Jembatan Gantung Pante Garot Lapuk

SHARE


SIGLI - Lantai jembatan gantung Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya, Pidie, sebagiannya sudah lapuk dan patah akibat dimakan usia. Kondisi ini mengancam keselamatan murid-murid SD yang setiap hari melintasi jembatan saat hendak ke sekolah. Mereka harus ekstra hati-hati saat melangkah agar tidak terperosok ke dalam Krueng Garot yang berada tepat di bawahnya.
Pantauan Serambi, kemarin, hampir semua lantai jembatan gantung itu telah usang. Lantai yang sudah lapuk itu selama ini dipasangi potongan kayu dan bambu agar bisa dilintasi. Besi pengaman jembatan sebagiannya telah bengkok dan berkarat. Meski kondisi jembatan sudah tidak layak, warga dan anak sekolah tetap menggunakan jembatan gantung tersebut.
Keuchik Pante Garot, Safaruddin, kepada Serambi, Minggu (15/9) mengatakan, jembatan gantung yang menghubungkan Pante Garot dengan Meunasah Keutapang dan Meunasah Pante Aree itu memang tidak layak digunakan lagi. Namun karena tak ada sarana penyeberangan lain, warga terpaksa menggunakannya meskipun rawan ambruk.
Safaruddin menjelaskan, rata-rata anak sekolah yang melintas di jembatan itu tidak memiliki kendaraan pribadi. Mereka langsung bisa menunggu labi-labi setelah melintasi jembatan gantung itu. Sementara bagi warga yang memiliki kendaraan, memilih memutar melalui jembatan rangka baja di Pasar Garot.
"Jadi orang tua lebih dekat mengantar anaknya dengan melintasi jembatan ini karena bisa berjalan kaki," jelasnya.
Ia menambahkan, hampir empat tahun warga menggunakan jembatan gantung tersebut. Namun beruntung, belum ada masyarakat yang terjatuh ke aliran sungai. "Saya telah melaporkan kepada camat dengan menyerahkan foto jembatan rusak tersebut pada tahun 2018. Harapan saya jembatan ini bisa cepat diperbaiki," jelasnya.
Survei Tingkat Kerusakan
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, Samsul Bahri yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (15/9) mengatakan, pihaknya sudah menurunkan petugas untuk melakukan survei tingkat kerusakan jembatan gantung tersebut. Lewat survei tersebut akan diketahui berapa anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan jembatan.
"Dinas menyediakan dana Rp 150 juta untuk penanganan jembatan gantung tersebut. Kita belum mengetahui apakah direhab atau dibangun baru, nanti ditentukan oleh tim yang melakukan survei. Yang pasti jembatan gantung itu ditangani tahun ini dengan anggaran APBK-Perubahan 2019," pungkasnya.
SHARE