Bocah SD Jatuh ke Sungai di Jembatan Gantung, Abdullah Selamat Karena Tasnya Mengembung

SHARE


IDI - Abdullah bin Raffi (7), bocah SD di pedalaman Aceh Timur, tergelincir dan jatuh ke sungai bersama sepedanya, saat melalui jembatan gantung yang licin dan tidak ada pengaman. Nyawa Abdullah selamat karena tas yang dipakainya mengembung hingga membuatnya tetap terapung.
Peristiwa yang nyaris menelan nyawa bocah SD ini terjadi di jembatan gantung Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Kamis (19/9/2019) pagi pukul 07.30 WIB. Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, melalui Kapolsek Madat, Iptu Syafrizal SH, kepada Serambi Jumat (20/9) mengatakan, saat dievakuasi warga korban tak sadarkan diri.
Abdullah dibawa ke rumah sakit Zubir Mahmud, untuk menjalani perawatan. “Kondisinya sudah mulai membaik. Insya Allah sore ini (kemarin-red) sudah dibawa pulang oleh keluarganya,” ungkap Iptu Syafrizal.
Berdasarkan keterangan warga, kata Syafrizal, bocah SD itu selamat karena tas sekolah yang dipakainya mengembung, sehingga korban tidak tenggelam. Saat itu, korban hanyut puluhan meter ke hilir dan ditemukan tersangkut di akar pohon bakau.
“Korban dievakuasi warga dalam keadaan tidak sadarkan diri, diperkirakan setengah jam setelah kejadian. Lalu dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud Aceh Timur, untuk mendapatkan penanganan itensif,” ungkap Iptu Syafrizal.
Kronologis
Kapolsek Madat, Iptu Syafrizal SH mengatakan, berdasarkan keterangan warga, pada Kamis pagi pukul 07.30 WIB, Abdullah Bin Raffi (7) hendak pergi ke sekolah di Glumpang Umpung Unoe, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Ia mengendarai sepeda dayung melewati jembatan gantung Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur.
Setiba di tengah jembatan, sepeda korban tergelincir dan jatuh ke samping kiri jembatan. “Korban terjatuh ke sungai karena jembatan tersebut tidak ada dinding pembatasnya, hanya ada kabel sehingga menyebabkan korban langsung jatuh bersama sepedanya ke sungai,” ungkap Kapolsek.
Setengah jam kemudian, seorang pelintas Tgk Muhammad melihat korban mengapung di dalam sungai dan tersangkut di akar pohon bakau. Tgk Muhammad kemudian turun dan mengevakuasi korban dari dalam sungai. Korban tidak sadarkan diri langsung dibawa ke Puskesmas Madat dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zubir Mahmud Idi Rayeuk untuk mendapatkan pertolongan.
Tokoh masyarakat Madat, Azhari mengatakan, jembatan gantung Meunasah Asan sudah tidak layak digunakan lagi. Pasalnya, lantai jembatan sudah mulai lapuk. Selain itu, tidak ada pengaman di sisi kiri dan kanan, sehingga rawan terjadi kecelakaan.
Jika tak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan timbul korban susulan yang jatuh ke sungai. “Kita berharap perhatian dari pemerintah agar meningkatkan pembangunan jembatan gantung tersebut, agar mudah dilalui warga untuk berbagai kepentingan,” pinta Azhari.
SHARE