Kepanikan dalam Gelap Malam, Korban Kebakaran Sembunyi ke Kolong Rumah

SHARE


SINGKIL - Jerit histeris dari sebelah rumah membangunkan tidur lelap Kadariah, penduduk Lipat Kajang Bawah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (10/9/2019) sekira pukul 03.00 WIB. 
Semula, perempuan 42 tahun itu mengira ada pertengkaran.
Namun, sesaat kemudian berubah kepanikan.
Ketika tetangganya menyuruh segera ke luar rumah, sambil teriak kebakaran. 
Spontan Kadariah lari ke luar rumah.
Di situlah ia melihat api membumbung di atap rumah tetangganya.
Ia pun ikut menjerit histeris sambil memukul drum tempat sampah. 
Di tengah situasi darurat, ia teringat sang ibu Siti Ambia, yang sudah berusia renta masih tertidur lelap.
Kadariah juga harus membantu Iranli Syahputra, anaknya yang sedang menderita patah kaki menyelamatkan diri ke luar rumah.
Siti Ambia, ketika diberitahu bukannya lari ke luar rumah, malah merangkak masuk ke kolong rumah melalui celah papan kayu yang terbuka.
Perempuan 60 tahun itu mengira, bisa berlindung dari kebakaran dengan sembunyi di bawah rumah.
Beruntung Kadariah, segera menariknya ke luar rumah.
"Karena panik ibu saya bukan ke luar rumah, tapi sembunyi ke kolong," kata Kadariah.
Rumah yang ditempati Kadariah dan Siti Ambia, tidak menjadi korban lalapan 'si jago merah'.
Namun menjadi sasaran untuk rusak agar api tidak menyebar ke rumah lain. 
Dari rumah Kadariah, petugas dan warga masuk untuk melokalisir kobaran api agar tidak menyebar luas.
Kondisi itu membuat rumah Kadariah acak-acakan.
"Tidak apa-apa rumah kami rusak, yang penting kebakaran tidak meluas," imbuhnya.
Efendi yang rumah betonnya ludes terbakar menceritakan, situasi kritis ketika api mengamuk.
Dia sedang tidur lelap, begitu terbangun langsung lari.
Hanya sedikit barang yang berhasil diselamatkannya.
Sebab api sangat cepat merembet.
"Aku sedang tidur, saat diberitahu kebakaran. Barang yang bisa diselamatkan sebisanya saja," ujarnya.
Kebakaran menghanguskan rumah penduduk Desa Lipat Kajang Bawah, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.
Total ada sepuluh rumah yang menjadi korban kebakaran.
Lima di antaranya rusak parah.
Masing-masing milik Amir Hamzah, H R Efendi, Alam, Hasmi Zam-zam dan Supriadi. 
Sedangkan dua unit rusak sedang, milik Siti dan Siti Ambia yang ditempati bersama Kadariah.
Tiga lagi rusak ringan yaitu rumah Nuraini, Safi'i, dan Asnawa.
 Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun harta benda korban banyak yang ludes terbakar. 
Proses pemadaman membutuhkan usaha keras.
Apalagi waktu kejadian korban sedang tidur lelap. 
Lebih sejam petugas pemadam bersama warga berjibaku menjinakkan 'si jago merah'.
Hingga akhirnya api berhasil dipadamkan.
Setelah api padam, personel TNI, Polri, PNS dan warga membersihkan puing sisa kebakaran.
Sejauh ini,  penyebab terjadinya kebakaran masih menjadi misteri. (*)
SHARE