Ayah Terobos Api Selamatkan Putrinya, Icha Meninggal dalam Perjalanan ke Banda Aceh

SHARE


LANGSA - Rumah pondok milik PT Parasawita di Desa Damar Siput, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, yang selama ini dihuni Bustami Rizal (32) bersama istri dan tiga anaknya, Selasa (17/9) sekitar pukul 02.30 dini hari WIB, terbakar.
Akibatnya, mereka berlima yang terdiri yaitu Bustami dan istrinya Yulia Ningsih (27), serta tiga anak mereka masing-masing Andi Prayuda (5), Icha Maulida (3), dan Nuhammad Irfan (1,8), harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar.
Di balik kebakaran itu, ternyata ada kisah heroik yang dilakukan Bustami. Ia nekat bertaruh nyawa menerobos api demi menyelamatkan putrinya, Icha Maulida, dari kepungan api di dalam kamar rumah kayu yang mereka tempati.
Awalnya, Bustami mengira putri mereka satu-satunya sudah berada di luar rumah bersama ibu serta abang dan adiknya, ketika api membakar seluruh bagian dalam rumah yang diduga akibat tumpahan bensin.
Mengetahui Icha ternyata masih berada dalam kamar yang sedang diamuk api, Bustami langsung panik berat. Tanpa pikir panjang sembari berdoa meminta keselamatan kepada Allah SWT, Bustami menerobos api, masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan anak keduanya itu.
Hasilnya, Icha Maulida berhasil diselamatkan meski ia mengalami luka bakar cukup serius (70 persen) hingga harus dirujuk ke RSUZA Banda Aceh bersama ibunya Yulia Ningsih. Namun sayang, Icha meninggal dunia dalam perjalanan ke Banda Aceh.
Bustami yang ditemui Serambi di ruang Si Tahon RSUD Langsa menceritakan, malam itu mereka semua tidur dalam satu kamar di rumah pondok berkonstruksi kayu tak berlistrik milik PT Parasawita. Tidak seperti biasanya, malam itu ia terbangun, lalu keluar kamar menuju ruang tengah.
Saat menjejak lantai, telapak kakinya terasa dingin. Ternyata rasa dingin itu berasal dari tumpahan bensin yang meluber hingga masuk ke dalam kamar tidur. Tiba-tiba, percikan api muncul dari dalam kamar dan dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan.
"Api mucul dari uap minyak bensin yang menyambar lampu teplok di kamar kami, api terlihat memutar dan langsung membesar," kata Bustami.
Selama ini, Bustami mengaku memang menjual bensin eceran di depan rumahnya. Bensin tersebut dijajakan dalam botol air mineral yang ketika malam disimpan di dalam ruang tamu. Sedangkan 25 liter bensin lainnya yang masih berada dalam jeriken, diletakan di dapur.
Ia menduga, tumpahan bensin tersebut berasal botol air mineral di ruang tamu. "Bensin yang di botol mineral ada yang tumpah karena nampaknya ada disenggol kucing atau tikus," ujarnya.
Begitu melihat kobaran api di kamar, ia pun berteriak-teriak membangunkan istrinya agar keluar. Bustami kemudian ke luar rumah memanggil-manggil tetangga sekitar. Namun ketika istri dan anak-anaknya ke luar, betapa kagetnya dia karena ternyata anak keduanya, Icha Maulida, masih tertinggal di dalam kamar.
"Saya panik sekali malam itu. Awalnya saya mengira Icha sudah berada di luar rumah bersama ibunya. Ternyata Icha masih berada di dalam kamar. Saya cukup panik mengetahui itu," kenang Bustami.
Dua kali ia mencoba menerobos masuk ke dalam rumah, tapi gagal karena panasnya api. Seorang warga lantas menyarankan Bustami membasahi tubuhnya beserta pakaian yang ia kenakan. Baru setelah itu ia berhasil menerobos ke dalam rumah dan langsung menuju kamar.
"Saat saya berhasil masuk ke dalam kamar, saya lihat anak saya telah dikepung api yang berputar-putar. Saya langsung peluk dan gendong dia, lalu saya tendang dinding kamar untuk keluar," jelasnya.
Ia mengaku tak bisa lagi keluar dari pintu kamar yang ia masuki tadi karena api yang berasal dari tumpahan bensin di lantai terus membesar dan menjulur-julur ke atas.
Warga pun mulai berdatangan dan beramai-ramai memadamkan api. Mungkin karena api berasal dari tumpahan minyak yang berceceran di lantai, dan belum menguasai dinding maupun bagian atap rumah, sehingga api berhasil dipadamkan dengan cepat.
Akibat musibah kebakaran tersebut, Icha Maulida mengalami luka parah (sekitar 70 persen), Bustami mengalami luka serius dibagian kaki dan tangan, dan istrinya Yulia Ningsih mengalami luka bakar di bagian paha dan tangan. Sementara dua anak mereka lainnya, Andi Prayuda dan M Irfan mengalami luka bakar di bagian kaki dan tangan, namun tidak begitu parah.
Meninggal di perjalanan
Awalnya kelima korban dirawat di RSUD Langsa. Namun karena luka yang dialami Icha cukup parah, ia dan ibunya Yulia Ningsih dirujuk ke RSUZA Banda Aceh. "Karena anaknya, Icha, mengalami luka bakar cukup parah, harus dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, maka ibunya ikut mendampingi," sebut salah seorang petugas RSUD Langsa.
Korban diberangkatkan ke Banda Aceh sekitar pukul 13.30 WIB dengan menggunakan mobil ambulance RSUD Langsa. Namun sore kemarin, Serambi memperoleh informasi dari Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ir Elfiandi, melalui Kabid Linjamsos Saharani SAg MA bahwa Icha meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Banda Aceh.
“Almarhumah meninggal dunia pukul 16.00 WIB, di rumah sakit Pidie Jaya,” kata perawat yang mendampingi Icha ke Banda Aceh, Indra, saat dihubungi Serambi. “Saat ini kami sudah tiba di Samalanga Bireun dalam perjalanan pulang ke rumah almarhumah,” imbuhnya.
Ditanya terkait bagaimana kelanjutan perawatan ibu almarhumah, Yulia Ningsih, yang juga mengalami luka bakar di kaki, tangan, dan paha? Indra menjawab bahwa ibunya bersikukuh meminta untuk mendampingi anaknya hingga dikebumikan.
“Seharusnya ibunya harus menjalani perawatan. Tapi, ia tetap meminta mendampingi anaknya hingga dikebumikan,” ungkap Indra. Jenazah akan diantar ke rumah almarhumah di Desa Damar Siput, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur.
Kapolres Langsa, AKBP Andy Hermawan SIK MSc, melalui Kapolsek Rantau Seulamat, Iptu M Musa, mengatakan, kebakaran rumah yang ditempati Bustami Rizal dan keluarganya itu diduga terjadi karena tumpahan bensin akibat kebocoran jeriken, yang kemudian mengalir ke lampu teplok yang diletakkan di atas lantai.
Menurut Kapolsek, ketika Bustami terbangun dari tidurnya sekitar pukul 02.30 WIB, didapati lantai rumahnya sudah digenangin bensin dagangannya. Bustami lantas bergegas mengamankan lampu teplok yang diletakan di lantai rumah.
“Namun lampu teplok tersebut tiba-tiba meledak dan menyambar ke genangan bensin di lantai rumah korban hingga mengakibatkan kebakaran rumah,” ujar Kapolsek.
Akibat kejadian tersebut, polisi menaksir korban mengalami kerugian materi senilai Rp 10.000.000.
Pascakejadian, Kapolsek Rantau Seulamat juga mengunjungi korban ke RSUD Langsa. Sebagai bentuk keprihatinan Polres Langsa, Iptu M Musa memberikan bantuan biaya perobatan kepada korban yang diterima langsung oleh istri korban.
Bantuan pemkab
Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib SH, juga telah mengintruksikan Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Timur agar menyalurkan bantuan sosial jaminan hidup (Jadup) berupa sandang dan pangan kepada keluarga korban kebakaran di Kecamatan Rantau Seulamat.
“Sesuai instruksi Bupati, bantuan jadup telah kita salurkan kepada korban. Termasuk biaya pendampingan selama proses perawatan di Banda Aceh,” ungkap Kepala Dinas Sosial Ir Elfiandi, didampingi Kabid Perlindungan Jaminan Sosial, Saharani SAg MA kepada Serambi, Selasa sore.
Bantuan biaya pendampingan itu diberikan karena anak kedua keluarga korban, Icha Maulida, dirujuk ke RSUZA Banda Aceh didampingi ibunya, Yulia Ningsih yang juga mengalami luka bakar di kaki, tangan, dan paha.
Saharani menyebutkan, bantuan kepada korban diserahkan Kadis Sosial Ir Elfiandi diwakili Kabid Linjamsos, Saharani, kepada Camat Ranto Seulamat, Rudy Saputra SSTP MAP, didampingi Kapolsek dan Danramil, untuk selanjutnya diserahkan kepada korban. “Sedangkan santunan biaya pendampingan selama perawatan kita serahkan langsung kepada Yulia Ningsih saat di rumah sakit Langsa, sebelum berangkat ke Banda Aceh,” imbuhnya.
SHARE