Polisi Mulai Kantongi Calon Tersangka Kasus Gampong Blang Makmur

SHARE


BLANGPIDIE - Kasus kekosongan kas Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) sebesar Rp 445,63 juta lebih, berbuntut panjang.
Bahkan, Polres Abdya kabarnya telah mengantongi calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa tersebut.
Kasus korupsi yang diperankan Muhammad Haris itu mulai mengerucut dan memasuki babak baru.
Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulfitriadi SH mengatakan, pengungkapan dugaan korupsi yang dilakukan mantan keuchik Desa Blang Makmur, semakin memperlihatkan titik terang.
Bahkan kasus yang juga menyeret bendahara desa tersebut, akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Sekaligus menetapkan siapa saja tersangka di balik kasus tersebut.
"Saat ini masih menunggu gelar perkara di Polda Aceh, setelah itu langsung diumumkan siapa saja tersangkanya. Akan diumumkan langsung oleh Kapolres melalui jumpa pers dalam waktu dekat ini," ujar Iptu Zulfitriadi.
Menurutnya, hasil opname cash dari Inspektorat Abdya terhadap besaran angka kerugian negara telah ada, yakni mencapai Rp 445 juta lebih,dari total anggaran desa Rp 1,28 miliar tahun anggaran 2018.
"Hasil opname cash dari Inspektorat ini, merupakan syarat formil untuk kelengkapan pemberkasan sehingga kasus ini bisa ditingkatkan," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya sudah memeriksa beberapa kali mantan keuchik dan bendahara Blang Makmur, dan sejumlah perangkat gampong setempat.
Bukan itu saja, lanjutnya, baru-baru ini pihaknya telah memanggil pendamping kecamatan, guna dimintai keterangan pendukung terkait alur penggunaan dana desa yang menyimpang tersebut.
"Pendamping kecamatan kami mintai keterangan sebagai saksi, sebab yang bersangkutan pasti mengetahui bagaimana alur penggunaan dana desa itu," ungkapnya.
Sepertu diberitakan sebelumnya, mantan Keuchik Blang Makmur, Muhammad Haris sempat menghilang secara misterius di lokasi PPI Ujung Serangga, Susoh.
Polemik hilangnya mantan keuchik Blang Makmur itu, menjadi tanda tanya banyak kalangan di Abdya.
Ada yang mengira dirinya telah ditelan ombak, bahkan ada yang menduga telah lari ke Malaysia.
Namun dugaan tersebut sirna, setelah Muhammad Haris akhirnya kembali lagi ke kampung halaman, dengan membawa informasi, kalau dirinya telah disekap oleh orang yang tidak dikenal dan akhirnya kabur ke Kabupaten Aceh Singkil.
Meski sudah kembali dengan selamat dan telah menyerahkan diri, yang bersangkutan tetap tidak bisa menghindar dari penyelidikan pihak kepolisian.
Terkait penggunaan anggaran dana desa tahun 2018, yang belum bisa dipertanggung jawabkan dan telah merugikan negara.
Kas Kosong
Beberapa hari Aris pulang, sejumlah perangkat desa setempat menghadap wakil Bupati Abdya, Muslizar MT.
Kedatangan mereka melaporkan, bahwa kas Desa Blang Makmur mencapai Rp 445,63 juta lebih telah kosong.
Menurut perangkat desa, bahwa saat ini uang tidak ada lagi di kas desa, pasca diserahkan oleh bendahara keuchik Blang Makmur, Muhammad Aris.
Menanggapi hal itu, Muslizar MT pun meminta tim inspektorat turun ke Ganpong tersebut.
Kepala Inspektorat Abdya, Said Jailani saat menyebutkan, tim itu turun sebatas opname kas atau pemeriksaan kas, belum pada tahap melakukan audit anggaran.
Hal itu dilakukan, mengingat saat ini terjadi kekosongan kas, padahal pencairan tahap ketiga Dana Desa 2018, sudah dilakukan 100 persen.
Bahkan, uangnya telah diserahkan kepada keuchik oleh bendahara.
Pada 2018, total anggaran Dana Desa Blang Makmur itu mencapai Rp 1,28 Miliar.
"Jadi, ada dua item pekerjaan itu, hingga saat ini belum terealiasi. Sementara, pada buku kas umum (BKU) uang sudah kosong, dan pengakuan bendahara, uang sudah diserahkan kepada keuchik," katanya.
Dua item pekerjaan itu, tambahnya, seperti pengadaan ayam unggul atau ayam KUB sebesar Rp 153 juta, dan anggaran penyertaan modal Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sebesar Rp 261 juta.
Kabarnya, untuk pembelian mobil dump truck dan sejumlah kegiatan lainnya.
"Selain ada dua kegiatan itu, ada pekerjaan lain yang belum terselesaikan, sementara uangnya sudah ditarik 100 persen, pada tahap III. Jadi, total kosong kas Desa Blang Makmur itu mencapai Rp 445,63 juta," sebutnya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada perangkat gampong dan unsur terkait, segera mencari jalan keluar dalam mengembalikan uang atau menutupi kekosongan kas tersebut.
"Kita berikan waktu dua bulan, ini sebelum masuk ke ranah hukum. Jika sudah lebih dua bulan, maka itu sudah haknya penyidik dan tidak bisa dibantu lagi," pungkasnya. (*)
SHARE