Kisah TKI Asal Aceh Tamiang, Tiga Bulan ke Negeri Jiran Pulang dalam Peti Jenazah

SHARE


BANDA ACEH - Sania, perempuan berusia 43 tahun itu tidak mampu membendung tangisnya saat melihat peti janazah suaminya, Edi Saputra, digotong masuk ke dalam rumah.
Sambil membasuh mukanya yang dibasahi air mata ia berusaha menenangkan diri dengan memeluk seorang perempuan yang juga sedang larut dalam kesedihan.
Perempuan itu diketahui adalah keluarga dekat almarhum.

Sambil menatap peti jenazah suaminya yang sudah diletakkan di atas kasur di ruang tamu, Sania beberapa kali mengusap perutnya yang tampak mulai membesar.

Dia mengaku sangat sedih dan merasa sangat kehilangan atas meninggal suaminya.
Beberapa waktu sebelumnya, anak mereka satu-satunya juga meninggal dunia dalam usia masih belia.

“Ini saya juga sedang hamil lima bulan,” ungkap Sania kepada Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinsos Aceh, Rohaya Hanum yang mengantar dan menyerahkan jenazah almarhum Edi Saputra kepada keluarganya di Dusun Al Ikhsan, Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Sania, hasil USG yang dilakukan beberapa hari yang lalu diketahui dirinya sedang mengandung jabang bayi kembar laki-laki.
“Kemarin cek dibilang kembar laki-laki,” ujarnya dengan nada terbata-bata.
Pada Sabtu pagi, 14 September 2019 sejak pukul 06.00 WIB rumah orang tua almarhum Edi Saputra di Dusun Al Ikhsan, Desa Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang sudah diramaikan oleh warga setempat yang berduyun-duyun ingin melihat kepulangan jenazah almarhum yang baru bekerja tiga bulan di Malaysia.

“Almarhum ini sebenarnya sudah pernah bekerja di Malaysia, namun pergi kali ini baru tiga bulan kemudian sakit dan meninggal,” kata adik ipar almarhum, Mahyar.

Edi Saputra diketahui meninggal di Home Stay Laman Dayung, Kampung Setia Kuang Selangor Malaysia pada 11 September 2019 pukul 07.00 WIB. Hasil diagnosa dokter menyebutkan Edi meninggal karena menderita penyakit Disseminated Turberculosis atau TBC.

Dari Selangor, jenazah Edi Saputra dipulangkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia ke Jakarta, kemudian tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar sekira pukul 21.00 WIB, Jumat 13 September 2019 disambut oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM, Kepala BP3TKI Jaka Prasetiono serta Kabid (Linjamsos) Sya`baniar, Kabid Rehabilitasi Sosial Isnandar, Kabid Fakir Miskin Fachrial, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Rohaya Hanum, dan Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Yayan Rahmat.

Kadis Sosial Aceh menugaskan Kasi PSKBS Rohaya Hanum memimpin rombongan mengantarkan jenazah Edi Saputra ke Aceh Tamiang.
Rombongan tiba di rumah duka, Sabtu 14 September 2019 pukul 07.20 WIB.

Saat serah terima jenazah kepada keluarga yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Aceh Tamiang Muhammad Alijon.

Rohaya Hanum mengatakan, dirinya mewakili Kadis Sosial Aceh atas perintah Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang dihadap dan berharap agar keluarga yangalmarhum hingga ke rumah duka.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh yang telah memulangkan anak kami hingga ke rumah duka. Memang ini adalah harapan kami agar almahum dapat dipulangkan hingga ke mari ,” katanya. Prosesi serah terima jenazah turut dihadiri Datok Kota Lintang bersama perangkat desa lainnya.(*)
SHARE