Putri, Mahasiswi Yatim yang Jago Karate asal Lhokseumawe

SHARE


LHOKSEUMAWE - Putri Rahmah Tauhidah (18) merupakan murid Perguruan Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Kota Lhokseumawe yang telah memegang sabuk hitam. 
Dia pun salah satu atlet karate  andal Kota Lhokseumawe yang telah meraih segudang prestasi baik tingkat Popda ataupun PORA.
Di samping juara di sejumlah even karate lainnya.
Anak yatim pasangan almarhum Syahrizal dan risayandi, menceritakan, kalau dirinya mulai belajar karate saat masih duduk di kelas enam SD.
"Bawaan saya waktu kecil memang sedikit tomboi, sehingga almarhum ayah dulunya mengajak saat belajar karate. Sehingga saya pun mau," katanya.
Memang bakat yang dimiliki gadis kelahiran 24 Maret 2001 tersebut langsung kelihatan.
Karena baru beberapa bulan ikut latihan, dia pun langsung diturunkan ke Kejurda KkI Aceh pada tahun 2012 lalu di Banda AcehZ Dia bermain di kelas -35 Kg putri.
"Alhamdulilah, turun pertama bertanding, saya langsung bisa meraih juara satu," katanya sambil tersenyum.
Dari sering ikut bertanding, dan sering meraih juara, membuat dara asal Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe tersebut  semakin cinta terhadap cabang olahraga karate.
Sehingga dia pun semakin giat berlatiih.
"Rajin dan serius  berlatih, menjadi motto saya untuk bisa meraih prestasi," kata mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh tersebut.
Berkat keseriusan dan rajin berlatih, maka sejak duduk dibangku SMP hingga SMA, dia selalu mewakili Kota Lhokseumawe di ajang Popda. Serta selalu meraih juara.
Dirincikannya, Popda  di Lhokseumawe tahun 2014, dia pun berhasil meraih juara tiga.
Popda di Langsa tahun 2016, dia berhasil meraih juara dua. Lalu saat Popda di Aceh Tengah tahun 2018, dia pun berhasil meraih juara satu.
"Saya pun sempat wakili Kota Lhokseumawe diajang PORA di Aceh Besar beberapa waktu lalu, sehingga berhasil meraih juara dua," paparnya.
Dengan umur yang baru 18 tahun, Putri tentunya masih memiliki banyak waktu untuk bisa terus berprestasi dicabang karate.
Terpenting motto dianya, rajin dan giat berlatih terus diterapkan selama hidupnya.
"Usaha pastinya tidak akan pernah mengkhianati hasil. Saya yakin itu," pungkas Putri yang kesehariannya sekarang ini sudah dipercayakan membantu melatih adik-adik seperguruannya tersebut.(*)
SHARE