Polresta Distribusi 15 Ton Air Bersih Untuk Punie dan Gue Gajah

SHARE


BANDA ACEH -  Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh, mendistribusikan 15 ton air bersih untuk ratusan kepala keluarga (KK) di Gampong Punie dan Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (19/9) sore.
Air bersih yang diperuntukkan bagi 305 KK di Punie dan 400 KK di Gampong Gue Gajah itu menyikapi kondisi sumber mata air di Mata Ie yang telah mengering dalam beberapa hari minggu terakhir akibat kemarau panjang yang melanda Aceh dan Aceh Besar khususnya. Sehingga, hampir dua pekan ini ribuan warga di kecamatan itu sudah tidak memperoleh suplai air bersih dari PDAM.
Mengeringnya sumber mata air di Mata Ie itu mulai berdampak pada ribuan masyarakat di kecamatan tersebut. Akibatnya, tidak sedikit warga harus membeli air dari sejumlah usaha isi ulang.
Terhentinya suplai air bersih itu direspon cepat. Pihak kepolisian yang berinisiatif menyediakan sekaligus mendistribusikan langsung air bersih ke warga di dua gampong tersebut, menggunakan dua armada milik Polresta Banda Aceh, masing-masing mobil tangki serta water cannon atau kendaraan taktis (rantis) yang selama ini lazim diperuntukkan menghalau demonstran yang bertindak anarkis.
Dalam proses pendistribusian air bersih tersebut melibatkan puluhan personel Polresta dan Polsek Darul Imarah. Bahkan proses pendistribusian air bersih yang dimulai di Gampong Punie tersebut ikut melibatkan prajurit Koramil 11/Darul Imarah.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Darul Imarah, Iptu Suriya SpdI mengatakan, inisiatif penyediaan air bersih bagi 704 KK di dua gampong dalam Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, merupakan prakarsa Kapolresta Kombes Trisno.
Hal tersebut, ungkap Suriya, setelah dirinya menerima laporan dari sejumlah petugas Bhabinkamtibmasnya yang bertugas di sejumlah gampong dalam kecamatan itu. Menurut Suriya yang menerima laporan itu, ribuan warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena suplai air bersih dari PDAM Tirta Mountala mulai terkendala mendistribusikan air, seiring mengeringnya sumber mata air di Mata Ie.
"Kebetulan sehari sebelumnya, kami bersama Bupati Aceh Besar, serta sejumlah pejabat TNI serta Pemkab Aceh Besar menuju ke lokasi sumber mata air di Mata Ie. Betul-betul kering dan tidak ada sedikit pun air yang bisa didistribusikan," sebutnya.
Ia menerangkan untuk pendistribusian air bersih yang dilakukan kemarin baru meliputi dua gampong di Kecamatan Darul Imarah, yakni Punie dan Gue Gajah. Rencananya, pendistribusian di hari-hari berikutnya akan dilakukan bertahap dan masih dalam Kecamatan Darul Imarah, sebutnya. "Insya Allah, kalau tidak ada halang melintang, pendistribusian air bersih bagi masyarakat di Darul Imarah ini akan kita lanjutkan ke gampong-gampong lainnya yang memang sudah kekeringan. Tapi, belum berani kami sampaikan, karena, sejauh ini masihplaining. Tapi, Insya Allah akan kita laksanakan," demikian Iptu Suriya.
Keuchik Gampong Punie, Jamaluddin, mengungkapkan di usianya yang menjelang 50 tahun itu, sepanjang sepengetahuannya sumber mata air di Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, tidak pernah kering, meski dalam kemarau panjang sekalipun. Tapi,memasuki tahun 2018 dan tahun 2019 ini lah, ungkapnya sumber air di Mata Ie, itu sudah mulai mengering.
"Kondisi mengeringnya sumber air di Mata Ie, tentu memunculkan kekhawatiran dan semoga Allah selalu menjaga kita. Kalau bisa saya katakan, jika di mata air (Mata Ie-bahasa Aceh) sudah kering, apalagi di tempat-tempat lain," sebutnya.
Ia pun mengaku bersyukur dengan inisiatif pihak Polresta Banda Aceh dan Polsek Darul Imarah mendistribusikan air bersih ke 307 KK warga di gampongnya. Demikian pula halnya, ucapan yang sama juga disampaikan ke personel Koramil 11/Darul Imarah yang ikut serta turun ke Punie.
SHARE