Brigadir Dewa Tewas Tembak Kepala Sendiri, Sang Ayah Menangis Saat Memandikan Jenazah Putranya

SHARE


GIANYAR - Suasana duka terasa ketika prosesi kremasi jenazah Brigadir I Dewa Gede Alit Wirayuda di Krematorium Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Klungkung, Minggu (8/9/2019).
Tangis orang tua Dewa Alit pun tak terbendung saat prosesi memandikan jenazah.
Dewa Alit diduga meninggal bunuh diri memakai pistol miliknya di halaman Polsek Arosbaya, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/9/2019) malam.
Almarhum berasal dari Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga, Kabupaten Bangli, dan bertugas di Polsek Arosbaya.
Jenazah Brigadir Dewa Alit tiba di krematorium sekitar pukul 07.30 Wita.
Sebelum disemayamkan dan dilakukan upacara secara adat, terlebih dahulu diadakan upacara pelepasan secara dinas kepolisian.
Upacara dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Klungkung, Kompol Ni Made Mindriwati, dan dihadiri personel gabungan dari Polres Klungkung dan Polres Bangli.
"Upacara perabuan secara dinas kepolisian dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan terakhir kepada almarhum.
Pada kesempatan ini, atas nama pimpinan Polri menyatakan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dan memanjatkan doa semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberikan ketabahan, kesabaran, bimbingan, dan perlindungan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan," ujar Mindiriwati.
Setelah dilaksanakan upacara secara dinas kepolisian, jenazah Dewa Alit lalu disemayamkan di area kremasi.
Saudara, kerabat, serta keluarga dekat alamahum tampak sibuk mengiringi jenazah.
"Jenazah disemayamkan terlebih dahulu. Ada beberapa rangkaian upacara adat yang dilakukan sebelum dikremasi," ujar seorang kerabat almarhum yang tampak tengah sibuk mempersiapkan prosesi pengabenan terhadap jenazah Dewa Alit.
Setelah menjalani serangkaian ritual adat, jenazah Dewa Alit baru dimandikan sekitar pukul 10.00 Wita.
Suasana haru langsung terasa ketika prosesi pemandian jenazah ini.
Ayah almarhum, Dewa Anom Banjar, tak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan jenazah anaknya.
Ia menangis sembari memandikan tubuh putra bungsunya tersebut.
Di tengah alunan kidung-kidung yang mengiringi prosesi pemandian jenazah, isak tangis keluarga dan kerabat pun pecah.
Suasana duka pun benar-benar terasa.
Rasa kehilangan diungkapkan beberapa kerabat yang ikut mengiringi prosesi kremasi Dewa Alit.
Seperti yang diungkapkan Agus, seorang kerabat almarhum yang berasal dari Banjar Kawan, Bangli.
Menurutnya, selama hidup almarhum merupakan sosok yang baik dan mudah bergaul.
Namun ia mengaku tidak mengetahui pasti apa penyebab kematian dari almarhum.
"Saya kurang tahu pastinya, karena informasinya juga simpang siur," ujar Agus.
Dewa Alit merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, pasangan Dewa Anom Banjar dan Dewa Ayu Raka Taum.
Dua kakaknya bernama Dewa Gede Putra Budiarta dan Dewa Gede Rai Sandi Wira Buana.
Alumni SMAN 1 Bangli ini meninggalkan seorang istri, Dwi Wijayanti, dan seorang anak berusia 7 tahun.
Diduga Bunuh Diri
Brigadir Polisi Dewa Gede Alit Wirayuda (31), Anggota Polsek Arosbaya di Kabupaten Bangkalan Madura, ditemukan tewas di halaman belakang tempat ia bertugas, Kamis (6/9/2019) malam.
Informasi yang dihimpun Surya, tubuh Dewa ditemukan tergeletak tak bernyawa sekitar pukul 19.15 WIB.
Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan meminta waktu ketika dikonfirmasi terkait kabar tersebut.
"Informasi itu masih kami cek dulu kebenarannya," ungkap Boby kepada Surya, Kamis malam.
Hingga Jumat (6/9/2019) siang, Humas Polres Bangkalan belum bisa memberikan keterangan atas kejadian tersebut.
Sumber Surya menyebutkan, Dewa ditemukan tewas dengan luka tembak di kening kanan menembus kening kiri.
Sepucuk senjata api laras pendek jenis revolver masih melekat di tangan kanannya.
Pegang Senjata
Informasi yang dihimpun dari Polda Jatim menyebutkan, saat ditemukan pukul 19.15 WIB, posisi tangan kanannya masih memegang senjata api jenis revolver berisi 4 butir peluru.
Di lokasi, satu selongsong peluru juga ditemukan.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes (Pol) Frans Barung Mangera mengonfirmasi peristiwa tersebut sebagai bunuh diri.
"Dugaan awal, korban memiliki masalah utang piutang," kata Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi Minggu (8/9/2019).
Dugaan itu, kata Barung, berdasarkan percakapan terakhir di ponsel korban.
"Ada yang menagih utang dan dibenarkan oleh pengakuan sang istri," lanjut dia.
Tim Polda Jatim sudah mendatangi lokasi Mapolsek Arosbaya di jalan depan SMPN 1 Arosbaya, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.
Atas peristiwa itu, kata Barung, sudah ada imbauan agar semua anggota yang membawa senpi diperiksa dan diidentifikasi ulang.
"Kami tidak ingin peristiwa ini kembali terjadi kepada anggota yang lain," lanjut Frans.
Sampaikan Wasiat
Peristiwa polisi bunuh diri di halaman belakang kantornya terjadi pada Kamis (5/9/2019).
Sebelum bunuh diri, Brigadir Dewa Gede Alit Wirayuda pernah berwasiat kepada istrinya.
Mendiang meminta, jika kelak meninggal, agar dimakamkan di Bangli, Bali.
Hal tersebut disampaikan Kasubbag Humas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno.
"Kepada istrinya, beliau menyuruh dimakamkan di sana (Bangli, Bali)," kata Suyitno, Jumat (6/9/2019) petang, dikutip dari Tribun Madura.
"Itu disampaikan agak lama sebelum meninggal," lanjut Suyitno. 
Sang istri, Dwi Wijayanti turut mengantar keberangkatan jenazah suaminya ke Pulau Dewata di pagi hari.
Pasangan tersebut dikaruniai seorang anak berusia 7 tahun.
Suyitno membenarkan bahwa Dewa merupakan anggota Polres Bangkalan yang berdinas di Polsek Arosbaya.
"Betul ada anggota kami meninggal."
"Hasil autopsi diduga kuat bunuh diri."
"Senpi itu adalah miliknya," jelasnya.
Kendati demikian, lanjut Suyitno, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik dari Polda Jatim.
"Terkait motif kenapa bertindak seperti itu, kami masih mendalami," tegasnya.
Mertua mendiang Dewa, H Wirya tampak syok ketika mendengar menantunya meninggal dunia.
Padahal selama ini, ia tidak menjumpai permasalahan dalam keluarga Dwi dan Dewa.
"Keseharian biasa saja."
"Kepada keluarga baik-baik saja," tuturnya.
Wirya menambahkan, dirinya tidak sempat melihat wajah mendiang Dewa untuk terakhir kalinya.
"Bagaimana kejadiannya saya tidak tahu."
"Hanya diinfokan kecelakaan malam itu," katanya. (*)
SHARE