Korba GB: Jangan Hanya Siswa, Satpol PP dan WH Juga Wajib Tangkap Guru dan PNS Bolos

SHARE


BLANGPIDIE - Koaliasi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh Barat Daya (Abdya), mengapresiasi Wakil Bupati (Wabup) atas perhatian sekaligus rasa prihatin tehadap siswa bolos pada jam pelajaran.
Bukan saja menemukan siswa bolos, Wabup Abdya juga melihat dan sempat mengabadikan para siswa yang memakai baju seragam Pramuka sedang merokok saat jam belajar di salah satu warung di Kecamatan Babahrot, Jumat lalu.
Atas temuan fakta tidak terbantahkan itu, Kobar-GB Abdya mengharapkan Pemkab Abdya agar memerintahkan Satuan Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) setempat melakukan razia atau patroli lebih serius lagi siswa yang bolos pada jam yang seharusnya berada di sekolah, bukan di luar.
Kegiatan patroli Satpol agar tidak saja dilancarkan di kawasan Kecamatan Blangpidie dan Susoh, tapi harus menjangkau kawasan jauh dari pusat kabupaten.
Seperti kawasan Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil atau Kecamatan Kuala Batee dam Babahrot.
Siswa yang terjaring di luar pada jam belajar, menurut Rusli, tidak cukup sekedar diberikan pembinaan dan peringatan terhadap orang tua dengan surat perjanjian, tapi yang lebih penting lagi harus diminta pertanggungjawaban Kepala Sekolah, Wali Kelas dan Guru Piket.
“Permintaan pertangungjawaban ini tentu dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Abdya untuk Kepala SD dan SMP. Sedang pertanggungjawab Kepala SMA/SMK diminta oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Cabang Wilayah Abdya di Blangpidie,” kata Ilik, sapaan akrap Rusli.
Rusli lebih lanjut menambahkan, razia pernertiban yang dilancarkan Satpol PP dan WH Abdya, jangan tebang pilih.
Artinya, razia atau patroli bukan saja sasaran siswa bolos pada jam belajar, melainkan sangat penting terhadap PNS guru, termasuk PNS dari instansi pemerintah yang berada di luar tanpa izin atasan.
“Harus kita akui bahwa masih ada oknum guru PNS dan PNS instansi pemerintah tertentu berada di luar pada jam mengajar atau jam kerja tanpa izin. Karenanya, penertiban harus dilancarkan tanpa padang bulu, termasuk guru anggota Kobar-GB sekalipun,” tandas Rusli.
Sementara Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE kepada Serambinews.com menjelaskan, anggotanya memang melakukan patroli rutin untuk menertibkan dan pembinaan terhadap siswa yang bolos pada jam pelajaran.
Patroli rutin itu dipimpin Dan Ops Azwar SSos, didampingi Danton, Muhammad Nur, melibatkan belasan anggota, menggunakan kendaraan patroli.
Sering juga Kepala Satpol PP dan WH, Riad memimpin langsung patroli lapangan.
Siswa yang terjaring dalam patroli dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH untuk dilakukan pembinaan.
Orang tua/wali siswa, guru/wali kelas atau kepala sekolah dipanggil agar lebih aktif menjaga anak atau siswanya.
Siswa baru dikembalikan setelah meneken surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatannya.
Seperti patroli yang dilancarkan, Selasa (17/9/2019) lalu, petugas Satpol PP dan WH Abdya, dipimpin Dan Ops Azwar SSos, didampingi Danton, Muhammad Nur, menjaring tiga siswa SMA yang berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran.
“Tiga siswa yang diamankan itu, terdiri dari 2 siswa SMAN 3 Abdya di Pulau Kayu, Susoh, dan 1 siswa SMAN 1 Abdya di Blangpidie,” kata Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE kepada Serambinews.com.
Dua siswa SMAN 3 Abdya dijaring di belakang kompleks sekolah tersebut di Desa Pulau Kayu, Susoh, dan satu siswa SMAN 1 Abdya diamankan di Kantin MTsN Unggul Susoh di Desa Pantee Perak, Susoh.(*)
SHARE