesar di rumah  Rusli. Istri Rusli bernama Juliana segera keluar dan api terus membesar.
Melihat api terus membesar, kedua keluarga segera meminta pertolongan warga, puluhan warga berdatangan membantu memadam api.

Namun, cepatnya api membesar sehingga kedua keluarga tidak sempat menyelamatkan isi rumah. Termasuk satu sepeda milik Rusli, kemudian satu sepeda motor Gl Pro dan dua sepeda lainnya milik Nazaruddin ikut hangus.

Keuchik setempat, Nasrullah (35) mengatakan, sumber api diduga dari korslet listrik dan kedua rumah tersebut rata dengan tanah serta tidak ada yang dapat diselamatkan. Kedua keluarga terdiri dari tujuh jiwa yaitu nenek, anak, menantu serta cucunya  mengungsi ke rumah tetangga. (*)
SHARE