Warga Protes Ketiadaan Air

SHARE


BANDA ACEH - Warga Gampong Cot Lamkeuweuh, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, melancarkan aksi protes dengan mencopot meteran air dari rumah mereka masing-masing dan menggantungnya di pintu gerbang masuk ke desa mereka, Minggu (4/8) siang. Protes Lamkeuweuh itu berkaitan dengan ketiadaan suplai air bersih yang diklaim sudah berlangsung lama.
Hendra Saputra, perwakilan warga Cot Lamkeuweuh, menyebutkan aksi protes yang dilakukan warga bukan tanpa dasar. Sebelum protes itu dilakukan berbagai upaya telah dilakukan, mulai menyampaikan permasalahan itu langsung ke petugas-petugas PDAM sampai mendatangi PDAM Tirta Daroy.
Hingga kini, katanya, memperoleh suplai air bersih dari PDAM menjadi 'barang mahal' bagi warga. Atas dasar akumulasi kekecewaan itu lah, kekesalan memuncak, sehingga menggelar aksi membongkar meteran air dan menggantungnya di gerbang. "Masalah air di Cot Lamkeuweuh, permasalahan yang menurut kami tak pernah tuntas, sehingga bentuk protes kami inilah akhir warga melancarkan aksi protes ini," sebutnya.
Ibu rumah tangga warga Cot Lamkeuweuh, Asniati menambahkan, pascatsunami hingga saat ini ia tidak mendapatkan suplai air bersih sama sekali. Kondisi itu jauh beda saat sebelum tsunami, dirinya masih bisa mendapatkan air bersih, bahkan tanpa bantuan mesin air teraliri dengan lancar.
"Tapi, saat ini air memang tidak ada sama sekali, untuk air minum dan masak saya harus beli. Lalu, mandi dan mencuci pakaian saya dan keluarga harus pakai air sumur," ungkapnya.
Keuchik Cot Lamkeuweuh, Afrizal SSos mengharapkan, persoalan krisis air bersih di Cot Lamkeuweuh sudah terjadi kurang lebih setahun lalu. Hingga kini masalah air bersih masih menjadi kendala dan itu perlu direspon segera.  "Dari 450 kepala keluarga di Cot Lamkeuweuh, 50 KK atau 50 rumah di dusun ujung tidak teraliri air bersih sudah sejak lama. Ini harus menjadi prioritas," ungkap Afrizal.
Ia juga mengaku pernah meminta warganya bersabar, karena dirinya sudah bertemu Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub. "Tapi, yang namanya warga kalau mereka bersikukuh ingin buat aksi protes, saya juga ngak bisa melarang. Paling saya ingatkan untuk tidak anarkis dan menggangu," pungkas Afrizal.
Camat Meuraxa, Ardiansyah SSTP mengatakan dirinya sudah menelepon Asisten 1 dan Dirut PDAM, T Novizal Aiyub. "Direktur PDAM menjanjikan akan memprioritas masalah ini dan kata beliau air di Cot Lamkeuweuh, insya Allah segera teraliri, khususnya di Gampong Cot Lamkeuweuh serta seluruh gampong di Kecamatan Meuraxa yang belum mendapatkan air," sebutnya.(mir)
SHARE