Hutan Kota Langsa Bergema

SHARE


LANGSA - Hutan Kota Langsa yang telah ditetapkan sebagai ikon pariwisata dipenuhi seribuan anggota majelis ta’lim dari Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (8/9). Suara zikir yang dilafazkan dari kaum ibu-ibu berbaju merah terus bergema di antara pepohonan yang berjejer rapi di dalam hutan kota tersebut. 
Istri Wakil Wali Kota Langsa, Nurhanifah Yatim saat memberi kata sambutan menyampaikan selamat datang kepada seluruh anggota Majelis Ta'lim asal Sumut ini. Dia juga mengucapkan terima kasih karena telah memilih ruang terbuka hijan (RTH) Hutan kota Langsa ini sebagai tempat untuk berzikir, sekaligus memperkenalkan tempat ini.
"Kami sangat berterima kaaih kepada Majelis Ta'lim Sumut, karena telah ikut membantu mempromosikan  objek wisata Kota Langsa ini," ujarnya di epan seribuan anggota Forum Silaturahmi Majelis Ta'lim Sumatera Utara yang melaksanakan zikir di objek wisata Kota Langsa ini.
Jamaah zikir dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumut ini datang ke Kota Langsa menggunakan puluhan bus pariwisata.  Anggota Majelis Ta'lim menggunakan pakaian serba merah yang semuanya merupakan kaum ibu-ibu dan sejak pukul 10.30 WIB memadati lokasi zikir di hutan kota itu.
Kedatangan tamu asal provinsi tetangga ini disambut oleh Sekdakot Langsa, Syahrul Thaeb SH MAP, juga istri Wakil Wali Kota Langsa, Ny Nurhanifah Yatim serta Majelis Ta'lim Kota Langsa, dan lainnya.
Saat memasuki pukul 11.30 WIB, anggota Majelis Ta'lim yang telah memenuhi lokasi di bawah pohon rindang memulai zikir hingga selesai menjelang tibanya waktu shalat Zuhur.   Ketua Forum Silaturahmi Majelis Ta'lim Sumut, Hj Hikmatul Fadhillah SH MM, mengatakan, zikir yang dilaksanakan pihaknya dikemas dalam bentuk kegiatan Tadabbur Alam  dan Wisata Religi yang diikuti oleh seribu jamaah.
Menurutnya, kegiatan zikir ini yang sengaja dipilih dilaksanakan di RTH Hutan Kota, selain sebagai silaturahmi juga untuk memperkenalkan destinasi wisata daerah ini kepada masyarakat Sumut. Dijelaskan zikir yang dikemas dalam Tadabbur Alam dan Wisata Religi ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.
Sementara, Sekdakot Langsa, Syahrul Thaib, SH MAP, mengucapkan terima kasih kepada Majelis Ta'lim Provinsi Sumut, yang telah memilih objek wisata RTH Hutan Kota ini sebagai tempat tujuan berzikir. Menurut Syahrul, ibadah tidak hanya dipahami dalam kontek ritual semata, tetapi bermakna sangat luas.
Secara umum, ibadah dapat dibagi dua yakni ibadah madhah dan gair madhah. Ibadah madhah dapat dimaknai sebagai ibadah individual atau ritual, semata-mata menjadi urusan makhluk dengan Allah SWT.
Ibadah ini menyangkut dengan fardhu ‘ain atau kewajiban individual.  Sedangkan ibadah gair madhah dapat dimanaknai sebagai ibadah yang dapat melibatkan pihak yang lain.  “Ini merupakan ibadah sosial atau fardhu kifayah, seperti menjaga lingkungan hidup, membangun fisilitas umum, mengurusi fakir miskin dan lainnya,” tutup Syahrul Thaib dalam kata sambutannya.
SHARE