Asap Riau Jangkau Abdya

SHARE


BLANGPIDIE - Langit kawasan Aceh Barat Daya (Abdya) pada Minggu (22/9), tampak mulai diselubungi kabut asap yang diduga ekses dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau. Namun begitu, kabut asap tersebut belum sampai mengganggu aktivitas warga.
Amatan Serambi, kemarin, kabut asap menyelimuti kawasan Abdya sejak dari Kecamatan Babahrot (perbatasan dengan Nagan Raya) sampai Lembah Sabil (perbatasan dengan Aceh Selatan). Besar dugaan, asap ini kiriman dari Riau yang dalam beberapa pekan belakangan, sedang dilanda kabut tebal dampak dari karhutla.
Kondisi cuaca di Abdya yang sejak Minggu pagi, mendung setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur daerah tersebut pada Sabtu malam, membuat ‘serbuan’ kabut asap itu tidak terlalu mempengaruhi aktivitas warga. Meski memang ekses kabut ini membuat keindahan bentangan Gunung Bakit Barisan tidak bisa dinikmati lagi karena sudah tertutup pekatnya asap putih. Pemandangan serupa juga terlihat di kawasan perairan laut Samudera Hindia, namun juga belum sampai meresahkan para nelayan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Abdya, Amiruddin yang dihubungi Serambi, Minggu (22/9), menjelaskan, kabut asap yang mulai menyelimuti langit daerah itu diduga berasal dari luar daerah, terutama dari Riau. Dugaan ini muncul, beber Amiruddin, dikarenakan di Abdya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Saya sudah pantau, tak ada kebakaran hutan dan lahan. Jadi, asap yang sudah sampai ke daerah kita hari ini berasal dari luar,” katanya.
Ia memaparkan, kabut asap yang diduga bergerak dari luar daerah itu baru sampai ke kawasan Abdya pada Minggu pagi. “Kita harapkan, kabut asap ini bisa secepatnya berkurang karena hujan dengan intensitas ringan kembali mengguyur kawasan Abdya, Minggu sore tadi,” ucapnya.
Di sisi lain, kendati belum mengganggu aktivitas, namun Kalak BPBD Abdya tetap mengimbau, kepada warga khususnya para nelayan agar lebih berhati-hati saat melakukan penangkapan ikan di laut. Sebab, kabut asap tersebut bisa mengganggu jarak pandang.
Tapaktuan Ikut Terpapar
Sementara itu, kabut asap yang diduga kiriman dari Provinsi Riau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan juga sudah merambah sampai ke Tapaktuan, Aceh Selatan, Minggu (22/9) siang. Untuk itu, pihak terkait pun mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah agar tak terpapar kabut asap.
"Kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama berkendara pada malam hari karena kondisi kabut asap mulai mengganggu pandangan," kata Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE kepada Serambi, Minggu (22/9).
Pantauan Serambi, hingga pukul 16.20 WIB, kondisi kabut asap terus menebal, bahkan mulai mempengaruhi pandangan. Kondisi kabut asap ini terlihat jelas jika dipantau pada permukaan laut. "Karenanya kepada nelayan kita minta untuk utamakan keselamatan, terlebih cuaca mendung seperti ini," tukasnya.
Camat Trumon Tengah, Tahta Amrullah SSTP yang dikonfirmasi Serambi, Minggu (22/9), juga mengungkapkan, bahwa kabut asap yang diduga kiriman dari Riau itu sudah mulai mengganggu jarak pandang di wilayahnya. "Akibat asap tersebut mengakibatkan jarak pandang berkurang pada sejumlah wilayah. Namun belum sampai mengganggu aktivitas masyarakat, baik di darat maupun di laut," pungkasnya.(nun/tz)
Sumber: Serambinews
SHARE