Kabut Asap Kian Menebal

SHARE


LANGSA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhulta) di Provinsi Riau menjalar hingga ke wilayah Kota Langsa dan Aceh Timur, Minggu (22/9). Amatan Serambi, kemarin, kabut asap yang menyelimuti wilayah ini semakin menebal sehingga mengganggu jarak pandang sampai 1 kilometer.
Tak hanya itu, pada siang hari kemarin, matahari juga terlihat memerah dengan cahaya yang tampak kuning-kemerahan. Sedangkan cuaca daerah ini sejak tadi pagi mendung, namun terasa gerah karena tidak adanya angin.
Sementara pengurus DPD KNPI Aceh Timur membagikan masker kepada pengguna jalan di Idi Rayeuk, menyusul semakin tebalnya kabut asap di wilayah itu. Pembagian masker dilakukan usai pelaksanaan Rakor DPD KNPI Aceh Timur, di Gedung Serbaguna Pemkab Aceh Timur, Minggu (22/9).
"Pembagian masker ini untuk membantu warga agar terhindar dari infeksi gangguan pernapasan (ISPA) akibat tebalnya kabut asap yang melanda Aceh Timur," ungkap Ketua DPD KNPI Aceh Timur, Yusnil Amri, didampingi Sekretaris Sulaiman Tole.
Jajaran KNPI Aceh Timur juga mengajak masyarakat mendoakan agar persoalan kebakaran yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dapat segera teratasi sehingga tidak menimbulkan dampak luas kepada daerah lainnya di Indonesia.
Sementara itu, Pemkab Aceh Timur melalui Dinas Kesehatan, mengimbau masyarakat agar mengurangi aktifitas di luar rumah seiring menebal dan meluasnya asap di Aceh Timur dan sekitarnya. "Sehubungan dengan sudah mulai merebaknya kabut asap di wilayah Aceh Timur, kami (Dinkes Atim), mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Timur, dr H Zulfikry.
 Gunakan Masker dan Konsumsi Banyak Air
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Timur, dr H Zulfikry menambahkan, bagi masyarakat Aceh Timur yang terpaksa ke luar rumah diimbau untuk selalu mengenakan masker (penutup mulut dan hidung).
Kepada pengendara roda dua, sambungnya, diimbau untuk menambahkan pelindung mata (kaca mata). "Perbanyak konsumsi air putih dan buah-buahan untuk memperkuat daya tahan tubuh. Selain itu, minimalkan membakar sampah dan benda-benda yang tidak digunakan lagi," harapnya. Imbauan itu diharapkan dapat mengurangi risiko terpaparnya asap yang berbahaya bagi kesehatan
Sumber: Serambinews
SHARE