Narkoba Ancam Pemuda Aceh, Sebagai Pengendar dan Pengkonsumsi

SHARE


SIGLI - Narkoba, baik jenis ganja maupun sabu-sabu masih mengancam pemuda Aceh, baik sebagai pengendar maupun konsumsi,jika tidak mampu dibendung secara bertahap. Bahkan, Aceh terancam miskin, karena generasi muda malas bekerja, sakit jiwa, harus direhalibitasi, tidak sehat dan angka kriminal meningkat.
Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Aceh, Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser MH, mengatakan, Aceh Aceh menjadi pangsa pasar di Asia Tenggara bagi pengedar internasional. Disebutkan, bahkan Aceh masuk segitiga emas yang mudah dipasok narkoba melalui 29 jalur tikus, yakni laut pantai timur dengan jumlah sekitar 80 persen.
Dia menjelaskan, BNN Aceh telah mendeteksi 29 jalur tikus tersebut sehingga berhasil menangkap nandar narkoba internasional yang semuanya orang Aceh. "Tidak ada yang kita tangkap bandar narkoba internasional  orang Cina dan Thailand, tapi orang Aceh dan hendaknya orang Aceh tidak bangga menjadi pengedar narkoba internasional yang melakukan transaksi narkoba dengan senjata dan berani berutang membeli narkoba,” ujarnya.
Brigjen Faisal menjelaskan hal tersebut di sela-sela sosialisais implemtasi Inpres Nomor 6 tahun 2018 tentang P4GN di Sigli, Selasa (10/9). Dia menyebutkan, bandar internasional yang memasok narkoba ke Aceh, hidup mewah dengan bergelimangan harta, tetapi bandar narkoba internasional tidak mengkonsumsi nya.
Dia menjelaskan bandar internasional sengaja membunuh generasi Aceh, yang kini sekitar 52.000 warga harus diobati dari dampak pengaruh narkoba. Ditambahkan, bandar internasional ingin merusak generasi Aceh agar bisa menjadi miskin melalui generasi muda pemalas, harus direhab dan masuk tahanan karena perbuatan kriminal.
" Pemuda yang masuk tahanan karena kasus narkoba belum tentu baik selesai menjalani hukuman, karena saat keluar dari penjara perbuatannya makin menjadi-jadi dan saat ini, hampir 5.000 tahanan narkoba di Aceh," ujarnya.
Brigjen Faisal mengajak semua pihak harus menyelamatkan Aceh, yang dimulai dari gampong-gampong dan keuchik sebagai orang nomor satu di gampong untuk mengajak masyarakat membersihkan peredaran narkoba . Apalagi di Pidie telah dikeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 127 tahun 2018 tentang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
Dia berharap melalui Perbup, keuchik harus membuat qanun gampong. " Kalau bukan warga Pidie siapa lagi yang memberantas narkoba, tidak mungkin orang dari luar datang ke sini," jelasnya.
SHARE