Polres Langsa Tangkap 5 Tersangka Penjual ID dan Pemain Judi Online, Terancam Cambuk Hingga 45 Kali

SHARE


LANGSA - Satuan Reskrim Polres Langsa dan Polsek jajaran menggerebek empat warung internet (warnet) dan meringkus lima tersangka penjudi online (sibobet) di warnet tersebut.
Tim Ospnal Sat Reskrim Polres Langsa juga menyita barang bukti (BB) tiga komputer, 33 lembar ID judi online, dan uang tunai Rp 9.078.000.
Kelima tersangka, dua diantaranya FA (31), warga Gampong Meutia, Kecamatan Langsa Kota, AL (35) warga Gampong Sungai Pauh Induk, Kecamatan Langsa Barat.
Keduanya operator warnet sekaligus penjual ID sibobet. 
Tiga tersangka sebagai pemain judi online yakni bernisial SU (30), warga Gampong Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro,  JU (29) mahasiswa warga Gampong Sungai Pauh Firdaus, Kecamatan Langsa Barat.
Terakhir IB (22), mahasiswa beralamat di Desa Ulee Glee, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur.
Para tersangka dijerat melanggar Pasal 18 dan Pasal 20 Qanun Provinsi Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, dengan ancaman hukuman 12 kali cambuk, 30 kali cambuk, hingga 45 kali cambuk.
Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukma Wibowo SIK, Kamis (12/9/2019), mengatakan pengungkapan kasus judi online ini dilakukan Selasa (10/9/2019) di tiga warnet terpisah. 
Pertama, polisi menggerebek Gladynet di Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, sekitar pukul 19.00 WIB. 
Di warnet ini, tim Opsnal Satuan Reskrim meringkus tersangka SU selaku operator dan seorang tersangka judi online JU, serta menyita BB 1 lembar ID judi online, uang Rp 790.000, dan dua komputer.
Pada jam yang sama, tim Opsnal juga menggerebek warnet tanpa nama persisnya di depan Lapas Langsa, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota dan meringkus tersangka FA.
Di warnet itu polisi menyita BB empat lembar ID judi online, uang tunai Rp 3.610.000, satu Hp Merk Siaomy, serta satu  komputer yang dijadikan fasilitas judi online.
Kemudian pada pukul 19.30 WIB, tim menggerebek warnet Retronet di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota dan meringkus tersangka IB.
Di warnet Retronet tersebut, polisi juga menyita BB satu lembar ID judi online dan uang sebesar Rp. 2.980.000, 1 buah Hp Merk Siaomy, dan 1 unit komputer.
Terakhir, Rabu (11/2019) aparat Reskrim Polsek Langsa menangkap tersangka AL, di tangkap di jalan utama Gampong Sungai Pauh Induk, Kecamatan Langsa Barat.
Petugas yang curiga memeriksa tersangka, dan ditemukan BB sebanyak 27 lembar ID judi online dan uang sebesar Rp 1.698.000, 1 unit Hp Merk Vivo warna hitam.
Kapolres menjelaskan modus operasi mereka yakni enjual ID sbobet menjualkan ID/Chip /saldo sbobet kepada orang yang mau bermain atau melakukan judi online dengan nominal minimal Rp 25.000 - Rp 200 ribu/lembarnya.
Untuk sbobet Rp 25 ribu setiap lembarnya mereka mendapat keuntungan Rp 1.000, dan sbobet lembar Rp 200.000 keuntungan Rp 200.000.
"Pemain sbobet membuka situs judi online di warnet - warnet, untuk mendapatkan keuntungan dari hasil melakukan udi online (maisir) tersebut," ujarnya.
Timpal AKBP Andy Hermawan SIK MSc, pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka maisir (judi) Qanun Provinai Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.
Untuk tersangka pemain atau yang melakukan judi online dipersangkakan dengan Pasal 18 dengan ancaman sebanyak 12 kali - 30 kali cambuk.
Sedangkan bagi tersangka penjual ID sbobet dan penyedia fasilitas dipersangkakan Pasal 20, dengan ancaman 45 kali cambuk.
Selain itu, para tersangka juga dapat diterapkan Pasal 45 (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2018 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (*)
SHARE