28 Pasangan Ikut Isbat Nikah di Lhokseumawe, Ini Resikonya Bila Nikah tak Terdata di KUA

SHARE


LHOKSEUMAWE - Sebanyak 28 pasangan yang berasal dari sejumlah desa dalam wilayah Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Kamis (19/9/2019), mengikuti Isbat nikah di aula kantor camat setempat.
Sedangkan Isbat nikah ini, diselenggarakan Camat Muara Dua bekerjasama dengan LBH Apik, KUA Muara Dua, Mahkamah Syariah Lhokseumawe, dan pihak terkait lainnya.
Rincian pasangan yang ikut Isbat nikah adalah 18 pasangan dari Uteunkot, enam pasangan dari Desa Blang Cruam, dua pasangan dari Meunasah Blang, satu pasangan dari Desa Keude Cunda, dan satu pasangan dari Meunasah Masjid.
"Mereka yang ikut isbat nikah adalah warga yang menikah masa konflik, perwakilan di perantauan, hilang berkas akibat tsunami, kebakaran, dan banjir," ujar Camat Muara Dua, Heri Maulana.
Sementara Kepala Disdukcapil Lhokseumawe, Taufik menjelaskan, berpedoman pada Perpres Nomor 96 Tahun 2018, tentang Tata Cara Pendaftaran Kependudukan dan Capil, maka bagi masyarakat yang menikah tidak di KUA, di akte kelahiran anaknya hanya akan tertera seorang ibu saja, tidak ada nama ayah.
"Ini sudah berlaku sejak Oktober 2018. Jadi bila di akte kelahiran anak ada tertera nama ayah, maka harus menjalani isbat nikah," pungkas Taufik. (*)
SHARE