Meski Rasanya Pahit, Ini Manfaat Pare Bagi Kesehatan, Kontrol Diabetes hingga Cegah Kanker

SHARE


Pare banyak dibudidayakan di Asia, Amerika Selatan, Karibia dan Afrika Timur.
Pare merupakan tanaman jenis Cucurbitaceae.
Kebanyakan orang tidak menyukai pare karena rasanya yang pahit.
Namun, pare memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Pare memiliki manfaat kesehatan dari buah, ampas, kulit, biji dan daunnya yang baik untuk kesehatan.
Fitokimia yang terkandung dalam pare ini memiliki efek positif pada diabetes, kesehatan hati dan obesitas.
Dikutip dari Stylecraze, berikut manfaat pare bagi kesehatan.
1. Mengontrol Diabetes
Studi membuktikan bahwa sifat antidiabetes pada pare dapat memberikan efek hipoglikemik dengan mengendalikan metabolisme glukosa.
Ekstrak pare melindungi sel-sel pankreas dari sel pro-inflamasi dan senyawa.
Saponin, alkaloid, dan polifenol yang terdapat pada pare bertanggung jawab untuk meningkatkan insulin dan pengambilan glukosa.
2. Membantu Penurunan Berat Badan
Seiring dengan metabolisme glukosa, pare juga bekerja pada metabolisme lipid.
Studi telah membuktikan bahwa itu dapat mengurangi akumulasi lemak, sehingga memberikan efek anti-obesitas.
Diamati bahwa pare dapat mencegah penambahan berat badan.
Studi lain juga menunjukkan bahwa minyak biji pare dapat menguras cadangan lemak dalam tubuh dengan membunuh adiposit (sel penyiman lemak) secara selektif.
Ini karena mengandung molekul aktif seperti triterpenoid glikosida, alkaloid, flavonoid, polifenol, karotenoid, dan asam lemak yang mencegah peradangan jaringan adiposa, yang sering dikaitkan dengan gangguan metabolisme.
3. Menjaga Kesehatan Hati
Makan pare dapat mengontrol kerusakan oksidatif karena dapat memblokir akumulasi lemak dan mekanisme peroksidasi lipid.
Hal ini mampu memperlambat kematian sel yang diinduksi peradangan di hati (6).
Selain itu hal ini juga meningkatkan sistem antioksidan tubuh seperti katalase dan superoksida dismutase.
Ekstrak pare dapat menghentikan kerusakan hati yang disebabkan oleh asupan alkohol kronis.
4. Meredakan Sembelit dan Wasir
Pare dapat membantu meringankan buang air besar.
Selain itu, pare juga merangsang sel-sel usus untuk mengeluarkan lebih banyak cairan pencernaan.
Sehingga hal tersebut dapat membantu mencerna makanan lebih cepat dan lebih baik.
Hal itu akan mencegah sembelit, pare dapat meringankan tekanan pada vena di dalam wasir.
5. Mengobati Kondisi Kulit
Pare memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat baik.
Pare dapat mengobati berbagai kondisi kulit seperti ruam, kusta dan luka.
Suku-suku asli Afrika dan Asia menggunakan pasta yang terbuat dari pare untuk dioleskan pada luka dan lepuhan.
Kulit pare juga memiliki potensi untuk mencegah kanker kulit.
6. Mencegah Kanker
Hampir semua bagian tanaman pare memiliki sifat antikanker.
Biji pare memiliki asam lemak aktif yang dapat mencegah sel kanker payudara dan hati.
Selain itu kulit pare juga memberikan khasiat yang tinggi dalam memerangi kanker usus besar.
7. Menghambat Infeksi Cacing
Infeksi cacing (penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit) akibat cestoda, nematoda, dan trematoda mempengaruhi manusia dan ternak.
Fitokimia yang terkandung di pare dapat membunuh nematoda (cacing).
Sehingga terhindar dari gangguan sistem pembuluh darah dan saraf.
Fitokimia dapat membatasi tumbuh kembangnya larva nematoda muda.
SHARE