Perambah Hutan Ditangkap Saat Terlelap

SHARE


BLANGPIDIE - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) bersama personel Polisi Hutan (Polhut) berhasil mengamankan enam pelaku perambahan hutan atau illegal logging yang beraksi di hutan lindung kawasan Kilometer (Km) 21 jalan lintas Babahrot, Abdya menuju Terangun, Gayo Lues, tepatnya kawasan Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Minggu (8/9). Mereka ditangkap saat terlelap dalam sebuah gubuk di tengah hutan.
Kapolres Abdya,  AKBP Moh Basori SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Zulftriadi mengatakan, keenam pelaku tersebut berasal dari dua kabupaten berbeda. Ia merincikan, empat pelaku yakni SOF, MI, MAS, dan ABD, berasal dari Kota Bahagia, Aceh Selatan. Sedangkan dua pelaku lainnya yakni, MK dan SY, merupakan warga Kecamatan Babahrot, Abdya. "Mereka diamankan di sebuah gubuk dalam hutan kawasan Km 21, Desa Ie Mirah, sekira pukul 01.05 WIB," ujar Iptu Zulftriadi.
Hasil pemeriksaan sementara, beber Kasat Reskrim, keenam pelaku perambahan hutan itu hanya bertugas sebagai penebang pohon, bukan pemodal. "Berdasarkan keterangan dari keenam pelaku, mereka hanya bertugas sebagai penebang pohon. Sedangkan pemodalnya ada orang lain yang hingga saat ini masih dalam pengejaran kita," terangnya.
Penangkapan para pelaku illegal logging tersebut, lanjutnya, bermula dari laporan masyarakat yang telah resah dengan aksi pembalakan liar. Setelah bukti-bukti kuat, ulas dia, tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penangkapan. Zulftriandi mengungkapkan, lokasi yang begitu sulit serta harus menempuh perjalanan kaki sepanjang 2 Km menyusuri hutan, tidak membuat tim gabungan yang terdiri dari personel Sat Reskrim, dan Polhut, termasuk aktivis peduli lingkungan, mundur.
Bahkan, tukasnya, tim semakin termotivasi ‘membelah malam’ untuk menangkap para pelaku perusakan hutan. “Akhirnya, tim bisa mencapai lokasi dan berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti illegal logging. Pelaku tertangkap saat sedang terlelap di gubuk yang sengaja dibangun sebagai tempat berteduh,” ungkapnya. "Saat ini, para pelaku telah diamankan di Mapolres dan sejumlah barang bukti,” imbu dia.
Kasat Reskrim menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan agar kasus illegal logging tersebut dapat terselesaikan, termasuk dengan menangkap para pemodal yang mempunyai peran penting dalam aksi perambahan hutan yang sangat merusak lingkungan itu.
Chainsaw dan Katrol Disita
Lebih lanjut, Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Zulfitriadi menyebutkan, selain mengamankan enam pelaku perambahan hutan atau illegal logging saat terlelap dalam gubuk, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti di lokasi.  Barang bukti yang diamankan dan disita itu di antaranya mesin pemotong kayu jenis chainsaw sebanyak enam unit, kayu hasil pembalakan, alat ukur, hingga katrol untuk menghela kayu. “Barang bukti tersebut kita sita dan amankan ke mapolres, kecuali barang bukti kayu hasil illegal logging yang tidak semua kita bawa turun karena terkendala dengan medan yang cukup susah," pungkasnya.
SHARE