Kadinkes Abdya Minta Maaf, Terkait Petugas Puskesmas Tolak Pasien

SHARE


BLANGPIDIE - Seorang bayi dikabarkan ditolak berobat oleh salah seorang petugas Puskesmas Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya) pada Rabu (11/9) lalu. Penolakan tersebut kabarnya karena pasien yang baru berumur beberapa bulan itu tidak terdaftar dalam kartu keluarga (KK) orang tuanya.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Abdya, Safliati SST Mkes langsung berkunjung ke rumah orang tua pasien tersebut untuk meminta maaf. Selain itu, Kadinkes juga ingin memantau kondisi kesehatan bayi yang ditolak berobat di Puskesmas Babahrot tersebut.
Kadinkes Abdya, Safliati SST MKes yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (13/9), membenarkan peristiwa tersebut. Ia menerangkan, penolakan itu merupakan murni kesalahan petugas puskesmas. Bahkan, ujarnya, lantaran komunikasi petugas yang tidak baik membuat orang tua pasien kecewa berat dan langsung pulang sambil menggendong bayinya itu.
"Iya benar, kejadiannya pada hari Rabu. Ini kesalahan petugas dan akan kita diberikan pembinaan kepada yang bersangkutan cara berkomunikasi dengan pasien," tukas Safliati SST MKes.
Safliati mengaku, pihaknya telah berkunjung ke rumah orang tua pasien yang sempat ditolak petugas Puskesmas Babahrot tersebut. Menurutnya, kondisi pasien yang sempat demam tinggi itu, kini sudah mulai membaik. "Ini sebagai bentuk permintaan maaf kita karena secara aturan tidak boleh petugas menolak pasien, apalagi hanya persoalan tidak terdaftar dalam KK," ucapnya.
Harusnya, papar Kadinkes, petugas puskesmas menangani pasien itu terlebih dahulu. “Baru kemudian mengurus masalah administrasi. Artinya, persoalan tidak ada BPJS atau tidak ada KK bisa dilengkapi setelah pasien itu ditangani,” tegasnya.
Pada bagian lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Abdya, Safliati SST Mkes menekankan kepada semua petugas medis, baik di puskesmas maupun lembaga kesehatan lainnya untuk menjaga perasaan pasien. Oleh sebab itu, tandasnya, petugas medis harus pintar-pintar dalam berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya sehingga tidak ada yang tersinggung dan sakit hati.
 "Saya berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi petugas lain. Cara berkomunikasi yang baik harus diutamakan, sehingga tidak melukai keluarga pasien," tandasnya. Bukan itu saja, Safliati juga telah meminta pada para kepala puskesmas dan petugas medis agar tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memiliki kartu BPJS.
SHARE