Anggota Dewan Merokok di Ruang Sidang

SHARE


TAKENGON - Sejumlah oknum anggota DPRK Aceh Tengah terkesan mengabaikan keberadaan Qanun Nomor 10 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pasalnya, dalam kegiatan rapat dengar pendapat tentang tambang yang berlangsung di ruang sidang, Kamis (12/9), sejumlah wakil rakyat tampak merokok.
Kepulan asap rokok memenuhi ruangan sidang ketika rapat sedang berlangsung. Alhasil, warga maupun tamu undangan, juga tidak sungkan lagi untuk menghisap rokok di dalam ruang sidang karena melihat sebagian besar anggota dewan sudah lebih dulu merokok. Meski aktivitas merokok di ruang sidang sempat dikritik sejumlah kalangan, namun tidak digubris oleh anggota dewan.
Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, telah mengesahkan, bahkan menerapkan Qanun nomor 10 Tahun 2013 tentang KTR. Peraturan daerah ini merupakan produk hukum yang disahkan oleh anggota dewan. Salah satu kawasan tanpa rokok adalah kantor pemerintahan, termasuk di lingkungan gedung dewan.
Sayangnya, qanun tersebut seakan diabaikan oleh para ahli hisap di gedung wakil rakyat itu. Penerapan Qanun KTR menjadi tumpul lantaran tidak semua instansi bisa disentuh dengan aturan itu. Buktinya, sebagian besar anggota DPRK Aceh, khususnya dari kalangan kaum adam, tetap merokok meskipun berada di acara rapat resmi.
Ketua DPRK Aceh Tengah Sementara, Samsudin, ketika dimintai tanggapannya soal aktivitas merokok di ruang sidang pada saat melakukan rapat, menolak untuk memberi keterangan. Samsudin enggan untuk mengomentari terkait masalah tersebut. “Kalau itu, nanti saja ya. Saya belum bisa berkomentar soal itu,” sebut Samsudin.
SHARE