Manfaatkan Libur, Sekda Aceh Singkil Pelihara Ayam Petelur

SHARE


SINGKIL – Sore itu jam dinas PNS di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, baru saja usai.
Sebelum ke luar ruangan, Sekda Aceh Singkil, Drs Azmi memastikan tak ada lagi agenda pemerintahan di luar jam dinas yang harus dihadirinya kepada sang ajudan. 
Setelah itu barulah pulang ke rumah dinas yang terletak di belakang kantor bupati, di Pulo Sarok, Singkil.
Kurang dari 30 menit pria berkulit putih itu, sudah ke luar rumah. Kali ini tidak mengenakan seragam PNS. Tapi mengenakan topi putih, kaos abu-abu, celana hitam dan sendal jepit.
Kemudian berangkat ke rumah pribadinya di pinggir jalan menuju perumahan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berjarak sekitar 10 menit berkendaraan.
Rumah kayu berukuran 12x20 meter milik Sekda itu jauh dari tetangga. Bagian belakangnya telah dirombak jadi kandang ayam petelur. Sementara di ruang depan merupakan tempat penyimpanan pakan dan telur.
Di rumah itu Sekda manfaatkan waktu senggangnya memelihara ayam petelur. Dibantu dua orang perkerja, pembina PNS di jajaran Pemkab Aceh Singkil, ini memelihara sekitar 1.500 ayam petelur.
“Pulang kantor dan libur kalau tidak ada agenda, ke sini mengurus ayam,” kata Sekda Drs Azmi.
Hasilnya cukup lumayan, sehari bisa mengumpulkan sekitar 1.200 telur yang dijualnya Rp 1.000 per butir. Uangnya bisa membiayai kuliah serta sekolah anaknya.
Bukan semata mencari untung, Sekda memilihara ayam petelur agar dapat menciptakan lapangan kerja. Minimal bagi dua orang warga yang selama ini membantu mengurus ayam peliharannya.
Lebih dari itu, agar ditiru masyarakat jika ada kemauan berusaha, maka rezeki dengan sendirinya datang. “Cukup menguntungkan, kalau ada kemauan pasti berhasil,” ujarnya. 
Setiap pekerjaan ada risiko. Termasuk memilihara ayam petelur, harus rela mencium aroma tidak sedap ketika berada di kandang. Akan tetapi kotoran ayam ternyata bisa menjadi uang lantaran laku dijual kepada petani sayuran.
Di kandang ayam Sekda tidak berpangku tangan. Apalagi pegawai yang membantu mengurus ayam meminta izin libur.
Suami dari Ketua Dharma Wanita Aceh Singkil ini segera mengumpulkan butir demi butir telur ke dalam ember plastik hitam yang ditentengnya. 
Gerakannya gesit, dalam hitungan menit ember telah penuh terisi telur. 
Sore segera berganti senja, Azmi mengunci pintu kandang ayam untuk kembali berkumpul bersama keluarga, sebelum esoknya menjalankan rutinitas sebagai abdi negara.(*)
SHARE