KKB Pakai Mobil Pelat Palsu, Pemilik Duga Diambil dari Bengkel di Medan

SHARE


BANDA ACEH - Mobil Avanza hitam yang digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Abu Razak ternyata menggunakan plat nomor polisi (nopol) milik warga Singkil. Mobil aslinya jenis Toyota Innova yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan di Medan dan berstatus sebagai barang bukti kejaksaan.
Dalam kontak tembak dengan aparat kepolisian dari Polda Aceh di Trienggadeng, Pidie Jaya, Kamis (19/9/2019) sore, para buronan aparat keamanan itu mengendarai mobil Avanza hitam dengan nomor polisi (nopol) BL 1342 R. Sebagaimana diketahui, di Aceh R adalah kode pelat nomor  kendaraan untuk Kabupaten Aceh Singkil.
Berdasarkan penelusuran wartawan, atas bantuan seorang sumber di kepolisian, terungkap bahwa kode pelat nomor tersebut ternyata  pelat mobil milik Julihardi (45), warga Jalan Bahari, Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil. Mobil itu malah dalam status barang bukti di Kejaksaan Negeri Singkil karena sebelumnya terlibat dalam insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Singkil.
Saat dihubungi wartawan, Sabtu (20/9) pagi, Julihardi mengaku kaget campur heran mengapa pelat nomor mobilnya terpasang di mobil Avanza yang dikendarai Abu Razak cs, seperti terlihat di tempat kejadian perkara (TKP). Soalnya, dia tidak mengenal dan tak punya hubungan sama sekali dengan komplotan KKB yang personelnya rata-rata berasal dari Bireuen dan wilayah utara Aceh itu.
Kedua, mobil milik Julihardi yang nomor pelatnya BL 1342 R itu jenisnya ternyata bukan Toyota Avanza, melainkan minibus Toyota Kijang Innova Reborn 2,4 G A/T. Warnanya hitam.
"Mobil itu saya beli di Medan tahun 2018. Saya gunakan sebagai kendaraan pribadi di Singkil. Pajaknya baru sekali saya bayar. Jadi, belum pernah ganti pelat. Lalu bagaimana bisa pelat nomor mobil saya yang Innova ada pada mobil Avanza yang dikendarai para KKB itu?" tanya Julihardi.
Yang bikin dia tambah heran adalah karena saat ini mobil Innova miliknya itu sedang berada di sebuah bengkel di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara. Lebih aneh lagi, mobil itu sedang berstatus barang bukti bagi pihak kejaksaan setempat karena sebelumnya terlibat laka lantas.
"Di Singkil, mobil saya ditabrak orang di bagian belakang. Ringseknya lumayan parah. Lalu saya klaim ke asuransi, PT Asuransi Bintang Tbk di Medan. Nah, sampai sekarang mobil itu masih dalam tahap body repair di Medan. Jadi, aneh kan kenapa tiba-tiba pelat nomor kendaraan saya jatuh ke tangan KKB itu," kata Julihardi.
Ia berjanji akan menelepon pihak asuransi atau pihak bengkel di Medan untuk bertanya apakah pelat nomor kendaraannya masih terpasang di bagian depan dan belakang mobilnya atau ada pihak yang mencurinya saat berada di bengkel.
"Bisa jadi ada yang curi pelat nomor kendaraan saya itu di Medan atau pihak KKB itu yang sengaja membuat duplikatnya untuk mengecoh aparat keamanan. Padahal, itu jelas pelat bodong," kata Julihardi.
Ia mengaku sangat dirugikan oleh perbuatan Abu Razak cs yang membajak pelat nomor kendaraannya. "Padahal, tidak satu pun di antara awak KKB itu yang saya kenal. Saya juga tidak pernah punya mobil Avanza warna hitam," tegasnya.
Julihardi berharap aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap misteri pelat nomor mobilnya yang berpindah atau terpasang di mobil Avanza kelompok kriminal bersenjata itu. "Saya tak mau dirugikan atau disangkutpautkan dengan ulah KKB yang bikin geger Aceh ini," ujarnya.
SHARE