Meninggal saat Melahirkan, Jenazah Wanita Ini Dibawa Turun Naik Bukit, Anak Lain Mengira Ibu Tidur

SHARE


Pemuda pemilik akun Facebook benama Yunizam Yusop membagikan kisah sedih yang lantas viral.
Yunizam Yusop diketahui merupakan pekerja sosial yang menyediakan layanan ambulans untuk orang-orang dengan kondisi kurang mampu.
Yunizam Yusop kerap menggunakan ambulans miliknya untuk menyediakan jasa secara cuma-cuma.
Suatu hari, ia diminta menjemput jenazah seorang wanita di daerah terpencil.
Wanita ini meninggal dunia setelah melahirkan anak ketiganya.
Sang suami tak bisa membawa ia bersalin ke rumah sakit karena tak ada biaya.

()

Berikut cerita lengkap Yunizam Yusop seperti yang dikutip TribunStyle.com dari postingan Facebook milknya pada Jumat 20 September 2019 lalu:
"Aku mencoba bertanya padanya, di mana ibumu?
Jawab si kecil itu, sedang tidur paman.
Di malam yang indah kami mempercepat langkah melalui deretan rumah mewah di Sandakan.
Sebenarnya di balik deretan rumah indah ini, ada puluhan rumah lain yang serupa pondok tua, dibangun untuk tempat penampungan.
Kami sudah ditunggu seorang pria tanpa sandal dan terlihat lusuh.
Dia melambaikan tangan dari kejauhan, Di sini... di sini...sambil mengangkat tangannya.
Kami bertanya, mana yang lain? Jawabnya, aku sendirian saja tuan.
Aku terus membuka pintu belakang van. Sebelum mengeluarkan keranda, dia memegang tanganku, menahan agar tidak menjatuhkan peti mati itu.
Lalu dia bertanya. Berapa banyak yang harus saya berikan?
Berapa biayanya? Nadanya mulai perlahan.
Tanpa menunda lagi, aku tetap saja mengeluarkan keranda itu dan mengajaknya masuk ke rumah.
Jangan memikirkan biaya pak, kami tidak mengambil itu, jawabku.
Wajahnya terlihat sedikit lebih lega dan dia bilang terimakasih.
Saat melihat jenazah wanita yang ia maksud, saya bertanya almarhum ini meninggal karena apa?
Meninggal karena melahirkan, sebenarnya dia adalah istriku.
Ini anak ketiga kami. Jam 6.30 pagi ibunya meninggal.
Mengapa tidak membawanya ke rumah sakit?
Tidak ada uang kita, bahkan surat-surat juga tidak punya.
Saya lalu beralih ke anak mereka, lelaki berusia 2 tahun, anak yang kedua.


()

Di mana ibumu?
Seolah tak tahu ibunya sudah pergi meninggalkan mereka, dia menjawab polos.
"Tidur paman"
Aku mulai menahan tangis, dalam hatiku berdoa.
Ya Allah perkenankanlah, tidurkanlah mujahidah ini dengan tenang di dalam kuburnya.
Ampuni dan lupakan segala dosa-dosanya.
Pesanku pada diri sendiri dan sahabatku sekalian.
Cobalah untuk melihat wajah pasanganmu dan menghargai perjuangan serta pengorbanan mereka selagi mereka masih bersamamu.
Semoga surga untukmu, untuk semua wanita yang disebut ibu. Amin," tulis Yunizam Yusop membagikan cerita.
Bersama dengan postingan itu, Yunizam juga mengunggah beberapa buah foto.
Terlihat dua anak lelaki yang belum paham benar dengan kepergian ibunya.
Ada juga foto bayi mungil yang baru saja dilahirkan, yang bahkan belum mengingat wajah ibunya.

()

Beberapa foto lain menunjukkan upaya keras relawan membawa jenazah wanita itu.
Medan yang lumayan terjal membuat mereka harus membawa keranda turun naik bukit.
Berikut postingannya:


Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan hingga 2000 kali.
Berbagai komentar netizen memenuhi kolom unggahan.
"Alfatihah buat arwah dan semoga yg membantunya sentiasa dlm lindungan Allah d pjgkan umur..."
"Smoga trus sihat bang utk mmbntu lbih bnyk saudara2 kita yg mmrlukn,"
"Allahu semoga Allah mengampunkan dosa2nya & menempatkan nya d syurga,"
"Sedihnya dengan anak kecil 2 tahun tidak tahu apa2.sedangkan ibunya sudah pergi utk selama2nya.."
"Semoga kehidupan anak2 arwah terpelihara dr segala musibah,kejahatan..Semoga dipermudahkan urusan kalian..semoga diberikan rezeki yg melimpah ruah untuk membantu orang yang memerlukan..semoga terus istiqomah dalam membantu orang yang memerlukan dan terus istiqomah mencari redha Allah..aminn,"
"Allahuakhbar...
Innalihiwainnailaihirojiun..alfatihah...berderai air mata pagi² ni...melihat ank²kecil yg blom mngerti fardhu kifaya tdk membatas kpd kewarganegaraan ..kita sama manusia d sisi Tuhan..."
SHARE