Pengantin Pria Sakit Parah di Hari Pernikahan, Mempelai Wanita Duduk di Pelaminan Bersama Orang Tua

SHARE


MALAYSIA - Momen duduk di pelaminana adalah salah satu hal penting di hari pernikahan.
Namun bagaimana jika mempelai berhalangan hadir lantaran alasan mendadak atau karena sakit?
Padahal ketika itu tamu sudah berdatangan dan makanan sudah tersaji.
Setidaknya hal itu pernah terjadi kepada pasangan asal Malaysia bernama Fatheen Afiqah Jeffry dan Amirudin Abdul Kassim ini.
Menjelang hari bahagia, mereka sudah menyiapkan segala sesuatu untuk resepsi.
Termasuk memasang dekorasi indah di pelaminan untuk memanjakan mata tamu undangan.
Namun rupanya Tuhan berkehendak lain.
Saat hari pernikahan pada 31 Agustus 2019 lalu, Kassim mendadak sakit luar biasa di perutnya.
Ia sudah berusaha keras menahannya di hadapan tamu.
Namun sakit itu justru menjadi-jadi dan ia dilarikan ke rumah sakit.
“Saat suami saya sakit perut, ia mencoba bertahan, tetapi hingga pagi (menjelang resepsi) masih sakit. Akhirnya kami putuskan ke klinik dan kemudian ke rumah sakit.
“Menurut pemeriksaan, dokter mengatakan suaminya sakit usus buntu, dan operasi harus segera dilakukan."
"Saat itu jam 7.30 pagi, hanya beberapa jam sebelum resepsi pernikahan," kata Fatheen.
Fatheen sempat meminta dokter menunda lakukan operasi sebab mereka mau melangsungkan resepsi hari itu.
S
Fatheen dan Kassim saat ijab kabul sebelumnya. (mStar.com.my)
Tapi dokter mengatakan hal itu terlalu berisiko bagi Kassim.
"Kami meminta penundaan operasi karena ada resepsi, walaupun dokter mengatakan itu berisiko tetapi juga tergantung pada pasien," katanya kepada mStar, dikutip TribunSolo.com, Minggu (8/9/2019).
Awalnya Fatheen dan Kassim berniat pulang dan resepsi sebentar, kemudian balik ke RS untuk operasi.
Tetapi saat keluar RS, Kassim mengerang kesakitan luar biasa hingga menangis.
“Sakit! Sakit! Itu jeritan suami ketika kami baru saja keluar dari rumah sakit."
"Jadi, dokter mengatakan operasi harus segera dilakukan," ucap Fatheen.
Wanita ini langsung memutuskan agar Kassim segera dioperasi.
Ia berpikir yang terpenting mereka sudah ijab kabul sebelumnya
Sementara resepsi pernikahan bisa dilakukan kapanpun yang mereka mau.
Fatheen lekas menghubungi sang ayah dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Dirinya menuturkan tidak bisa mengikuti resepsi, meski telah dirias sedemikian rupa.
Bahkan ketika menunggui Kassim di rumah sakit, kala itu Fatheen sudah dihenna.
S
Fatheen tunggui suaminya pasca-operasi (mStar.com.my)
"Saya menghubungi ayah saya untuk mengatakan yang sebenarnya dan tidak bisa ikut resepsi."
"Mereka mengatakan tidak apa-apa, dan hingga selesai operasi terlebih dahulu, dan acara harus dilanjutkan karena banyak orang diundang," kata Fatheen.
Ayah dan ibu Fatheen pun tak kehabisan akal.
Mereka memberi tahu tamu jika pengantin tidak bisa datang.
Sebagai gantinya ayah dan ibu Fatheen lah yang duduk di pelaminan.
Konsep pernikahan sendiri adalah bertema Inggris, yang mana terinspirasi oleh pernikahan pasangan kerajaan Inggris Pangeran William dan Kate Middleton pada 2011.
Resepsi tema ini adalah impian Fatheen sejak ia masih lajang.
Fatheen memang melewatkan resepsi pernikahan impiannya, tapi yang lebih penting menurut dia adalah kesehatan sang suami.
"Siapa yang tidak sedih melewatkan pernikahan impian. Tapi, aku lebih sedih melihat suamiku kesakitan. Kesehatan suami harus menjadi prioritas."
"Yang lebih penting adalah kita menikah, terima kasih Tuhan," terangnya.
Sementara itu orang tua Fatheen juga sukses menghibur tamu undangan.
Ketika mereka bersanding di kursi pelaminan sontak menjadi sorotan oleh mereka yang hadir.
S
Orang tua duduk di pelaminan gantikan anaknya.
Mengetahui, hal itu Fatheen pun terharu luar biasa.
"Ibu bilang dia tidak ingin suasana resepsi terlihat muram. Jika semua orang sedih, tidak ada yang akan makan.'
"Jadi mengapa tidak untuk mereka 'menikah' lagi demi suasana yang lebih baik. Terima kasih, Bu!,” tutup Fatheen. (*)
SHARE