Janda Miskin di Aceh Utara Tinggal di Terpal Plastik Bersama Empat Anaknya

SHARE


LHOKSUKON – Nurhayati (44) janda empat anak asal Desa Biara Timu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara sudah dua bulan menempati rumah yang dibangun dari terpal plastik.
Rumah tersebut berdinding dan atap plastik di tanah peninggalan suaminya sekitar dua bulan yang lalu.
“Sekitar empat tahun yang lalu, setelah suaminya meninggal, janda tersebut pindah dari Biara Timu ke kawasan Kecamatan Peureulak Aceh Timur untuk bekerja di tempat usaha batu bata,” ujar Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan Biara Timu Kecamatan Tanah Jambo Aye, Akmal Daud kepada Serambinews.com, Selasa (17/9/2019).
Setelah bekerja di dapur batu-bata, kata Akmal Daud, kemudian Nurhayati menikah dengan seorang pria di kawasan itu.
Namun, rumah tangganya tak berjalan sesuai yang diharapkan janda tersebut.
Kemudian ia pisah, dan pulang kembali ke Tanah Jambo Aye.
“Selama di sana (Peureulak) korban tinggal di gudang tempat usaha batu bata, karena tak memiliki rumah,” ujar Akmal.
Dirinya juga mengaku terkejut ketika mendapat informasi ternyata Nurhayati sudah pulang kembali ke Biara Timu dan mendirikan rumah plastik.
“Memang kondisinya sangat memprihatikan, ketika semalam hujan terpal plastik tersebut bocor, entah bagaimana mereka bisa tidur,” kata Akmal.
Dalam rumah plastik tersebut selain ditempati janda miskin juga ada empat anak yatim, bahkan dua diantaranya sekarang sudah putus sekolah.
Keduanya adalah Ayu Amelia (13) dan Yesi Maulana (17).
Sedangkan dua lagi, Safrizal (18) dan putri sulungnya, Meutia (23).
“Persoalan sekarang bukan persoalan sudah berapa lama tinggal mereka di rumah plastik tersebut, tapi bagaimana menyelamatkan supaya anak yatim dalam rumah tersebut tak putus sekolah dan mengaji,” ujar Akmal.
Pihak keluarga janda tersebut bukan tidak membantu, tapi kehidupan keluarganya juga miskin.
“Mohon, memang saudara mereka juga miskin, sehigga tak bisa membantu,” pungkas Kaur Pembangunan Biara Timu.(*) 
SHARE