Ini Sosok Anggota TNI yang Selamatkan Bocah Pengemis Hingga Dirantai Orang Tuanya

SHARE


LHOKSEUMAWE - Beberapa hari lalu, masyarakat Kota Lhokseumawe dihebohkan dengan terungkapnya kasus dugaan seorang bocah berumur sembilan tahun disuruh mengemis sama orang tuanya (ortu).
Bahkan bila tidak membawa pulang uang usai mengemis, maka diduga dikurung dan tangannya dirantai, serta mendapatkan penyiksaan lainnya.
Informasi ini begitu cepat berkembang dan menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat. Bahkan foto-foto bocah yang menjadi korban tersebut ikut beredar melalui media sosial termasuk grup-grup whatshapp.
Dimana ada sebuah foto yang sangat miris. Seorang bocah yang menggunakan kaos donker berupaya menutup wajahnya dengan tangan kanan.
Sedangkan tangan kirinya di atas dan di sampingnya ada tali dan rantai. Mengesankan kalau tangannya sedang dirantai.
Disamping foto-foto, beredar juga satu video berdurasi 5,19 menit. Dimana dalam video tersebut, rumah korban didatangi seorang personel TNI.
Saat itu personil TNI mencoba mengungkap kebenaran terhadap dugaan penyiksaan yang menimpa bocah tersebut.
Terlihat personil TNI itu berbicara dengan bocah itu untuk mengungkap tentang dugaan penyidikan dia alami. Terdengar sesekali suara wanita dewasa, yang meminta anak itu berbicara kalau tidak pernah disuruh mengemis.
Namun di akhir pembicaraan, anak itu pun mengaku kalau dia disuruh mengemis. Bila tidak mengemis maka akan dipukul.
Tidak lama kemudian, personil TNI itu pun meminta kunci gembok untuk membuka gembok rantai yang mengikat kaki bocah tersebut. Sempat salah kunci, sehingga gembok akhirnya dibuka oleh seorang wanita.
Selanjutnya, personil TNI dengan berkoordinasi dengan pihak Polsek Banda Sakti, membawa  bocah beserta ayah tiri dan ibu kandung anak itu ke Polres Lhokseumawe.
Setelah dilakukan penyidikan, terungkap kalau bocah itu diduga telah mulai disiksa oleh ortunya sejak umur enam tahun.
Bocah itu disuruh mengemis dan harus membawa pulang uang minimal Rp 100 ribu. Bila tidak, maka akan disiksa dan dirantai.
Atas dasar hal tersebut, polisi pun telah menetapkan kedua orang tuanya sebagai tersangka dalam kasus KDRT dan eksploitasi anak. Keduanya pun sudah ditahan di Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan.
Kembali lagi ke sosok TNI yang awalnya mengungkap kasus dugaan penyiksaan yang dialami bocah sembilan tahun tersebut, ternyata dia adalah sosok Baninsa yang bertugas di Koramil Banda Sakti Kodim 0103 Aceh Utara.
Sosok TNI tersebut bermama Serda Maulana Ishak. Sudah tiga tahun dia menjadi Babinsa di Koramil Banda sakti.
Dia sosok yang akrab dengan masyarakat di wilayah binaannya. Masyarakatlah yang awalnya melaporkan kepada dirinya tentang kasus bocah dirantai ortunya.
Maka dia langsung mendatangi lokasi, dan akhirnya bisa "Memardekakan" bocah tersebut dari dugaan eksploitasi dan penyiksaan yang selama ini dialaminya.(*)
Sumber: Serambinews
SHARE