Dua Pembalak Tertangkap Saat Angkut Kayu Ilegal

SHARE


SUKA MAKMUE - Dua pelaku pembalakan liar dan perambahan hutan di kawasan Dusun Agoy, Desa Panton Bayam, Kecamatan Beutong, Nagan Raya berhasil ditangkap beserta dengan barang bukti berupa puluhan batang kayu olahan, dan satu unit mobil pengangkut kayu ilegal tersebut. Mereka ditangkap pada Rabu (11/9/2019) malam, saat pihak Polres Nagan Raya hendak mengamankan pelaku penambangan emas ilegal di daerah yang sama.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi kepada Serambi, Kamis (12/9), mengatakan, tersangka yang ditangkap itu masing-masing AR (27), warga Blang Seunong dan MS (43), warga Desa Babah Krueng, Kecamatan Beutong. Dalam penangkapan tersebut, jelas Kasat Reskrim, polisi juga ikut mengamankan barang bukti berupa 1 unit Daihatsu Taff warna hitam BL 511 LY, dan 28 potong kayu olahan jenis damar, serta 20 potong kayu jenis merantee. “Para tersangka tersebut akan dikenakan Pasal 12 huruf (e) Jo Pasal 83 ayat (1) Huruf (b) Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan,” ujar AKP Mahliadi.
Penangkapan tersebut, terangnya, berawal pada Rabu (11/9) sekitar pukul 02.00 WIB, Satreskrim Polres Nagan Raya mendapat informasi tentang aktivitas pengangkutan kayu ilegal di kawasan Dusun Agoy, Pemukiman Pulo Raga, Desa Panton Bayam, Kecamatan Beutong, Berdasarkan informasi itu, ucap Kasat Reskrim, dirinya beserta anggota mendatangi lokasi dan menemukan 1 unit mobil Taff warna hitam bermuatan kayu sedang melintas dari arah Desa Blang Seunong, Kecamatan Beutong menuju Desa Lhok Tonge, Kecamatan Seunagan Timur.
“Kami langsung memberhentikan mobil tersebut dan menanyakan surat-surat serta dokumen kayu yang diangkut oleh dua orang tersangka itu. Namun mereka tidak bisa menunjukkan dokumen apa pun, sehingga pada malam itu juga kita mengamankan kedua orang yang diduga sebagai pelaku pengangkut kayu ilegal itu ke Mapolres Nagan Raya,” paparnya.
Terkait pengembangan kasus tersebut, tegas AKP Mahliadi, pihaknya kini juga sedang memburu para pelaku lainnya yang diduga kuat sebagai perambah di kawasan hutan Desa Panton Bayam dan sekitarnya. “Diduga kuat para pelaku saat ini masih berada di kawasan hutan tersebut sebagai pemotong kayu,” tutupnya
SHARE