Pencurian Ban dan Pelak Mobil Terjadi Lagi di Bireuen, Kali Ini Menimpa Mobil Perawat

SHARE


BIREUEN - Kasus pencurian ban dan pelak mobil yang marak sejak Juli hingga awal Agustus kemudian reda sesaat terjadi lagi, Minggu (1/9/2019) di Bireuen.
Kali ini menimpa Unzir (40) seorang perawat di Dusun Dicot Keutapang, Gampong Cot Keutapang, Jeumpa Bireuen.
Kejadiannya, empat ban dan pelak mobil Feroza Independen BL 1625 PH miliknya yang diparkir di garasi terbuka di rumahnya hilang diembat maling.
Diperkirakan aksi meresahkan tersebut dilakukan pelaku antara pukul 02.00 –06.00 WIB, Minggu (01/09/2019) dinihari.
Unzir seorang perawat di RSUD Bireuen mengatakan, empat ban radial dengan pelak kobra diketahui hilang diketahui sekitar pukul 08.00 WIB setelah diberitahu oleh tetangga yang melihat keanehan, yaitu tidak ada
ban lagi di mobil tersebut.

“Polisi dari Polres Bireuen dan Polsek Kota Juang sudah datang melihat kejadian,” ujarnya.
Pelaku mencopot ban dan pelak dan memasang kayu dibawah mobil sebagai pengganjal sehingga posisi mobil sepintas masih seperti diparkir utuh.
Disebutkan, ia pulang ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB, sedangkan mobil tidak dibawa dan diparkir diteras luar dekat pintu samping sebelah barat.
“Waktu saya pulang sepertinya masih utuh dan saya langsung tidur. Paginya diberitahu warga ban dan pelak mobil sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Melihat bekas kaki di sekitar rumah, sepertinya ada pelaku yang tidak memakai sandal, karena sandal kulit milik korban juga hilang.
Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kapolsek Kota Juang, AKP Sufli kepada Serambinews.com mengatakan, korban sudah membuat laporan ke Polres Bireuen.
Tim dari Polres Bireuen didampingi dari Polsek Kota Juang sudah turun ke lokasi melihat kendaraan yang ban dan pelaknya dicuri maling.
"Kasus ini dalam penyelidikan tim Polres Bireuen," ujar Kapolsek Kota Juang.
Kejadian pencurian ban dan pelak mobil adalah untuk ke empat kalinya di Bireuen yang dilaporkan ke Polres Bireuen.
Ada dua kasus pencurian ban dan pelak belum dilaporkan pemiliknya ke aparat penegak hukum. (*)
Hilang- Empat ban dan pelak kijang pikap milik Pemkab Bireuen hilang
Sabtu (03/08/2019) saat diparkir di rumah kawasan Dusun Balee Kuneng,
Desa Pante Gajah, Peusangan, Bireuen
Hilang- Empat ban dan pelak kijang pikap milik Pemkab Bireuen hilang Sabtu (03/08/2019) saat diparkir di rumah kawasan Dusun Balee Kuneng, Desa Pante Gajah, Peusangan, Bireuen.

Kasus sebelumnya
Sebelumnya aksi pencurian membongkar ban dan pelak mobil semakin merajalela di Bireuen.
Sejak sebulan terakhir dan sudah ada lima kasus, tiga kasus dilaporkan ke aparat penegak hukum dan dua kasus tidak dilaporkan.
Kasus terbaru menimpa kepala MTsN Peudada atau MTsN 4 Bireuen atas nama Musmulyadi S Ag (48), empat ban mobil serta pelak minibus Toyota Rush keluaran 2016 yang diparkir di rumah adiknya di Desa Padang Kasab, Peulimbang Bireuen hilang dibongkar maling sekitar pukul 03.30 WIB, Selasa (06/08/2019).
Musmulyadi kepada Serambinews.com mengatakan, kendaraan yang dibeli 2016 itu setiap malam diparkir di rumah adeknya bernama Erlina.
Lokasi rumah hanya berjarak sekitar 30 meter dengan rumahnya.
Kemarin pagi ia berangkat bersama jajaran Kankemenag Bireuen ke tempat orang meninggal di Banda
Aceh.

Dalam perjalanan sekitar pukul 07.00 WIB, ia mendapat telepon dari adiknya Erlina dan mengabari empat ban mobil yang diparkir di garasi rumah Erlina sudah tidak ada lagi.
Satu dongkrak masih berada di kolong mobil.
“Rencana mau menghidupkan mobil, takut tertinggal rombongan saya berangkat terus menunggu rombongan di jalan, kemudian ditelepon adek mengabari ban dan pelak sudah hilang,” ujarnya.
Musmulyadi segera melapor ke Pos Polisi Peulimbang Bireuen.
Ban dan pelak Mobil Toyota Rush yang diparkir di garasi Desa Padang Kasab, Bireuen hilang digondol maling, Selasa (6/8/2019).
Ban dan pelak Mobil Toyota Rush yang diparkir di garasi Desa Padang Kasab, Bireuen hilang digondol maling, Selasa (6/8/2019). (SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS)
Sejumlah anggota polisi dari Peulimbang dan Polsek Jeunieb ke lokasi dan melihat secara dekat mobil diganjal dengan kayu dan beberapa peralatan lainnya, sehingga posisi mobil masih seperti memiliki empat ban.
Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kapolsek Jeunieb Iptu Soeharto serta Kapospol Peulimbang, Aiptu Alfian kepada Serambinews.com mengatakan, korban kehilangan empat ban dan pelak yang diketahui sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (06/08/2019).
Disebutkan, empat ban mobil dan pelak hilang, kemudian ditemukan dua batu besar untuk menganjal pengganti ban, ada 13 batu merah (batu-bata) sebagai alat mengganjal mobil.
Satu dongkrak yang digunakan pelaku masih berada di bawah kolong mobil.
Bagian ban mobil sudah diganti dengan beberapa alat untuk menganjal mobil tersebut.
Tim dari Polsek Jeunieb, Pos Polisi Peulimbang memintai keterangan saksi korban dan sejumlah warga lainnya untuk mengusut siapa pelaku pencurian tersebut.
Kejadian pencurian ban dan pelak mobil di Bireuen adalah ketiga kali dalam sebulan terakhir yang dilaporkan ke polisi.
Ada dua kasus kehilangan ban dan pelak juga di Bireuen beberapa waktu lalu belum
dilaporkan ke aparat penegak hukum. 

Kanit Indentifikasi Polres Bireuen bersama Polsek Kota Juang, Bireuen sedang melihat kendaraan yang bannya di curi maling di Dusun BTN Keupula Indah, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang Bireuen
Kanit Indentifikasi Polres Bireuen bersama Polsek Kota Juang, Bireuen sedang melihat kendaraan yang bannya di curi maling di Dusun BTN Keupula Indah, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang Bireuen (FOR SERAMBINEWS.COM)
Di Peusangan Bireuen
Kasus pencurian ban dan pelak mobil kembali terjadi di Bireuen.
Kali ini di Peusangan, empat ban mobil serta pelak kendaraan Kijang Pikap plat merah milik Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup.
Ban dan pelak hilang saat diparkir di Dusun Bale Kuneng, Desa Pante Gajah, Peusangan Bireuen diperkirakan sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu (03/08/2019).
Kendaraan Pemkab Bireuen BL 8017 Z tersebut berada di tangan Said Faisal (39).
Ia PNS Pemkab Bireuen beralamat di Dusun Balee Kuneng, Desa Pante Gajah, Peusangan sebagai kendaraan operasional dinas.
Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kapolsek Peusangan, Iptu Salamuddin kepada Serambinews.com mengatakan, berdasarkan informasi dan laporan dari pemilik atau pengguna kendaraan
dinas tersebut, kendaraan diparkir di samping rumahnya.

Diketahuinya tidak ada ban dan pelak lagi sekitar pukul 07.00 WIB ketika korban keluar rumah untuk mengantar anaknya ke sekolah.
“Ketika melihat mobil, korban terkejut, karena empat ban serta pelaknya sudah tidak ada lagi, kendaraan diganjal dengan beton cetak agar tidak jatuh,” ujar Kapolsek Peusangan.
Melihat kejadian tersebut, korban atas nama Said Faisal segera melapor ke Polsek Peusangan, tim dari Polsek segera ke lokasi dan melihat secara dekat kondisi mobil yang rodanya sudah tidak ada lagi.
Kapolsek Peusangan menambahkan, saat ini Polsek Peusangan bersama tim dari Polres Bireuen melakukan pengembangan dan memintai keterangan sejumlah saksi menyangkut hilangnya ban dan pelak mobil kijang pikap tersebut.
Kasus hilangnya ban dan pelak mobil adalah yang kedua kalinya di Bireuen.
Sebelumnya pencuri membongkar empat ban serta pelak pada mobil dinas yang diparkir di depan rumah kawasan Dusun BTN Kupula Indah, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang Bireuen terajdi pukul 06.00 WIB,
Sabtu (29/06/2019) lalu.

Pelakunya sampai Sabtu (03/08/2019) belum tertangkap. (*)
SHARE