Mahasiswa Papua Merasa Nyaman di Aceh

SHARE


BANDA ACEH - Mahasiswa asal Papua mengaku aman dan nyaman tinggal di Aceh. Tidak ada satu pun persoalan yang mengusik mereka, sebelum peristiwa Manokwari maupun sesudahnya.
“Kami di sini aman-aman saja, tidak ada masalah. Saya sendiri sejak 2016 di sini, ada lagi yang lebih lama, sudah tujuh tahun di Aceh, tapi tidak ada masalah apa-apa,” kata Yuspani Asemki, Ketua Himpunan Mahasiswa Papua di Aceh, kepada Serambi Minggu (8/9). 
Terkait adanya beberapa mahasiswa Papua di provinsi lain yang pulang ke Papua, Yuspani menyebutkan mungkin ada pengaruh dari isu-isu yang selama ini terjadi. Namun untuk Aceh, saat ini tidak ada hal yang menyebabkan mereka harus pulang ke kampung halaman.
“Kami di sini kuliah, tidak ada instruksi untuk pulang. Kami aman-aman saja di Aceh, tidak ada masalah apa-apa. Jika ada instruksi untuk pulang, baru kami pulang,” demikian Yuspani Asemki.
Sebelumnya, Minggu kemarin, pihak Polda Aceh mengeluarkan pernyataan menjamin keamanan seluruh mahasiswa dan masyarakat asal Papua dan Papua Barat di Aceh. “Polda Aceh berupaya untuk memberi jaminan keamanan dan perlindungan kepada mahasiswa Papua dan Papua Barat yang sedang belajar di Provinsi Aceh," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono dalam keterangan persnya, Minggu (8/9).
Ery mengatakan, upaya itu dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi adanya isu tidak benar (hoax) tentang rencana pemulangan mahasiswa Papua dan Papua Barat dari seluruh kota di Indonesia.
Dikatakan Kabid Humas, data Mahasiswa Papua dan Papua Barat yang ada di Provinsi Aceh sebanyak 105 orang. Yang sedang kuliah di Kota Banda Aceh sebanyak 68 orang, dengan rincian 65 orang kuliah di Unsyiah dan 3 orang lagi kuliah di kampus lain.
Kemudian yang kuliah di Kota Lhokseumawe sebanyak 37 orang dengan rincian 30 orang kuliah di Unimal dan 7 orang lagi kuliah di Politeknik. "Polda Aceh juga telah menunjuk dua personel sebagai mentor para mahasiswa Papua dan Papua Barat. Kedua personel Polri tersebut memahami kultur budaya Indonesia bagian Timur yang simpatik dan bersahabat," kata Ery.
Selanjutnya, Polda Aceh dalam memberikan perlindungan keamanan kepada mahasiswa Papua dan Papua Barat tersebut, juga bertujuan untuk mengantisipasi tidak adanya kelompok atau ormas yang melakukan persekusi maupun diskriminasi karena ras, suku agama, dan warna kulit terhadap mahasiwa Papua dan Papua Barat di Provinsi Aceh.
"Kami juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan stakeholder lainnya untuk merangkul dan menggalang mahasiswa yang berasal dari Papua dan Papua Barat bahwa mereka juga bagian tidak terpisahkan dari NKRI," pungkas Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono.
SHARE