Kondisi Terkini Pedagang Es Krim yang Dibacok Pedagang Jambu, Tak Bisa Cari Rezeki Untuk 5 Anaknya

SHARE


IDI - Setelah lima hari menjalani perawatan di RSUD Zubir Mahmud sejak Rabu (4/9/2019) keadaan Hermansyah (42), pedagang es krim yang dibacok pedagang jambu Abdul Hadi (39) sudah mulai membaik.
Sebelumnya diberitakan, pedagang es krim Hermansyah (42) warga Gampong Alue Ie Itam, Kecamatan Peudawa, mengalami luka parah pada lengan kanan setelah dibacok oleh pedagang jambu.
Pedagang jambu yang membacok Hermansyah yakni Abdul Hadi (39) warga Gampong Beusa Seuberang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.
Kejadian pembacokan itu terjadi saat mereka sama-sama berjualan di sebuah acara pesta di Gampong Seuneubok Punti, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Rabu (4/9/2019) pukul 10.30 WIB.
Saat disambangi Serambinews.com di rumah sakit, Hermansyah ditemani dua anaknya Abdul Aziz, dan Yuliana.
Sedangkan istri, dan dua anaknya lagi di rumah.
Hermansyah mengatakan meski sudah mulai membaik namun tangannya belum bisa gerakan.
"Kalau digerakkan masih sakit. Karena akibat dibacok tersebut selain uratnya putus juga terkena tulangnya," ungkap Hermansyah.
Hermansyah mengharapkan kepada jajaran kepolisian agar memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku.
"Akibat sakit ini saya tidak bisa mencari rezeki untuk kelima orang anak saya. Saya tulang punggung keluarga," ungkap Hermansyah sedih.
Saat ini, jelas Herman, dua anaknya masih sekolah yakni Ozil Syahputra di SD, dan Yuliana di SMP.
Sedangkan Abdul Aziz putus sekolah hingga kelas ll MAN Alue Lhok, dan adiknya hanya sampai SMP.
"Mau lanjutkan sekolah lagi tapi tidak ada biaya," ungkap Abdul Aziz.
Hermansyah mengaku tidak mampu menyekolahkan dua anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya.
"Pendapatan jual es krim Rp 100 per hari. Itupun kalau cuaca cerah, jika mendung maka tidak laku sama sekali," ungkap Herman.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, melalui Kapolsek Idi Tunong, Iptu Darli SH, yang dikonfirmasi Serambi Rabu (5/9/2019) lalu mengatakan, pelaku telah diamankan di Mapolsek Idi Tunong untuk proses hukum lebih lajut.
“Tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 2 KUHP, dengan ancaman 5 tahun penjara. Karena penganiayaan yang dilakukan pelaku termasuk penganiayaan berat,” jelas Iptu Darli SH. (*)
SHARE