Driver Taksi Online Tewas Ditembak Oknum TNI, Mobil Dibawa Kabur, Jenazah Dibuang di Tol

SHARE


DEPOK - Penemuan mayat di Jalan Pringgondani 1 RT 005 RW 009, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.
Pelaku pembunuhnya ternyata adalah oknum TNI bernama Rizky menembak korban yang ternyata seorang sopir taksi online.
Setelah membunuh korban, Rizky serta membawa kabur mobil dan beberapa barang berharga lainnya, Selasa (3/9/2019).
Jenazah sopir taksi online tersebut ditemukan warga keesokan harinya, Rabu (4/9/2019).
Jenazah sopir Gocar itu dibunuh oleh oknum TNI bernama Rizky yang saat itu sedang bersama seorang wanita bernama Maryati.
Hal itu terungkap dari pemeriksaan aplikasi taksi online korban, pemesan terakhir adalah atas nama Maryati.
Foto wajah dan ciri-ciri korban (istimewa/Polresta Depok)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut pihak kepolisian langsung menyelidiki identitas penumpang tersebut.
Sopir Gocar itu menjadi korban pencurian dengan kekerasan hingga meninggal dunia.
"Tim gabungan melakukan pengejaran terhadap penumpang yang terakhir kali memesan akun Gocar korban. Penumpang diketahui bernama Maryati," kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (6/9/2019).
Diberitakan Wartakotalive.com, Jumat (6/9/2019), Argo mengungkap korban bernama Dedy Junaedi.
"Korban atas nama Dedy Junaedi," ungkap Argo.
Argo menjelaskan awalnya Rizky dan Maryati memesan taksi online dan minta dijemput di Jalan Rata Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, Selasa (3/9/2019) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat mendampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengisi kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara (PKN) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (26/7/2019) (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)
Setelah dijemput, Rizky dan Maryati duduk di jok belakang.
Saat mobil melaju, Rizky duduk di belakang jok sopir dan mendekati korban.
Rizky lalu mengeluarkan senjata api dan langsung menembak Dedy.
Setelah Dedy tak sadarkan diri, mobil pun dipinggirkan, kedua penumpang itu menggotong korban dan memindahkan ke jok belakang.
Mobil milik korban pun dikendarai oleh Rizky menuju jalan Tol Jagorawi.
"Kemudian, R mengendarai mobil Honda Brio bernopol B 2446 SIF milik korban menuju Jalan Tol Jagorawi," terang Argo.
Sampai di jalan tol, jasad korban diserat dan digeletakkan di pingir jalan dan ditemukan keesokan harinya, Rabu (4/9/2019).
"Setelah itu, kedua pelaku menurunkan jasad korban dengan cara diseret ke pinggir Jalan Tol Jagorawi," lanjut Argo.
Kedua pelaku membawa kabur mobil Honda Brio milik korban serta ponsel dan dompetnya.
Pelaku Rizky sempat memberi uang Rp 150 ribu kepada Maryati sebelum keduanya berpisah.
Oknum TNI dan Maryati pun ditangkap di sebuah indekos di Jalan Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/9/2019).
Argo menyebut pemeriksaan oknum TNI itu kini ditangani oleh polisi militer (POM).
"Oknum (TNI) ditangani POM," terang Argo.
Sebelumnya, jenazah sopir Gocar itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di lahan kosong di pinggir jalan tol.
Jasad Dedy ditemukan dengan beberapa luka di bagian tubuh, seperti memar di mata dan kepala yang berdarah.
Saat ditemukan, jenazah mengenakan kaus oblong warna merah, celana jeans hitam, memakai cincin bertuliskan 'Nina', serta sepatu kets warna hitam.
Mayat berkaus merah gegerkan warga
Ilustrasi (SHUTTERSTOCK) (SHUTTERSTOCK)

Polisi masih bekerja keras mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan tergeletak di kebun kosong Jalan Pringondani, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok.
Sebelumnya diberitakan, warga di lokasi kejadian geger pada Rabu (4/9/2019) atas insiden tersebut.
Diketahui, tidak ditemukan satu pun identitas dari mayat pria tersebut, yang hanya mengenakan kaos berwarna merah, celana tactical panjang berwarna hitam, serta sejumlah ciri-ciri lainnya.
Demi kepentingan penyelidikan, polisi pun telah menyebar foto korban pada masyarakat luas untuk mengungkap identitas korban.
Namun, hingga saat ini usaha tersebut belum menemui hasil.
"Belum, karena gak ada satupun identitas yang menunjukan siapa korban. Sampai saat ini juga belum ada orang yang mengaku sebagai keluarga korban atau mengenali korban," ujar Kapolsek Cimanggis AKP Bagus Panuntun dikonfirmasi perkembangan kasus tersebut, Kamis (5/4/2019).
Bagus juga mengatakan, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal dunia akibat pembunuhan atau bukan.
"Belum tahu kami belum bisa menyimpulkan itu korban pembunuhan, karena blm ada bukti yang cukup," ujar Bagus.
Terakhir, Bagus mengatakan saat ini mayat pria berkaos merah tersebut masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dan kasusnya pun masih terus didalami.
"Iya di RS Polri, kami terus lakukan pengembangan," pungkasnya.
SHARE